Empat Pasar Menjadi Klaster Penyebaran Covid-19 di Kota Jayapura..?
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 23 Jun 2020
- visibility 994
- comment 0 komentar

Rapid test di Pasar Youtefa Jayapura / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona baru atau covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura secara bergantian melakukan rapid test massal di empat pasar tradisional .
Keempat pasar yang dimaksud adalah Pasar Hamadi, Pasar Pagi Paldam, Pasar Sore Cigombong dan Pasar Youtefa.
“Sudah ada tiga pasar yang selesai, sekarang ini ke-4. Sebelumnya sudah di Pasar Hamadi, Pasar Pagi Paldam dan Pasar Sore Cigombong,” ujar Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (23/06/20).
Menurut Rustan, Untuk Pasar Youtefa, saat ini pemeriksaan masih berlangsung dan akan berakhir pada Rabu (24/06/20), sementara Untuk tiga pasar lainnya sudah selesai dilakukan rapid test dan proses pemeriksaan cairan tenggorokan (swab).
” Yang sudah rampung semua itu di Pasar Hamadi, kalau yang di paldam sama cikombong ada seagian swab yang belum di PCR, “Ujarnya.
Rustan mengakui temuan kasus di Pasar Hamadi sangat besar karena pemeriksaan juga melibatkan warga yang tinggal di sekitar lokasi pasar.
“Paling banyak temuan kasus di Hamadi karena yang diperiksa juga warga yang tinggal di situ, total 6.954 yang kita rapid ada 1.119 yang reaktif, dari situ dapat 47 persen yang positif, jadi yang positif sekitar 420 orang,” kata Rustan.
Lalu rapid test massal di Pasar Pagi Paldam, sambung Rustan, dari 495 yang diperiksa hasilnya 61 orang reaktif, namun sampai sekarang baru 16 hasil PCR yang selesai diperiksa dan hasilnya 10 pedagang dinyatakan positif.
“Kalau di Pasar Cigombong, dari 269 yang dirapid, hanya empat yang reaktif, hasil pemeriksaan swabnya masih menunggu,” kata dia.
Sehingga total sementara dari pemeriksaan di tiga pasar tradisional adalah 430 pasien positif corona.
Rustan menambahkan, saat ini rapid test massal sedang berlangsung di pasar Youtefa. Pada hari pertama (22/06/20) sudah 523 orang yang diperiksa dan hasilnya 73 reaktif, sementara untuk hari ini (23/06/20) dari hasil rapid kepada 535 orang di temukan 163 yang reaktif.
” Jadi total dua hari ini sudah 1058 orang yang kita rapid dan hasilnya 238 orang yang reaktif, “Jelas Rustan.
Rustan menjelaskan, untuk warga yang reaktif terhadap rapid test, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura akan mengkarantina mereka di dua lokasi.
“Sekarang ada dua tempat karantina yang disiapkan oleh Pemprov Papua, di BPSDM dan Balabkes untuk mengkarantina warga yang reaktif terhadap rapid test,” kata Rustan.
Sedangkan untuk pasien yang sudah dinyatakan positif terpapar virus corona, tidak seluruhnya dirawat di rumah sakit.
Minimnya jumlah ruang isolasi di delapan rumah sakit yang ada di Kota Jayapura, membuat pemerintah harus mencari alternatif lain untuk mengkarantina pasien positif corona yang tanpa gejala.
“Untuk pasien covid-19 yang tidak ada gejala dikarantina di Hotel Sahid, sedangkan yang ada gejala dirawat di rumah sakit,” kata Rustan.
Namun dengan terus bertambahnya junlah pasien positif corona di Kota Jayapura, baik di rumah sakit maupun Hotel Sahid sudah tidak bisa menampung mereka lagi sehingga dibuat kebijakan karantina mandiri bagi pasien tanpa gejala.
“Yang tidak tercover di rumah sakit dan Hotel Sahid terpaksa kita minta karantina mandiri sambil menunggu tempatnya tersedia,” kata Rustan.
Hingga Selasa (23/06/20), total sudah ada 748 kasus positif virus corona di Kota Jayapura, dari jumlah tersebut, 455 pasien masih dirawat, 284 sudah sembuh dan sembilan meninggal dunia. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




