Kapolda Papua Terima Tantangan Perang Terbuka KKB, Asalkan…
- account_circle topik papua
- calendar_month Sab, 26 Sep 2020
- visibility 85.983
- comment 34 komentar

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw / Ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengaku siap untuk menerima tantangan perang terbuka yang di kerap disuarakan pihak KKB di media sosial.
Irjen Paulus mengatakan, pihaknya siap meladeni keinginan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), asalkan perang tersebut tidak melukai warga sipil.
“Mereka selalu menyatakan bahwa areal itu sebagai lokasi perang terbuka dengan TNI-Polri, boleh kalau mereka mau perang terbuka.., tapi harus dengan kami (TNI-Polri) jangan lagi mereka korbankan warga sipil, orang yang tidak berdosa, “Kata Kapolda kapada Pers, Kamis (24/09/20) malam.
Diakui Kapolda, lokasi yang di pilih KKB di kampung Hitadipa untuk menantang TNI-Polri untuk perang terbuka memang adalah lokasi yang strategis dan menguntungkan pihak KKB, namun dirinya menegaskan bahwa pihak TNI-Polri tidak akan gentar.
“Kondisinya disana itu hanya ada satu jalan untuk keluar atau masuk ke Hitadipa dan jalan ini dikelilingi oleh perbukitan yang telah di kuasai oleh 5 kelompok KKB, “Ungkap Kapolda.
Namun menurut Kapolda, saat ini pihaknya lebih fokus pada pengungkapan kasus meninggalnya pendeta Yeremias Zanambani di Intan Jaya.
“Paska kejadian penembakan itu kami langsung koordinasi dengan Kodam dan Pemda setempat serta DPRD setempat guna mencari duduk persoalan kejadian tersebut, “Ujar Kapolda.
Kapolda juga mengaku, hingga saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan satuan tugas yang sudah ditugaskan ke Sugapa untuk menginvestigasi kasus tersebut.
“ Tim sudah kita kirim kesana, dari polda diwakili oleh Wakapolda dan Irwasda polda papua, dan infonya tadi pagi mereka sudah bertemu dengan keluarga alm. Pdt Yeremia di dampimgi para tokoh adat dan tokoh agama di Sugapa, “Jelas Kapolda.
Diakui Kapolda, walau telah menerima laporan dan keterangan dari pihak keluarga, namun pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan siapa pelaku penembakan, sebelum melakukan olah tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Kami sudah menerima keterangan dari keluarga korban, namun bagi kami keterangan itu harus kita buktikan saat olah TKP, dan sampai saat ini kami masih kesulitan untuk sampai ke TKP karena memang lokasinya sulit dan hanya ada satu jalur untuk masuk dan keluar, sementara jalur itu telah dikuasai oleh KKB, “ Beber Kapolda.
Kapolda juga berharap kepada semua pihak agar tidak lagi memberikan argumen dan tuduhan siapa pelaku penembakan, sebelum polisi melakukan olah TKP.
“ Kasus ini barulah bisa terungkap setelah kita gelar olah TKP, kenapa..? karena saat olah TKP itulah kita bisa mengumpulkan bukti-bukti, sehinga bisa membuat terang kasus ini, termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi, “Tukas Kapolda. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




