Kapolda Ungkap Alasan Sulitnya Menangkap Pelaku Pembunuhan di Yahukimo
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 10 Sep 2020
- visibility 1.448
- comment 0 komentar

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Kasus pembunuhan staf KPUD Yahukimo, Hendry Jovinski, di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada 11 Agustus 2020, hingga kini belum terungkap.
Meski sudah menetapkan Ananias Yalak alias Senat Soll sebagai tersangka, namun hingga kini mantan anggota TNI tersebut belum bisa ditangkap.
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyebut kendala utama yang ditemui aparat dalam upayanya menangkap pelaku adalah karena masalah jaringan telekomunikasi.
“Kendalanya di komunikasi, kita agak sulit, keluar dari areal Polres itu sudah tidak bisa lagi berkomunikasi,” ujar Irjen Paulus di Jayapura, Kamis (10/09/20).
Terbatasnya fasilitas infratlstruktur telekomunikasi di Distrik Dekai yang merupakan ibukota Kabupaten Yahukimo sangat minim, belum lagi Ketersediaan jaringan telepon hanya ada di beberapa titik tertentu.
Hal tersebut yang kemudian diakui Paulus mempersulit anggotanya menangkap tersangka.
Bahkan, aparat sempat menduga keberadaan pelaku di beberapa tempat, namun karena di lokasi tersebut tidak tersedia sinyal seluler, maka polisi sulit melakukan koordinasi.
“Sudah dua kali pernah ada dugaan keberadaan yang dimaksud, upaya mengkomunikasikan dengan para anggota bantuan agak sulit,” kata Paulus.
Diberitakan sebelumnya, setelah kasus tewasnya Hendry, ada dua kasus pembunuhan lainnya di sekitar lokasi tersebut.
Kasus kedua terjadi pada 20 Agustus 2020 bertempat di Jalan Bandara Nop Goliat, Distrik Dekai, Kabpupaten Yahukimo dengan korban Muhammad Thoyib (39) yang merupakan tukang meubel.
Sedangkan kasus ketiga terjadi pada 26 Agustus, yang bertempat di Jembatan Kali Buatan, Jalan Gunung, Distrik Dekai dengan korban Yauzan Alias Ocang (34), seorang tukang antar batako. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




