Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » KESEHATAN » Posko Pengungsian di Tutup, Korban Banjir Sentani Mulai Terserang Penyakit

Posko Pengungsian di Tutup, Korban Banjir Sentani Mulai Terserang Penyakit

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Rab, 10 Apr 2019
  • visibility 296
  • comment 0 komentar

Sentani, Topikpapua.com, – Paska di tutupnya dua posko induk pengungsian di GOR Toware dan Stadion Bas Youwe, para pengungsi korban banjir bandang dan korban meluapnya air danau sentani tersebar di beberapa titik posko pengungsian.

Hal ini mengakibatkan sulitnya tim kesehatan untuk menjangkau semua titik pengungsian, karena tersebar di seluruh daerah kabupaten Jayapura.

“ Untuk pengungsi banjir bandang yang kini sudah menyebar, sebenarnya kami sudah siapkan dua tim kesehatan yang berkeliling ke posko pengungsian, namun pelayanannya jadi lebih rumit karena penyebarannya lebih banyak,” Ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khairul Lie, ketika dihubungi Redaksi Topik melalui telepon pada Rabu (10/04/2019). .

Khairul mengaku hingga kini terdata para pengungsi luapan air Danau Sentani dan pegungsi banjir bandang sudah tersebar di 21 kampung, dan kini mulai terserang penyakit Malaria.

Dirinya mengaku, Langkah antisipasi dari Pemerintah Kabupaten Jayapura telah dilakukan namun para pengungsi belum memanfaatkannya dengan baik.

“Kita sudah kasih kelambu cuma mereka tidak pakai. Memang ditempat pengungsian harusnya pasang kelambu, tapi banyak yang tidak pasang,” Beber Khairul.

Untuk pelayanan kesehatan, terang Khairul, ada 4 Puskesmas yang melakukan pelayanan ke wilayah Danau Sentani.

Diakui bila ada beberapa jenis penyakit yang mulai diderita para pengungsi pasca banjir dan  meluapnya air Danau Sentani.

“Penyakit yang banyak diderita pengungsi masih Ispa dan Myelgia. Kalau malaria masih sedikit dan itu penyakit endemis biasa yang tiap hari kita temukan,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Papua, Kombes Pol. dr. Ramon Amiman, menjelaskan bila sangat mungkin para pengungsi terserang penyakit malaria.

Namun ia menilai dengan kondisi saat ini kecendrungan korban yang terjangkit adalah mereka yang sebelumnya sudah pernah terkena malaria.

“Kalau (malaria) tropica dia harus tergigit nyamuk baru, tapi kalau terciana itu mereka yang sudah pernah kena dan dengan kondisi stamina menurun, ya mudah terjangkit,” terangnya.

Untuk terhindar dari penyakit malaria, para pengungsi diminta bisa menjaga kebugaran tubuh dan merelaksasi pikiran. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hijaukan Bumi Amungsa, Polres Mimika Tanam 2.500 Bibit Pohon

    Hijaukan Bumi Amungsa, Polres Mimika Tanam 2.500 Bibit Pohon

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Timika, Topikpapua.com,  –  Memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia, Polres Mimika beserta gabungan TNI, Pemda dan seluruh masyarakat Kabupaten Mimika melakukan gerakan penghijauan dengan menanam 2.500 bibit pohon di Polres Mimika Mile 32, Jumat 10 Januari 2020. Kegiatan Penanaman 2.500 bibit pohon ini dipimpin langsung Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, S.IK., dan hadiri […]

  • INSPIRATIF, Tingkatkan Literasi Anak, Komunitas SAKU Siap Bangun 50 Lapak Baca di Yapen

    INSPIRATIF, Tingkatkan Literasi Anak, Komunitas SAKU Siap Bangun 50 Lapak Baca di Yapen

    • calendar_month Sel, 29 Agu 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Meskipun hanya beranggotakan 3 personel, komunitas SAKU ( SA SUKA BUKU) terus berupaya menularkan aksi literasi di berbagai pelosok. Seperti yang tengah dilakukan yakni 50 target Pak Cani atau lapak baca mini yang digaungkan oleh Agis Nursyeha selaku founder SAKU YAPEN. “Baru terbentuk 12 lapak baca mini, tersebar di beberapa lokasi seperti […]

  • Mabuk, Sopir Blakos Tabrak 2 Motor, 1 Orang Tewas

    Mabuk, Sopir Blakos Tabrak 2 Motor, 1 Orang Tewas

    • calendar_month Ming, 12 Feb 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, , Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Kota Jayapura dan memakan korban nyawa. Kecelakaan kali ini dimana Mobil Daihatsu Grandmax Pickup yang menabrak dua sepeda motor hingga salah satu pengendara motor meninggal dunia di TKP yang berlokasi di Jalan Raya Holtekamp tepatnya di depan Gedung DHL Hol Balai Kampung Holtekamp Distrik Muara Tami, […]

  • Pemuda Tabi Saireri Tegaskan Tolak Lukas Enembe Sebagai Kepala Suku Besar Papua

    Pemuda Tabi Saireri Tegaskan Tolak Lukas Enembe Sebagai Kepala Suku Besar Papua

    • calendar_month Jum, 14 Okt 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sentani, Topikpapua.com, – Sebagai salah satu tokoh adat di Papua asal Sentani, Yanto Khomlay Eluay menolak pengukuhan Gubernur Papua Lukas Enembe sebag sebagai Kepala Suku Besar Papua oleh Dewan Adat Papua (DAP). Menurut Yanto, hal itu merupakan tindakan yang merusak tatanan adat Papua, bahkan mencoreng wibawa masyarakat di tanah ini. “Kenapa saya katakan seperti itu, […]

  • Ini Pidato Gubernur Papua Terpilih, Mathius Fakhiri Paska Putusan MK

    Ini Pidato Gubernur Papua Terpilih, Mathius Fakhiri Paska Putusan MK

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 761
    • 0Komentar

    Jakarta, Topikpapua.com, – Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya memutuskan menolak semua gugatan yang disampaikan oleh kuasa hukum Paslon BTM-CK dalam sidang putusan yang di laksanakan pada hari Rabu 17 September 2025 di Jakarta. Paska putusan MK, Pasangan Mathius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen menyambut gembira putusan tersebut. “Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, […]

  • Tak Ada Guru, Belasan Ribu Anak di Intan Jaya Terancam Putus Sekolah   

    Tak Ada Guru, Belasan Ribu Anak di Intan Jaya Terancam Putus Sekolah  

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Intan Jaya, Topikpapua.com, – Potret pendidikan di Kabupaten Intan Jaya saat ini terlihat memprihatinkan. Hal ini ditengarai dengan adanya kabar soal belasan ribu anak usia pelajar terancam mengalami drop out (DO) alias putus sekolah di wilayah tersebut. Faktor utama pemicu ribuan anak tidak bisa melanjutkan pendidikan di jenjang SD, SMP hingga SMA itu akibat ketiadaan […]

expand_less