Ricuh Keerom, Dua Warga Tertembak

oleh -16 Dilihat
Kapolres Keerom, AKBP Baktiar Joko Mujiono (kiri) bersama PJS Bupati Keerom Ridwan Rumasukun, saat memberikan keterangan Pers di Mapolres Keerom, jumat malam / ist

Keerom, Topikpapua.com, –  Paska pembubaran paksa terhadap warga yang memalang jalan utama trans di Arso II kabupaten Keerom Jumat pagi tadi, di laporkan dua warga tertembak.

Kapolres keerom, AKBP Joko Mujiono menerangkan bila kedua warg ditembak aparat karena mencoba melawan saat dibubarkan.

“Ada dua orang yang tertembak, dan itu terkena peluru karet karena melakukan perlawanan kepada petugas,” Kata Joko dalam keterangan pers di Mapolres Keerom, Jumat (02/10/20) malam.

Dijelaskan Kapolres Joko, saat ini kondisi kedua warga yang tertembak peluru karet dalam keadaan stabil dan terkait aksi penembakan tersebut, diakui Kapolres apa yang dilakukan aparat di lapangan telah sesuai dengan prosedur.

“kami sudah sesuai aturan, pertama semrot water canon, lalu gas air mata, tembakan peringatan dengan peluru hampa namun mereka belum bubar malah mencoba melawan, tindakan terakhir kita pake peluru karet,” Jelasnya.

Kapolres Joko juga menegaskan bila sampai saat ini hanya ada empat orang yang diamankan karena di duga kuat sebagai aktor dan pelaku dalam aksi pembakaran, pengerusakan serta pemalangan jalan.

“Kami amankan empat orang, Kemarin tiga sedangkan tadi pagi satu orang. sementara dua orang lainya kami amankan hanya untuk mendapatkan perawatan medis akibat terkena peluru karet petugas,” cetusnya.

Lanjutnya empat orang yang diamankan tersebut kini masih dalam pemeriksaan oleh penyidik Sat Rekrim Polres Keerom.

Sementara itu, terkait situasi saat ini di kabupaten Keerom, diakui Joko relative terkendali, meski dibeberapa titik masih dilakukan penjagaan oleh petugas untuk mengantisipasi aksi susulan.

“Situasi sudah kondusif anggota kami pun masih berada di lapangan termaksud menjaga beberapa kantor pemerintahan,” ujar Joko.

Diberitakan sebelumnya, pada hari kamis petang ratusan massa membakar dua kantor di kompleks Perkantoran pemkab Keerom, termasuk merusak kantor Bupati. Jumat pagi, massa kembali berulah dengan memalang jalan utama di Arso II.

Rangkaian aksi yang dilakukan massa ini terkait hasil pengumuman CPNS kabupaten Keerom.  (Redask Topik)

One thought on “Ricuh Keerom, Dua Warga Tertembak

  1. Permasalahan sosial politik yang terjadi di Tanah Papua karena beberapa alasan sbb:
    ✓Masalah sejarah penyatuan Bangsa Papua ke dalam Bingkai NKRi tidak jelas, alias rekayasa. Alasannya: Ikut Sejarah Nusantara di mana Papua termasuk di dalamnya. Atau ikut bekas jajahan Belanda dulu. Namun kedua-duanya tidak bisa buktikan karena tak ada seorang sejarahwan yang sanggup menjelaskan kepada Bangsa Papua sampai sekarang.

    √Referendum yang dilakukan dengan nama PEPERA tahun n 1969 meski di akui oleh PBB (Resolusi 1504) tapi tetap ilegal menurut aturan Internasional (one man one vote). Karenanya Bangsa Papua menyatakan PEPEA itu ilegal. Hal ini perlu diseminarkan di kampus-kampus perguruan tinggi di Papua.

    ✓Pemerntah RI harus merubah pendekatan keamanan di Papua, dari militeristik kepada pendekatan kultural melalui Dewan Adat (7 wilayah adat di Papua). Sehingga MRP, DAP, GEREJA dan komponen masyarakat untuk menentukan solusinya sesuai adat mereka yang lazim. Jangan Jakarta yang terus-menerus mengintervensi hak kultural mereka.

    ✓ Semua wilayah konflk di Papua harus ditempatkan Danpos seorang asli Papua yang tahu bahasa dan adat setempat untuk berkomunikasi dengan masyarakat setempat lewat pendekatan kultural. Sehingga tidak terkesan terjadinya perang antar pribumi dan pendatang. Hal ini sangat indah perlu ditanggapi dengan serius.

    Demikian usul dari saya agar menjadi masukan dan pertimbangan bagi Pemerintah Pusat untuk menghadirkan Papua yang damai, adil dan bermartabat di hari esok. Tuhan Yesus memberkati!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.