Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Daerah ‘Merah’ di Papua Ini Bersih dari Virus Corona, Mengapa..?

Daerah ‘Merah’ di Papua Ini Bersih dari Virus Corona, Mengapa..?

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2020
  • visibility 1.427
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Kabupaten Intan Jaya dalam beberapa bulan terakhir ini menjadi sorotan publik dengan adanya aksi dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang tidak hanya melukai namun juga membunuh warga sipil.

Namun, di sisi lain, Intan Jaya menjadi satu dari sedikit kabupaten di Indonesia yang tidak memiliki kasus positif virus corona atau covid-19. Bahkan saat ini, di Intan Jaya juga tidak terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

“Puji Tuhan di Intan Jaya tidak ada kasus covid-19. Awalnya memang ada ODP, namun sudah bebas setelah menjalani karantina mandiri dan juga penanganan yang baik dari petugas kesehatan. Untuk itu, kami siap menerapkan new normal,” Kata Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni kepada Pers di Jayapura, Sabtu (06/06/20).

Minimnya akses transportasi di Intan Jaya yang biasa selalu menjadi kendala dalam proses pembangunan, justru saat masa pandemi virus corona menjadi sebuah keuntungan.

Untuk menuju Intan Jaya, kini sudah ada pilihan dua moda transportasi, yaitu melalui jalur darat dan udara. Untuk jalur darat, kendaraan bermotor harus menempuh jakarak 74 km dari Enarotali, Kabupaten Paniai, ke Distrik Sugapa yang merupakan ibukota dari Intan Jaya.

Namun warga yang hendak melintas jalur tersebut harus melewati medan yang tidak mudah karena kondisi geografisnya berbukit-bukit dan sebagian besar jalannya belum beraspal.

Kemudian jalur lainnya adalah moda transportasi udara. Untuk ke Bandara Sugapa yang hanya bisa didarati oleh pesawat berbadan kecil, warga harus terbang daru Bandara Nabire atau Mimika. Waktu terbangnya pun hanya bisa dilakukan dari pagi hingga siang hari.

Keberadaan Intan Jaya yang berada di deretan pegunungan Cartenz membuat wilayah tersebut sering tertutup kabut.

Keterbatasan akses tersebut yang kemudian memudahkan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menutup akses pintu keluar dan masuk sehingga pergerakan manusia bisa dikendalikan.

Hal tersebut yang kemudian dianggap Bupati Natalis Tabuni sebagai salah satu alasan mengapa daerahnya tidak tersentuh covid-19.

Bahkan Natalis menyebut Intan Jaya menjadi salah satu dari 17 kabupaten di Indonesia yang ditetapkan oleh presiden sebagai kabupaten bebas covid-19.

“Langkah-langkah yang sudah diambil dengan ketat dan terukur adalah pembatasan arus lalu lintas penumpang dari Nabire dan Timika, serta jalan darat ke Paniai. Dari pembatasan ini membuat sampai sekarang tidak ada kasus positif virus corona,” Jelas Bupati.

Dengan sudah adanya surat edaran dari Pemerintah Provinsi Papua mengenai relaksasi pembatasan sosial, termasuk juga pembukaan bandara dan pelabuhan, Natalis mengaku siap untuk mengikuti hal tersebut.

Menurut dia, penutupan kases yang telah dilakukan lebih dari dua bulan, membuat aktifitas ekonomi masyarakat terganggu.

“Kalau tidak dibuka, bisa-bisa kami krisis ekonomi. Namun, kami selalu menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu selalu menggunakan maskes di tempat umum dan menjaga jarak satu sama lain,” ujar Bupati.

Sebagai informasi, dalam satu bulan terakhir terjadi dua aksi penembakan oleh KKB yang dilakukan kepada tenaga medis dan warga sipil.

Kejadian pertama terjadi pada 21 Mei 2020. Saat itu KKB melakukan penembakan kepada dua tenaga medis di Distrik Wandai. Akibatnya, satu tenaga medis bernama Heniko Somou tewas, sedangkan rekannya Alemanek Bagau yang juga mengalami luka tembak sempat kritis, namun kini kondisinya berangsur pulih.

Kemudian kejadian kedua terjadi pada 29 Mei 2020 di Jalan Trans Papua Magataga, Perbatasan Kabupaten Intan jaya dan Kabupaten Paniai. KKB yang mengaku sebagai tentara hutan membunuh seorang warga sipil bernama Yunus Sani karena dicurigai sebagai mata-mata aparat keamanan.

Sekedar Informasi, hingga jumat 05 Mei 2020, berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Papua di laporkan angka pasien positif covid di Papua sudah mencapai 929 Kasus. Selain Angka positif yang terus bertambah Jumlah ODP dan PDP di Papua juga terus meningkat.

Hingga kini jumlah ODP di Papua sebanyak 3.148 kasus sedangkan total PDP sebanyak 803 kasus. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less