Tolikara Berduka, Pdt Wanimbo : Bagi Kami Guru Yunuma adalah Keluarga
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 27 Des 2019
- visibility 2.243
- comment 0 komentar

Warga Tolikara saat mengantar Jenasah Guru Yunuma di Bandara Karubaga / Ist
Karubaga, Topikpapua.com, – Duka mendalam menyelimuti ratusan anak dan warga di Kabupaten Tolikara, Saat melepas jenasah Yunuma Warumu, Guru kontrak asal Pulau Nias di bandara Karubaga Tolikara, Jumat (27/12/19).
Guru Yunuma meninggal dunia setelah dua hari dirawat intensif di RSUD Karubaga. Menurut Direktur RSUD Karubaga, dokter Delwien Ester Jacop Guru Yunuma meninggal akibat serangan jantung.
” Almarhum Yunuma Warumu berangkat dari kampung Kuari berobat di RSUD Karubaga pada selasa malam ,24 desember 2019 dan di rawat di RSUD Karubaga selama 2 hari dan dinyatakan meninggal dunia pada hari kamis 26 desember, sekitar pada pukul 11.00 Wit, ” Jelas Dokter Jacop.
Menurut Dokter Jacob saat di rawat di RSUD Karubaga Alm mengeluh nyeri pada bagian dada dan ulu hati, ” Denyut hati Almarhum Yunuma tidak stabil selalu naik turun, Sehingga dokter pantau perkembangan kondisi kesehatan dengan berbangai upaya pertolongan melalui peralatan medis. Namun nyawa almarhum yunuma warumu tidak tertolong, ” Ungkap nya.

Kabag Humas Pemkab Tolikara, Darwes menjelaskan bila Almarhum Yunuma Warumu mengawali karirnya sebagai guru kontrak di kabupaten Tolikara sejak tahun 2016 dan diangkat menjadi guru kontrak oleh Pemerintah Tolikara Provinsi Papua melalui yayasan Petra serta ditempatkan di Sekolah Dasar SD Inpres Kuari.
” Kami merasa sangat kehilangan atas kepergian Almarhum, Dia masih sangat muda, kelahiran pulau Nias pada tahun 1988. Almarhum Yunuma setiap harinya mengajar bahasa inggris dan almarhum juga megajar bidang pelajaran lainnya di SD itu, ” Ungkap Darwes.

Sementara itu Menurut Pendeta Menase wanimbo, Selama bertugas di SD Inpres Kuari almarhum dikenal warga Tolikara setia melayani anak – anak sekolah minggu, Selain itu almarhum juga selalu ambil bagian berkhotbah di gereja.
” Saya ingat itu pada perayaan natal gabungan 22 desember lalu, yang di gelar oleh dewan pemuda wilayah kuari almarhum yang berkhotbah. Almarhum juga merupakan pelatih panduan suara Pesparawi Tolikara yang tahun lalu ikut lomba Pesparawi di Kabupaten Fafak Provinsi Papua, ” Beber Pdt Wanimbo.
“Almarhum Yunuma Warumu bukan hanya sekedar seorang guru, Bagi kami dia telah menjadi keluarga masyarakat Tolikara, ” Tambah nya.
Dikisahkan Pendeta Wanimbo bila sebelumnya Almarhum sempat pamit untuk pulang merayakan Natal bersama keluarga di kampungnya pulau Nias. Namun entah mengapa almarhum balik dari Jayapura kembali ke Kampung, dan ketika ditanya almarhum mengatakan “saya merayakan Natal bersama keluarga di kampung Kuari dan nanti hari kamis, 27 Desember baru saya pulang ke kampung di Nias untuk menyambut tahun baru 2020 bersama keluarga”.
” Ternyata Dia balik ke Kampung untuk pamit pulang selamanya ke pangkuan Allah bapa di sorga, ” Ungkap Pendeta Wanimbo.

Atas permintaan keluarga Almarhum di Nias jenazah Yunuma dipulangkan untuk disemayamkan dan dikuburkan di kampung halamannya di pulau Nias.
Ishak tangis Ratusan pelajar dan warga kampung Kuari melepas kepergian Almarhum Yunuma di bandara Karobaga, Jenasah akan di terbangkan menuju Jayapura, selanjutnya menuju Jakarta dan lanjut ke Pulau Nias Via Bandara Palembang.
” Jenasah akan di temani oleh 3 orang yakni Pendeta Manase wanimbo, seorang guru kontrak teman guru di kuari, dan salah satu dokter dari RSUD Karubaga, Kami semua berdoa semoga arwah Guru Yunuma di terima di sisi-Nya, ” Tukas Kabag Humas Pemkab Tolikara, Darwes. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




