Banyak Tenaga Medis Terpapar Corona, Satgas Provinsi akan Lakukan ini
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 14 Jul 2020
- visibility 1.022
- comment 0 komentar

Situasi di RSUD Jayapura pasca 84 tenaga medis terpapar corona/ Nug
Jayapura, Topikpapua.com, – Banyaknya tenaga medis di kota Jayapura yang terpapar virus corona membuat pelayanan di delapan Rumah sakit yang ada di Jayapura kurang maksimal.
Terkait hal ini, Satgas Covid-19 Papua berencana untuk melakukan beberapa alternatif kebijakan guna menyelamatkan tenaga medis yang tersisa dan pelayanan terhadap masyarakat tetap bisa di lanjutkan.
“Salah satu alternatif yang akan kami lakukan adalah meminta kesediaan semua tenaga medis yang ada di 8 Rumah sakit ini untuk melakukan test swab, sehingga kita bisa mengetahui seberapa banyak petugas kesehatan kita yang terpapar dan yang tidak, “Ungkap Jubir Satgas Covid-19 Papua, dr.Silwanus Sumule kepada Pers, Senin (13/07/20) malam.
Menurut Sumule, langkah ini diambil agar pihaknya bisa mengetahui sudah berapa banyak tenaga medis yang terpapar corona, termasuk berapa banyak juga yang belum tertular.
“Seumpama nya hasil swab tersebut di dapati banyak tenaga medis yang terpapar maka akan ada perubahan-perubahan kebijakan yang akan diambil, baik dalam hal rujukan pasien dan tata cara penanganan pasien covid di 8 rumah sakit tersebut, “Katanya.
Terkait kebijakan apa yang akan diambil, Sumule yang juga adalah sekretaris dinas kesehatan provinsi Papua mengaku, tergantung dari hasil pemeriksaan swab.
“ Kebijakan apa yang akan kami ambil.., ya itu itu tentunya akan disesuaikan dengan data hasil pemeriksaan swab semua tenaga medis di 8 umah sakit tersebut, yang jelas pasti ada perubahan dalam hal pelayanan, “Katanya.
Sebelumnya di beritakan terdapat 84 tenaga medis di RSUD Jayapura yang di laporkan positif covid-19, akibatnya pihak Rumah Sakit mengeluarkan kebijakan menggabungkan beberapa ruang pelayanan untuk rawat inap.
“Karena tenaga medis kita sudah berkurang, maka saat ini kita hanya aktifkan 4 ruang penginapan saja, yaitu ruang rawat inap infeksius pria, ruang rawat inap infeksius wanita, ruang rawat inap non infeksius pria dan ruang rawat inap non infeksius wanita, “ Kata Direktur RSUD Jayapura, dr.Alosyus Giyai kepada pers belum lama ini.
Sementara ruang perawatan yang tetap berjalan seperti biasa adalah ruang IGD, Ruang Hemodialisa, ruang ICU dan ICCU, bagian kebidanan dan kandungan, perinatologi (ruang bayi) ruang anak, kelas I dan ruang perawatan Paru.
“Kita juga meniadakan untuk sementara ruang rawat inap VIP, untuk jam besuk juga kita tiadakan untuk sementara dan untuk pasien yang saat ini sedang di rawat hanya boleh di temani oleh satu orang saja,”Tukas dokter Alo.
Dokter Alo mengatakan kondisi ini akan berlangsung hingga waktu yang belum di tentukan, mengingat hingga kini dari 84 tenaga medis yang positif baru 15 orang yang dinyatakan sembuh, namun masih harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari kedepan.
“Kita belum bisa tentukan kapan pelayanan akan kembali maksimal karena kita juga tidak tau kapan tenaga medis kita yang positif ini sembuh, bisa 1 bulan, bisa juga sampai 3 bulan. Saya meminta kita semua berdoa agar mereka cepat sembuh sehingga bisa kembali bertugas, “Pungkas dr. Alosyus. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




