Dua Pucuk Senpi Milik Pratu Ferdian Hilang di Sungai Digoel, Pangdam : Kita Masih Lakukan Pencarian
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 31 Jan 2023
- visibility 115
- comment 0 komentar

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI M Saleh/all
Jayapura, Topikpapua.com, – Dua pucuk senjata api (senpi) milik Pratu Ferdian Dwi Sukma, ikut hilang saat korban terjatuh dan hanyut akibat putusnya tali Jembatan Sungai Digoel di Distrik Iwur, Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabtu (28/1/2023) lalu.
Pangdam VXII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh membenarkan, dua pucuk senpi
anggota Satgas Yonif 143/TWEJ yang hilang itu ada pistol revolver dan senapan SS1.
“Sampai sekaranh kita masih melakukan pencarian. Ada dua pucuk senjata milik korban yaitu 1 pucuk revolver dan satunya lagi senapan SS1,” ungkap Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh di Jayapura, Selasa (31/1/2023).
Ada sejumlah cara yang dilakukan TNI untuk mencari keberadaan dua pucuk senjata milik alrmarhum Pratu Ferdian. Diantaranya menggunakan magnet yang diceburkan ke dalam sungai dan melakukan pendekatan ke masyarakat setempat.
“Karena kalau menyelam tidak mungkin, arus bawah sungai sangat kencang. Jadi kita pendekatan ke masyarakat, kalau ketemu senjatanya mohon untuk diserahkan ke kami,” beber Pangdam.
Pangdam menjelaskan, senjata ikut hilang karena saat itu korban menyandang senjata SS1, danpistol revolvernya berada di dalam tas kecil.
“Tapi saat jenazah korban ditemukan, dua senjatanya tidak ada, di tasnya juga tidak ada. Jadi kita masih tanyakan ke masyarakat, mungkin ada yang lihat dan segera diserahkan,” terangnya.
Terkait penyebab putusnya tali jembatan gantung Sungai Digoel itu, kata Pangdam, sejauh ini karena daya jembatan yang sudah tidak kokoh lagi. Ia pun menepis rumor soal ada pihak yang sengaja melakukan sabotase memutuskan tali jembatan.
“Saya belum dengar dan tidak ingin berspekulasi dulu. Kalau dari informasi kan rombongan pertama Kapolres dan rombongan kedua Dandim saat lewat lolos. Nah, saat rombongan ketiga lewat, mungkin karena terlalu banyak personel membuat jembatan dayanya berkurang dan akhirnya talinya putus,” jelasnya.
Pangdam juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Jembatan soal jembatan gantung di Papua.
“Kita berharap kejadian ini menjadi pembelajaran penting agar pembangunan jembatan gantung yang berkualitas dan memiliki daya tahan yang kuat. Kita prioritaskan untuk pembangunan jembatan gantung biar bisa digunakan oleh masyarakat, karan masih sangat berbahaya, jadi haruu diperhatikan kekuatannya,” tandasnya.
Dikabarkan sebelumnua jembatan gantung Sungai Digoel yang berlokasi di Distrik Iwur, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, putus dan tiga anggota Polri dan 1 anggota TNI yang melintas di atas jembatan tersebut hanyut dan hilang, Sabtu (28/1/2023) sore.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo membenarkan, keempat anggota itu terjatuh saat jembatan putus.
“Iya benar, ada 3 anggota Polri dan 1 anggota TNI hanyut di Sungai Digoel. Saat ini kami tengah melakukan pencarian. Mohon doanya saja, ” kata Benny, Sabtu malam.
Benny mengungkapkan tiga anggota Polri yang hanyut yakni Briptu Yohanes Matius anggota Reskrim Pegunungan Bintang, Bripda Risman Rahman anggota Reskrim Polres Pegunungan Bintang dan Bripda Stevan Randongkir Bamin. (LS)
- Penulis: topik papua




