Ini Poin Pernyataan Sikap Pimpinan Adat Tabi
- account_circle topik papua
- calendar_month Ming, 26 Jul 2020
- visibility 573
- comment 0 komentar

ndofolo Igwa-Igwa Kampung Sereh, Yanto Eluay/Irf
Sentani, Topikapapua.com – Pimpinan Adat wilayahTabi-Saireri menyatakan dukungan penuh, untuk membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Papua.
Hal itu, tertuang dalam pernyataan yang disampaikan saat pertemuan Forum Kepala Daerah Tabi-Saireri Wilayah Adat Tabi, di Pendopo Igwa-igwa Ondikeleuw Haleufoiteuw Hele Wabhouw, Jalan Bisteur Pos, Kampung Sereh, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, pada Jumat (24/7/20)
Adapun isi pernyataannya, (1) Mendukung penuh pembentukan DOB di Provinsi Papua Wilayah Adat Tabi dan Saireri tetap menjadi satu provinsi, yakni Provinsi Papua sebagai provinsi induk.
(2) Mendukung penuh pembentukan DOB di Papua Selatan, yaitu di wilayah adat Animha untuk menjadi DOB Provinsi Papua Selatan yang meliputi Kabupaten Merauke, Kabupaten Asmat, Kabupaten Mappi dan Kabupaten Boven Digoel.
(3) Mendorong pembentukan DOB di Papua, yaitu di wilayah adat Laapago dan Meepago menjadi DOB Provinsi Papua Tengah yang meliputi Kabupaten Jayawijaya, Yalimo, Pegunungan Bintang, Lani Jaya, Tolikara, Nduga, Puncak Jaya, Yahukimo, Mamberamo Tengah, Puncak, Dogiyai, Nabire, Intan Jaya dan Kabupaten Mimika.
(4) Sebagai bagian penutup dari pernyataan sikap adalah mendesak kepada Pemerintah Pusat untuk tetap melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Jilid I di Provinsi Papua sebelum menjalankan Otsus Jilid II.
“Kami sangat berharap agar pernyataan sikap ini dapat tindaklanjuti oleh Forum Kepala Daerah Tabi-Saireri dengan memberikan kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk mempercepat pembentukan DOB di Provinsi Papua,” kata Ondofolo Kampung Sereh Yanto Eluay ,mewakili masyarakat dan tokoh adat Tabi sembari menyerahkan pernyatan sikap kepada Ketua Forum Kepala Daerah yang juga sebagai Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.
Ia mengatakan, DOB di Provinsi Papua harus dilakukan berdasarkan pernyataan sikap yang telah diserahkan tersebut. Karena, perjuangan tentang berdirinya DOB Tabi-Saireri terus didorong, baik oleh Forum Kepala Daerah (FKD) Tabi-Saireri, tetapi juga oleh Tim DOB dan sejumlah organiasi kemasyarakatan lainnya.
“Perjuangan DOB Provinsi Tabi-Saireri terus dilalui, begitu juga dengan lobi-lobi politik terus dilakukan. Semua upaya itu ditempuh hanya untuk lahirnya sebuah daerah otonom baru, sebagai bukti perjuangan para pihak di dua wilayah adat tersebut,” jelasnya.
Pemekaran yang kini diperjuangan oleh Forum Kepala Daerah, tim pemekaran dan organisasi kemasyarakatan lainnya adalah murni demi kepentingan masyarakat di daerah ini.
“Tidak ada kepentingan kelompok maupun pribadi dalam perjuangan pembentukan DOB Tabi-Saireri,” jelasnya.
Ketua Forum Kepala Daerah Tabi-Saireri, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengatakan, DOB Provinsi Tabi-Saireri merupakan agenda yang sudah dibicarakan berkali-kali bersama ketua-ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) di Wilayah Adat Tabi.
Dimana dari berbagai pertemuan, muncul kekompakan yang luar biasa. Semua orang Tabi harus tampil untuk mengurus diri sendiri, karena Tabi memiliki sumber daya alam cukup. Tabi memiliki orang-orang hebat dalam mengatur arah pembangunan daerah, sehingga kedepan masyarakat di Tabi lebih sejahtera.
“Oleh karena itu, kita akan angkat terus dan membicarakan tentang DOB Provinsi Tabi-Saireri sampai ketingkat pusat. DOB yang kita perjuangkan adalah untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan, dengan demikian maka kesejahteraan yang didambakan masyarakat di wilayah ini dapat dicapai,”kata Mathius Awoitauw. (Irf)
- Penulis: topik papua




