KPK Tawarkan Solusi Pengobatan Gubernur LE, Begini Tanggapan Tim Kuasa Hukum
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 28 Sep 2022
- visibility 89
- comment 0 komentar

Tim Kuasa Hukum Gubermur Papua Lukas Enembe/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Tim Kuasa Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe menyampaikan info terkini ihwal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menawarkan solusi kepada Gubernur Papua Lukas Enembe guna menjalani proses pengobatannya di Singapura.
Ketua Tim Kuasa Hukum Stefanus Roy Rening membenarkan, tawaran pengobatan Gubernur LE ke negeri singa itu disampaikan langsung oleh Direktur Penyidikan KPK Brigjen Polisi Asep Guntur melalui telepon selulur.
Hanya saja, sambung Roy, sebelum bertolak ke Singapura, Lukas Enembe harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter KPK dan dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Jakarta.
“Jadi KPK harus memastikan kondisi Pak Gubernur lebih dulu di Jakarta melalui pemeriksaan. Dan setelah itu diperbolehkan untuk ke Singapura,” katanya di Jayapura, Rabu (28/9/2022).
Menurut Roy, KPK pada dasarnya atensi dengan kondisi kesehatan Gubernur Enembe.
“Karena Pak Asep juga sampaikan bahwa kesehatan Pak Lukas penting,” tandasnya.
Roy mengaku tidak bisa memutuskan perihal tawaran KPK karena yang berhak melakukannya adalah pihak keluarga Gubernur Papua.
“Ya, walaupun KPK sudah berikan solusi dan tawaran, namun itu kembali ke pihak keluarga. Saya tidak bisa memutuskan, karena persoalan memilih dokter ini atau itu adalah hak asasi pasien bersangkutan,” terangnya.
Dalam dua hari kedepan Roy bersama tim akan membangun komunikasi dengan keluarga Gubernur Enembe termasuk para tokoh soal tawaran KPK.
“Saya akan bahas dengan keluarga besok atau lusa. Karena keputusan itu ada di pihak keluarga Pak Lukas,” bebernya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus dugaan gratifikasi senilai Rp 1 miliar.
Sayangnya hingga pemanggilan kedua oleh KPK, Lukas Enembe belum juga memenuhi panggilan tersebut lantaran kondisi kesehatannya yang kurang baik. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




