Provinsi Papua Terpilih jadi Tuan Rumah GCF 2023
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 17 Mar 2022
- visibility 120
- comment 0 komentar

Sekda Papua M Ridwan Rumasukun saat menghadiri pertemuan di Brazil/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Provinsi Papua siap menjadi tuan rumah pertemuan Governor’s Climate and Forest (GCF) Task Force pada Juli-Agustus 2023, setelah terpilih secara aklamasi dalam sebuah pertemuan di Kota Manaus, Negara Bagian Amazonas Brazil yang berlangsung sejak 15 hingga 19 Maret 2022.
“Dalam kegiatan ini Pak Sekda Papua Muhammad Ridwan Rumasukun hadir sebagai delegasi mewakili Bapak Gubernur Lukas Enembe. Dan pada kesempatan ini kita Provinsi Papua secara aklamasi terpilih sebagai tuan rumah pertemuan GCF 2022,” kata Juru Bicara Gubernur Papua Lukas Enembe, Muhammad Rifai Darus (MRD) dalam rilisnya yang diterima Topik Papua, Rabu (16/3/2022).
MRD menjelaskan GCF Task Force adalah pertemuan Satuan Tugas Gubernur untuk Hutan dan Perubahan Iklim. Diketahui bahwa Provinsi Papua merupakan salah satu pendiri GCF Task Force bersama 9 negara bagian /Provinsi yaitu Acre, Amapa, Amazonas, Maranhao, Mato Grosso, Para (Brazil), California, Illinois (Amerika Serikat), Aceh dan Papua (Indonesia) pada tahun 2009 – 2010.
“Jadi ini merupakan forum pertemuan bagi 38 gubernur/kepala negara bagian dari negara-negara di Amerika, Afrika, Eropa dan Asia yang membahas dan melaksanakan kerjasama terkait hutan dan perubahan iklim,” terangnya.
Substansi yang dibahas pada pertemuan tersebut meliputi human and community, ekonomi kehutanan dan hak tenurial, knowledge (pengetahuan), teknologi and inovasi, integrasi teknologi dengan pengetahuan dan kearifan lokal
“Terus juga membahas finansial, investasi dan sektor prifat terkait dukungan para pihak terkait dengan ekonomi kehutanan dan iklim. Serta government and public policy yang membahas terkait dengan tata kelola yang baik dan kebijakan publik yang berkelanjutan,” jelas MRD.
Lanjut MRD, dalam pertemuan itu delegasi Papua juga memamerkan produk hasil hutan dari masyarakat lokal seperti noken, madu, sagu, minyak kayu putih dan lainnya.
“Ini (produk) merupakan hasil kerjasama masyarakat adat dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan dan Cabang Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup,” papar MRD.
Selanjutnya Pemerintah Papua memohon doa restu dari seluruh rakyat Papua, agar sebagai tuan rumah dapat melaksanakan kegiatan dengan sukses.
“Ini sebagai perwujudan bahwa Papua adalah jantung Indonesia dan bagian dari jantung dunia,” tandas MRD. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


