Danrem JO : Tiga Tukang Ojek yang Dibunuh KST di Pegubin Bukan Intelejen
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 12 Des 2022
- visibility 97
- comment 0 komentar

Anggota KST Nason Mimin/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring membantah soal tudingan tukang ojek yang menjadi korban kekejian Kelompok Separatis Teroris (KST) pimpinan Nason Mimin di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang, yang terjadi pada Senin (5/12/2022) lalu, merupakan anggota intelijen.
Danrem mengklarifikasi bahwa 3 orang warga yang menjadi korban kekejian KST adalah murni warga sipil berbprofesi tukang ojek.
“Jadi tidak benar kalau mereka (KST) menyebut para korban adalah aparat Intelijen, mereka benar-benar masyarakat sipil yang sehari-harinya mencari sesuap nasi demi memenuhi kebutuhan keluarganya dengan berprofesi sebagai tukang ojek,” ungkapnya, Senin (12/12/2022).
Ditegaskan mantan Dandim Puncak Jaya ini bahwa pembunuhan yang dilakukan secara biadab ini adalah pekerjaan teroris.
“Saya juga beragama Kristen, dalam ajaran agama apapun tidak ada yang mengajarkan melakukan pembantaian keji yang kemudian direkam dan disebarkan untuk menebar ketakutan di masyarakat. Ini merupakan pekerjaan teroris yang dirinya sedang dirasuki oleh setan,” tandasnya.
KST juga telah menuduh korban sebagai aparat intelijen dengan meletakkan senjatanya jenis pistol, seolah-olah adalah barang yang dibawa oleh korban.
“Hal ini kan jelas merupakan cara licik yang dilakukan oleh KST untuk menutupi kebiadaban dan membenarkan apa yang mereka lakukan,” beber Danrem.
Dalam kesempatan ini Danrem JO menyampaikan bela sungkawa dan turut berduka cita kepada pihak keluarga korban.
“Saya mewakili seluruh prajurit Korem 172/PWY menyampaikan duka cita yang mendalam bagi keluarga korban kekejian dan kebiadaban KST ini,” ucapnya
Selanjutnya terkait pistol yang digunakan oleh KST, pihaknya mengindikasikan senjata api tersebut merupakan salah satu senjata organik milik TNI AD yang hilang ketika Heli MI 17 milik Penerbad jatuh pada tahun 2019 silam di Kabupaten Pegunungan Bintang.
“Pada kejadian jatuhnya Heli MI-17 pada tahun 2019 lalu, sebanyak 11 senjata organik milik kru dan penumpang hilang dan diambil oleh pihak KST. Senjata yang hilang diantaranya tujuh senapan serbu SS-1, tiga pistol dan satu GLM. Kami mengindikasikan pistol yang digunakan oleh KST tersebut merupakan salah satu senjata yang hilang,” ujarnya
Diberitakan sebelumnya, beredar di media sosial KST mengklaim bahwa para korban tukang ojek yang mereka bunuh secara keji merupakan anggota intelijen TNI-Polri. Adapun nama korban yaitu La Usu (23), La Ati (40) dan La Aman (39). (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




