Ricuh Keerom, Dua Warga Tertembak
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 2 Okt 2020
- visibility 2.268
- comment 1 komentar

Kapolres Keerom, AKBP Baktiar Joko Mujiono (kiri) bersama PJS Bupati Keerom Ridwan Rumasukun, saat memberikan keterangan Pers di Mapolres Keerom, jumat malam / ist
Keerom, Topikpapua.com, – Paska pembubaran paksa terhadap warga yang memalang jalan utama trans di Arso II kabupaten Keerom Jumat pagi tadi, di laporkan dua warga tertembak.
Kapolres keerom, AKBP Joko Mujiono menerangkan bila kedua warg ditembak aparat karena mencoba melawan saat dibubarkan.
“Ada dua orang yang tertembak, dan itu terkena peluru karet karena melakukan perlawanan kepada petugas,” Kata Joko dalam keterangan pers di Mapolres Keerom, Jumat (02/10/20) malam.
Dijelaskan Kapolres Joko, saat ini kondisi kedua warga yang tertembak peluru karet dalam keadaan stabil dan terkait aksi penembakan tersebut, diakui Kapolres apa yang dilakukan aparat di lapangan telah sesuai dengan prosedur.
“kami sudah sesuai aturan, pertama semrot water canon, lalu gas air mata, tembakan peringatan dengan peluru hampa namun mereka belum bubar malah mencoba melawan, tindakan terakhir kita pake peluru karet,” Jelasnya.
Kapolres Joko juga menegaskan bila sampai saat ini hanya ada empat orang yang diamankan karena di duga kuat sebagai aktor dan pelaku dalam aksi pembakaran, pengerusakan serta pemalangan jalan.
“Kami amankan empat orang, Kemarin tiga sedangkan tadi pagi satu orang. sementara dua orang lainya kami amankan hanya untuk mendapatkan perawatan medis akibat terkena peluru karet petugas,” cetusnya.
Lanjutnya empat orang yang diamankan tersebut kini masih dalam pemeriksaan oleh penyidik Sat Rekrim Polres Keerom.
Sementara itu, terkait situasi saat ini di kabupaten Keerom, diakui Joko relative terkendali, meski dibeberapa titik masih dilakukan penjagaan oleh petugas untuk mengantisipasi aksi susulan.
“Situasi sudah kondusif anggota kami pun masih berada di lapangan termaksud menjaga beberapa kantor pemerintahan,” ujar Joko.
Diberitakan sebelumnya, pada hari kamis petang ratusan massa membakar dua kantor di kompleks Perkantoran pemkab Keerom, termasuk merusak kantor Bupati. Jumat pagi, massa kembali berulah dengan memalang jalan utama di Arso II.
Rangkaian aksi yang dilakukan massa ini terkait hasil pengumuman CPNS kabupaten Keerom. (Redask Topik)
- Penulis: topik papua


