Perang Suku di Wouma, Satu Warga Tewas, Tiga Luka-luka
- account_circle topik papua
- calendar_month Ming, 9 Jan 2022
- visibility 241
- comment 0 komentar

Polisi saat meleraikan pertikaian antar dua kelompok masyarakat di Kabupaten Jayawijaya/foto ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Pertikaian antar suku kembali terjadi di Kampung Wesakma, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu (8/1/2022).
Dalam pertikaian melibatkan warga Nduga dan Lanny Jaya yang menggunakan senjata tradisional panah dan parang itu, mengakibatkan satu orang tewas dan dua luka-luka akibat terkena panah.
Kabid Humas Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, kronologi pertikaian antar kelompok itu barawal dari kematian Sibelu Gwijangge yang diduga dibunuh oleh masyarakat Lani Jaya yang tinggal di Kampung Wesakma, Distrik Wouma.
Kemudian pada Sabtu 8 Januari 2022 sekira pukul15.35 WIT, masyarakat Nduga serta keluarga pihak Sibelu Gwijangge merasa tidak terima keluarganya dibunuh dan akan melakukan aksi balasan terhadap pihak pelaku dari masyarakat Lanny Jaya.
” Pada pukul 15.40 WIT pihak masyarakat Nduga dengan jumlah kekuatan sekira 150 orang turun dari Ilekma menuju Wouma dengan membawa alat-alat perang tradisional berupa panah, kapak, parang dan tombak. Setelah sampai di Wouma masyarakat Lani Jaya merespon adanya serangan tersebut dengan jumlah kekuatan sekitar berjumlah 300 orang hingga akhirnya terjadi saling serang,” ujar Kamal di Jayapura, Minggu (9/1/2022).
Selain menyerang, kelompok masyarakat Nduga juga melakukan pembakaran terhadap 2 unit rumah milik warga masyarakat di Wouma.
“Untuk identitas korban yaitu
Sibelu Gwijangge, mengalami luka tusuk di bagian punggung sebelah kanan, Witenus Tabuni mengalami luka di kaki sebelah kanan akibat terkena panah dan Rondi Kogoya mengalami luka di bagian dada sebelah kiri akibat terkena panah,” jelas Kamal.
Polisi sudah mengamankan barang bukti berupa satu baju kaos singlet motif loreng (pakaian yg dikenakan korban), dua pasang sepatu boots yang di gunakan oleh korban) dan lima buah anak panah.
Kamal mengungkapkan, korban yang meninggal dunia dan luka-luka sudah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk dilakukan pemeriksaan medis. Sedangkan untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan, pihaknya juga melakukan penjagaan serta patroli di kedua kelompok massa.
“Pada saat ini kami masih melaksanakan pengamanan di TKP karena masih adanya dugaan aksi balasan yg akan dilakukan oleh kelompok dari masyarakat Nduga. Untuk kerugian materil sampai saat ini yang terlapor adalah 2 unit rumah milik Jhon Asso dan masyarakat Asotipo yang dibakar oleh kelompok masyarakat Nduga,” beber Kamal.
Kamal juga mengatakan bahwa saat ini pihak Polres Jayawijaya langsung melakukan pendekatan terhadap masing-masing tokoh masyarakat dari kedua kampung, sehingga kejadian tersebut tidak terjadi lagi. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




