Ini Komentar Anggota DPRD Nduga Terkait Tewasnya 2 Warga di Kenyam
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 21 Jul 2020
- visibility 947
- comment 0 komentar

Aparat melakukan evakuasi kepada dua anggota KKSB yang tertembak di Kenyam / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Wakil ketua I DPRD Kabupaten kabupaten Nduga, Elimi Geijangge meminta pihak TNI bertanggung jawab atas peristiwa penembakan yang menewaskan dua warga sipil di Kenyam pada tanggal 18 Juli 2020.
Menurut Elimi, apa yang di lakukan oleh anggota TNI terhadap Elias Karunggu (46) dan Seru Karunggu (20) anak dari Elias Karunggu, merupakan pelanggaran HAM berat dan harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Saya juga termasuk keluarga korban dan kami keluarga menuntut agar pelaku penembakan tersebut harus diproses hukum, ini pelanggaran HAM yang di lakukan oleh angota TNI kepada warga sipil,” Kata Elimi kepada Redaksi Topik Via Telepon seluler, Senin (20/07/20).
Disampaikan Elimi kedua korban penembakan adalah murni warga sipil, yang kesehariannya adalah petani dan operator sensor di daerah kenyam, ibukota kabupaten Nduga.
“Korban ini mereka itu adalah warga sipil yang setiap hari bikin kebun dan berburu, bapak Elias karunggu itu warga biasa dan petani murni, kalau anaknya Seru Karunggu itu operator sensor, “Kata Elimi.
Elimi mengaku bila peristiwa penembakan ini terjadi pada tanggal 18 Juli lalu, dimana saat itu kedua korban bersama puluhan warga lainnya menggunakan perahu untuk menyeberangi kali Keneyam, namun sesampai di Kenyam keduanya di periksa beberapa anggota TNI, dan disitulah penembakan terjadi.
“Saat itu ada sekitar 71 orang yang menyeberang, dan setelah mereka berhasil menyeberang ada anggota TNI dari 330 yang ada jaga di sekitar daerah itu, saat kelompoknya Elias Karunggu ini tiba disitu, anggota TNI ini langsung tangkap bapa Elias dan anaknya, saat itu bapak Elias ini sempat berdebat dengan anggota TNI dan disitulah penembakan terjadi, “Beber Elimi menjelaskan kronologis kejadian penembakan.
Menurut Elimi, Kejadian penembakan terjadi sekitar pukul 2 malam, “Jadi saat penembakan terjadi warga lainnya yang ikut rombongan itu lari dan bawa berita ke saya dan saya urus ke polisi dan pamong yang ada disini, “Lanjutnya.
Elimi mengaku usai melapor ke polisi, dirinya lalu menuju Puskesmas Kenyam dan setiba disana Ia melihat banyak anggota TNI dan polisi serta terdapat dua sosok mayat.
“Saya bertanya kenapa ada banyak anggota disini, dan saya lihat disitu ada dua kantong mayat dan saat saya tanya, mereka bilang ada bukti kapak dan parang yang di bawa oleh bapak dan anak itu, dan mereka bilang juga ada HP dan pistol sebagai barang bukti, tapi saya tau kalau itu rekayasa saja karena saya tau bapak dan anak itu warga sipil biasa, “ungkap Elimi.
Sebagai wakil rakyat, Elimi mengaku sangat kecewa dengan tindakan yang diambil oleh anggota TNI dengan menembak mati dua warga sipil.
“Kami mau tanya kenapa langsung ditembak, kenapa tidak di proses hukum, mereka itu masyarakat biasa, pake koteka, barang bukti tidak ada, jangan di rekayasa, “Tukasnya.
Elimi mengaku, Pasca penembakan, ke esokan harinya keluarga dan masyarakat di kenyam sempat melakukan aksi demonstrasi di koramil, bahkan situasi di kenyam sempat memanas.
“Masyarakat sudah ribut, tapi saya tenangkan mereka. Dan hari ini kami kembali gelar demo di bandara, kami ingin tau alasan TNI menembak mati kedua saudara kami, tapi mereka jawab semua unsur pimpinan tidak berada di tempat, jadi kami bubar tapi kami masih terus akan tanya masalah ini “Tegas Elimi.
Elimi juga mengatakan bila Hingga kini situasi di kenyam relatif kondusif, namun pihaknya masih akan terus menunggu pernyataan dari TNI terkait penembakan tersebut. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




