Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Pahlawan Demokrasi itu Telah Pergi.., “Maafkan Mama tidak bisa Jaga Hendry..”

Pahlawan Demokrasi itu Telah Pergi.., “Maafkan Mama tidak bisa Jaga Hendry..”

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2020
  • visibility 4.381
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

Sleman, Topikpapua.com, – Upacara pemakaman Hendry Jovinski, staf KPU Papua korban pembunuhan OTK di kabupaten Yahukimo dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo dan Ketua KPU RI, Arief Budiman.

Upacara pelepasan jenasah di gelar sekitar pukul 08.41 WIB di rumah duka, desa di Desa Sidokarto, Kecamatan Godean, Sleman, Jogyakarta.    

Upacara pemakaman diawali dengan penyerahan jenazah dari keluarga yang diwakili Bupati Sleman, Sri Purnomo kepada Ketua KPU RI, Arief Budiman untuk dimakamkan.

Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan, Henry Jovinsky merupakan pahlawan demokrasi, karena meninggal dunia dalam menjalankan tugas negara untuk pelaksanaan demokrasi.

Selain itu, ujarnya, Henry memiliki sikap kejuangan yang tinggi, dan termasuk orang yang rajin dalam menjalankan tugasnya.

“Karena kecintaannya kepada demokrasi dan Papua, Henry bersedia ditempatkan di Yahukimo, Papua,” kata Arief Budiman seperti dikutip dari laman Medcom.id

Arief berharap, kejadian kekerasan seperti yang dialami Henry ini  tidak boleh terulang, “Ini harus menjadi peristiwa terakhir. Jangan lagi ada kekerasan, tidak hanya di Papua tetapi juga didaerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Usai diserahterimakan, Jenasah Hendry lalu di bawa dengan mobil jenasah menuju Pemakaman Umum Rewulu Wetan, Sidokarto, Godean, Sleman.

Dilansir dari laman, kompas.com, tampak ibu almarhum Hendry, Vivin Monica berada di dalam mobil jenazah. Sepanjang perjalanan menuju pemakaman, Vivin Monica menangisi kepergian putranya.

Vivi Monica terlihat tak berhenti mengusap foto anak kesayanganya. “Henry… Henry… Henry,” ucap Vivin Monica saat di dalam mobil jenazah sembari jemarinya mengusap foto Henry.

Saat jenazah Henry Jovinski dimasukkan ke liang lahat, Vivin Monica tak henti-hentinya memanggil anak yang disayanginya itu, “Henry… jangan tinggalkan Mama, Mama sayang Henry. Maafkan Mama, tidak bisa menjaga Henry,” tuturnya.

Sementara itu Sekretaris KPU Papua,  Rylo M. Panai yang juga ikut menghadiri pemakaman Hendry mengaku sangat kehilangan seorang staf KPU yang handal.

“ Kami KPU Papua sangat kehilangan atas kepergian Hendry, di mata kami dia anak yang ramah dan suka senyum, dia smart dan mencintai pekerjaannya, Semoga Tuhan Menerima Hendry di surga, “ ujar Rylo kepada redaksi topik via telepon selulernya, Kamis malam. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (1)

  • Reyn

    Turut berdukacita
    Saya secara pribadi memohon kepada aparat penegak hukum agar dapat menangkap pelaku pembunuhan tsb

    Dan segera berikan hukuman yg setimpal dgn perbuatannya

    Balas13 Agustus 2020 23:53

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less