Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OLAH RAGA » Surati Komdis Terkait Laga Pekan 34, BTM : Kami Bantu PSSI  

Surati Komdis Terkait Laga Pekan 34, BTM : Kami Bantu PSSI  

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
  • visibility 478
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano mengatakan, manajemen pada Rabu, 6 April 2022 hari ini, mengirim surat permohonan investigasi dua pertandingan di week 34 antara Persib Bandung VS Barito Putra, dan PSS Sleman VS Persija Jakarta.

“Termasuk investigasi oknum personil klub, terkait dugaan pelanggaran fair play, dan dugaan pelanggaran regulasi BRI Liga 1 2021/2022. Permohonan kami ajukan kepada Komisi Disiplin dan Komite Etik, bila nantinya ada pelanggaran etik ya bisa sekaligus ditangani,” ujar BTM dalam rilisnya yang diterima Redaksi Topik sore ini.

Dikatakan BTM, ada beberapa hal yang menurut pihaknya patut menjadi sorotan investigasi misalnya, dugaan ada klub yang tidak memainkan tim atau pemain terbaiknya, dan itu merupakan pelanggaran regulasi.

“Sementara ramai beredar di ruang publik bahwa ada beberapa klub yang memiliki koneksi atau hubungan kepemilikan atau sejenisnya,” bebernya.

Dirinya pun menilai, ada dugaan klub atau oknum klub yang secara sengaja mempengaruhi hasil pertandingan. Hal itu juga termasuk pelanggaran regulasi. Termasuk pemain yang diduga dengan sengaja tidak memasukan bola ke gawang lawan, saat memiliki beberapa peluang emas, termasuk pinalti ‘aneh’.

Di potongan video yang beredar di publik terlihat jelas bagaimana reaksi pemain tersebut saat rekannya menciptakan gol, patut diinvestigasi juga.

“Kalau kamu benar – benar mau menang pasti kamu gembira saat temanmu bikin gol, iya kan,” sebutnya.

Termasuk pelatih, kalau benar mau menang tentu aka kecewa atau sedih saat pemainnya gagal pinalti.

“Kami juga mempertanyakan reaksi perangkat pertandingan saat pinalti aneh itu terjadi,” imbuh BTM.

Latar belakangnya adalah penjelasan dan penegasan Ketua Umum PSSI, bahwa perangkat pertandingan ditambah jumlahnya agar lebih teliti dan tidak salah mengambil keputusan, tapi yang terjadi justru berbeda.

“Sebanyak itu perangkatnya, namun tidak ada yang lihat ada lebih dari 1 pelanggaran saat pinalti itu,” terang BTM.

Disampaikan bahwa dugaan pelanggarannya menurut Manajemen Persipura,  adalah sebelum bola ditendang, 2 pemain lawan sudah masuk area 16 meter, serta penjaga gawang lawan sudah bergerak atau berpindah posisi sebelum bola ditendang. Itu sangat jelas terlihat di rekaman video.

“Nah, dengan tambahan jumlah perangkat yang disampaikan Ketua Umum PSSI apakah tujuannya terlaksana, bagi kami tidak, terutama pada pertandingan tersebut,” katanya.

“Yang kami pertanyakan juga tidak ada protes dari personil Persib atas pelanggaran pinalti tersebut, entah kenapa, kami tidak tahu,” timpal BTM.

Kedua pertandingan itu sudah menjadi pembicaraan publik, hingga menimbulkan banyak reaksi dan pertanyaan, bahkan dari internal PSSI.

“Untuk itu demi menjaga azas fair play, integritas dan profesionalitas kompetisi, kami ajukan permohonan ini. Kami justru sedang bantu PSSI. Harusnya PSSI sebagai federasi pro aktif, tapi tidak ada, karena kami lihat federasi tenang-tenang saja saat integritas sepa bola dipertanyakan publik, maka kami bergerak untuk membantu PSSI. Bantuan kami ini sudah seharusnya didukung oleh PSSI, karena terkait football integrity yang selalu mereka dengung-dengungkan,” harap BTM. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (2)

  • Imanueld walela

    Kerala yang Terhormat
    Benhurd Tommy Mano
    Di
    Tempat.
    Sehubungan dengan Terdegradasinya Persipura Jayapura kami Persipuramania Dan seluruh masyarakat Papua yang cinta dengan persipura Jayapura memintah Kepada bapak BTM segera kembalikan persipura ke liga Utama Indonesia Karena Persipura adalah hartat Dan Martabat Orang Papua Dan Pencinta Persipura Dan bapak harus Bertanggungjawab atas terdegradasinya persipura.

    Balas7 April 2022 10:47
  • Thenius Murib

    Semoga bisa terungkap sepakbola gajah di Indonesia

    Balas6 April 2022 21:58

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less