Situasi Boven Digoel Memanas, Ini Pesan Kapolda Papua Kepada Warga

1
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw / ist

Tanah Merah, Topikpapua.com, –  Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) mengeluarkan Surat Keputusan yang menyatakan Pasangan calon nomor urut 4, Yusak Yaluwo, SH., MSi dan Yakob Weremba S.PAK tidak dapat ikut sebagai peserta dalam proses pemilihan kepala daerah di kabupaten Boven Digoel pada tanggal 09 Desember mendatang.

Dalam surat Keputusan KPU RI no :584/PL.02.2-KPT/06/KPU/XI/2020 Tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel Tahun 2020 Tertanggal 28 November Tahun 2020,  pada poin Kedua huruf B menyatakan, Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Boven Digoel Nomor 20/PL.02.3-Kpt/9116/KPU-Kab/IX/2020 tentang Penetapan Nomor Urut dan Daftar Pasang Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel Tahun 2020, sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Boven Digoel Nomor 33/33PL.02.3-Kpt/9116/KPU-Kab/XI/2020 tentang Perubahan atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Boven Digoel Nomor 20/PL.02.3-Kpt/9116/KPU-Kab/XI/2020 tentang Penetapan Nomor Urut dan Daftar Pasangnan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel Tahun 2020, sepanjang terkait dengan penetapan nomor urut dan daftar Pasangan Calon atas nama Yusak Yaluwo, SH., MSi dan Yakob Weremba S.PAK, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Atas keputusan tersebut, para pendukung paslon Yusak – Yakob marah dan melakukan aksi pemblokiran jalan dan pembakaran ban di pusat kota kota tanah merah.

Baca JugaKPU RI Gugurkan Paslon Yusak-Yakop, Situasi Boven Digoel Memanas

Massa meminta KPU bertanggung jawab atas putusan tersebut, pasalnya kedua calon sudah mendaftar dan dinyatakan lolos oleh KPU Boven Digoel dan KPU Papua, bahkan telah mengikuti proses pencabutan nomor urut, namun kemudian oleh KPU RI kedua Paslon tersebut dinyatakan tidak bisa mengikuti pesta demokrasi sebagai peserta karena alasan pernah tersangkut kasus korupsi.

Menyikapi eskalasi politik yang meningkat dan berpotensi rusuh di Boven digoel paska keluarkannya SK dari KPU RI, Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw menghimbau kepada kepada pasangan Calon beserta tim sukses yang merasa tidak puas untuk tidak memobilisasi massa maupun melakukan hal yang dapat merugikan bersama.

“ Kalau tidak puas dengan putusan KPU RI  dapat melakukan gugatan sesuai mekanisme hukum sehingga kondusifitas di Kabupaten Boven Digoel tetap terjaga,”Kata Kapolda lewat rilis yang diterima Redaksi Topik, Minggu (29/11/20) malam.

Kapolda juga meminta kepada semua warga di Boven Digoel untuk ikut menjaga kamtibmas serta tetap taat pada protokol kesehatan covid-19.

“Mari kita bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di kabupaten Boven Digoel agar tetap aman dan kondusif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan khususnya dalam pelaksanaan  Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati, sehingga kita mendapatkan pemimpin yang terbaik yang dapat memajukan masyarakat dan pembangunan di kabupaten Boven Digoel, “Pungkas Kapolda. (Redaksi Topik)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here