Kasus Positif C-19 Meningkat di Distrik Japsel, Pemkot Siap ‘Lockdown’ Beberapa Kompleks
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 8 Mei 2020
- visibility 3.827
- comment 0 komentar

Pasar Hamadi Jayapura / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Pemerintah Kota Jayapura berencana untuk mengkarantina sejumlah wilayah di distrik Jayapura Selatan. Rencana ini menyusul adanya temuan kasus Pasien Positif Covid-19 yang cukup signifikan di Distrik tersebut.
Ketua Gugus Tugas C-19 Kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus tim Gugus tugas Covid-19 Kota Jayapura adalah pasar Hamadi.
“ Hari ini kita rapat evaluasi dan rencananya Senin depan akan dilakukan penutupan pasar Hamadi, direncanakan berlaku mulai 11-25 Mei 2020. “ kata Rustan Saru, Jumat (08/05/20).
Dijelaskan Rustan penutupan ini menyusul adanya temuan 10 orang penjual ikan yang terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan hasil test swab dengan metode PCR.
“ Kami juga nantinya akan melakukan rapid test di Pasar Ikan Hamadi dan apabila hasil yang diperoleh nantinya reaktif, maka Pemerintah akan mengambil langkah untuk menutup pasar ikan, dan focus pada pemeriksaan sekaligus melakukan pendataan warga yang melakukan interaksi, untuk selanjutnya di tes kembali dan pendataan bantuan social, “Jelas Rustan.
Rustan Juga mengakui bila saat ini pemerintah kota Jayapura tengah menyiapkan satu lokasi khusus yang akan menampung semua orang yang masuk dalam kategori ODP, PDP dan OTG.
“Mereka ini akan kami fokuskan dalam satu tempat, sehingga memudahkan pemerintah untuk melakukan control dan pengawasan,” katanya.
Selain wilayahbPasar Hamadi , lanjut Rustan, Pemkot Jayapura juga akan melakukan penutupan di sejumlah wilayah yang merupakan lokasi pemukiman orang-orang yang positif yakni di Hamadi Rawa 1 tembus argapura, belakang Hamadi Pronton termasuk kompleks SMA 4 Entrop.
“Rencananya penutupan akan dilakukan selama 2 pekan untuk lokasi-lokasi tersebut,” kata Rustan.
Rustan berharap, masyarakat di Kota Jayapura khususnya masyarakat pemukim di wilayah-wilayah yang telah disebutkan diatas, dapat bekerjasama dengan pemerintah.
“Kami harap masyarakat dapat memahami dan mengetahui, agar jangan kaget, jika ada tindakan penutupan pasar Hamadi dan penutupan wilayah di Hamadi Rawa 1 dan Pronton. Ini langkah konkrit dari pemerintah, karena wilayah ini sudah masuk zona merah, sehingga harus dilakukan pembersihan, jika tidak persoalan ini tidak akan tuntas, sehingga kami minta kerjasama masyarakat,” Pungkas Rustan.
BTM : Warga yang di Karantina akan Kami Bantu
Sementara itu terkait nasib warga yang daerahnya akan di karantina, Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengaku akan memberikan bantuan berupa sembako bagi wargaselama masa karantina berlaku.
“Nanti kita berikan bantuan sembako, kan rencananya penutupan itu 5 hari sampai 1 minggu saja, tapi nanti kita lihat lagi perkembangannya, “Kata BTM lewat pesan WhatsUp nya, Jumat (08/05/20) malam.
BTM juga mengaku pihaknya akan segera melakukan Rapid test kepada semua warga yang di karantina, termasuk semua pedagang di pasar hamadi dan semua penjual ikan di pasar ikan Hamadi.
“ Rencana besok kita mulai rapid para pedagang dan penjual ikan di pasar hamadi, selanjutnya warga yang di karantina akan kita Rapid semua, “ujar BTM.
BTM juga mengatakan bila besok rencananya Pemkot Jayapura akan menggelar rapat untuk membahas evaluasi pemberlakuan jam malam dan pemberlakuan jam operasional ekonomi di kota jayapura. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




