Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Ini Alasan Kejati Papua Periksa Bupati Keerom

Ini Alasan Kejati Papua Periksa Bupati Keerom

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sen, 17 Feb 2020
  • visibility 2.275
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, –  Pemanggilan Bupati Keerom, Muhammad Markum oleh Kejati Papua sebagai Saksi dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah dan bansos Kabupaten Keerom, terkait dengan penjelasan terhadap penggunaan dana bansos untuk tiga lembaga.

“Jadi kita minta keterangan beliau ini untuk dimintai keterangannya, karena beliau selaku orang yang menetapkan alokasinya, memang saat itu beliau ini Wakil Bupati, tapi ada juga alokasi dari dana itu beliau yang terima dalam arti kata dibawah binaan beliau, salah satu contohnya Pramuka,” kata Aspidsus Kejati Papua, Lukas Alexander Sinuraya, Senin (17/02/20).

Ia menyebut dua diantara Lembaga yang menerima dana Bansos tersebut adalah Pramuka dan KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Kabupaten Keerom,  dimana Bupati Keerom, Muhammad Markum sebagai ketua untuk kedua Lembaga tersebut.

Alexander mengatakan Bupati sendiri telah di periksa pekan lalu, tepatnya Jumat (14/02/20) dengan 16 pertanyaan. “ Ini kan kita panggilnya sebagai saksi untuk dimintai keterangan beliau sejak pukul 15.00 – 22.30 WIT,” katanya.

Ia menyebut, tidak menutup kemungkinan Bupati Keerom bakal dimintai keterangan lanjutan oleh pihak kejaksaan. “ Nanti kita sambungkan keterangannya beliau ini, kalau memang masih diperlukan maka kita akan panggil beliau lagi,” jelasnya.

Ia menyebut untuk penanganan kasus dugaan penyalagunaan dana Hibah dan Bansos Kabupaten Keerom ini memang belum ada satupun tersangka yang ditetapkan, Kejaksanaan dalam hal ini sangat berhati-hati, sebab ada banyak saksi yang harus diperiksa dan itupun harus teliti, sebab ini menyangkut pertanggung jawaban terhadap penggunaan dana tersebut.

Sekedar diketahui, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua melakukan penyelidikan penggunaan dana hibah dan bantuan sosial ( bansos) Tahun 2017 di Kabupaten Keerom, yang tidak sesuai peruntukannya. Jumlah dananya sebesar Rp57 Miliar untuk Dana Hibah dan Rp 57 miliar dana bansos Rp 23 miliar.

“Jumlah keseluruhan dana hibah dan bansos yang ada pertanggungjawabannya hanya sekitar Rp 20 miliar, jadi masih Rp 60 miliar yang belum dipertanggungjawabkan,” ujar Kepala Seksi Penyidikan Kejati Papua Nixon Mahuse beberapa waktu lalu. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Tahun Baru: Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura Terluka, Diduga Peluru Nyasar

    Malam Tahun Baru: Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura Terluka, Diduga Peluru Nyasar

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota Dibackup Bid Labfor dan Dit Reskrimum Polda Papua akan lakukan penyelidikan terkait laporan pengaduan tentang adanya orang yang diduga terkena benda berupa peluru atau proyektil pada Rabu (1/1) dini hari sekitar Pukul 00.05 WIT di Kompleks Perumahan Pemda II Cigombong Blok E No. 8 Kotaraja Distrik Abepura. […]

  • Disentani, Wanita 40 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri

    Disentani, Wanita 40 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri

    • calendar_month Sab, 6 Feb 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 3.454
    • 0Komentar

    Sentani, Topikpapua.com, – Entah apa yang ada di pikiran Jemina Kakadi, wanita paruh baya berusia 40 tahun ini nekad mengakiri hidupnya dengan menggantung diri di rumahnya di kompleks Belakang Timung Bukit Daun, Jalan Raya Hawaii-Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (05/02/21). Kapolsek Sentani Kota, Kompol Ruben Palayukan mengatakan pengungkapan peristiwa ini setelah salah satu teman korban, Dapina […]

  • Korupsi jadi Momok, Jokowi Minta Masyarakat Papua Awasi Ketat Anggaran Pembangunan

    Korupsi jadi Momok, Jokowi Minta Masyarakat Papua Awasi Ketat Anggaran Pembangunan

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Presiden Jokowi meminta masyarakat Papua mengawasi anggaran pemerintah yang diperuntukan bagi pembangunan di wilayah Papua. Dikatakan Presiden, korupsi menjadi momok di seluruh wilayah dalam pembangunan daerah. Dan sejak 2014-2022, pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran Rp1.036 triliun untuk pembangunan tersebut. “Uang ini sangat besar sekali, makanya saya minta masyarakat Papua, tolong awasi, kawal, […]

  • Polisi Ringkus 7 Remaja Perusak Lampu JPU Padang Bulan

    Polisi Ringkus 7 Remaja Perusak Lampu JPU Padang Bulan

    • calendar_month Rab, 9 Mar 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 88
    • 1Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,- Tujuh remaja pelaku pengrusakan lampu jembatan penyeberangan di depan SLTP YPPK St. Paulus Padang Bulan, Distrik Heram, Kota Jayapura, akhirnya diringkus aparat Kepolisian Sektor Heram, Rabu (9/3/2022) siang. Para pelaku ini masih berstatus pelajar atau anak dibawah umur. Mereka masing-masing berinisial HM, KM, JE, SK, RAG, ARM dan YFM. Kapolsek Heram AKP Frangky […]

  • Kalah Dari Kalteng Putra, Hendri: Kami Kurang Beruntung!

    Kalah Dari Kalteng Putra, Hendri: Kami Kurang Beruntung!

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Palangkaraya, Topikpapua.com, – Pelatih PSBS Biak Hendri Susilo mengaku keberuntungan belum memihak timnya saat laga tandang menghadapi Kalteng Putra FC, di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Minggu (17/9/2023). Skuad berjuluk Badai Pasifik menyerah 1-0 akibat gol cepat Guy Junior dua menit laga dilakukan. PSBS sebenarnya tampil tidak buruk. Sejumlah peluang mereka ciptakan di gawang tim berjuluk […]

  • Atasi Pengangguran dan Bangkitkan Pendidikan, 400 Lebih Guru Asli Lanny Jaya Dikontrak

    Atasi Pengangguran dan Bangkitkan Pendidikan, 400 Lebih Guru Asli Lanny Jaya Dikontrak

    • calendar_month Rab, 17 Mar 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 650
    • 2Komentar

    Tiom, Topikpapua.com, – Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya tahun ini mengontrak lebih dari 400 guru Orang Asli Lanny Jaya (OAL). Hal ini dilakukan guna mengatasi kekurangan guru dan juga mengatasi banyaknya putra putri asli Kabupaten Lanny Jaya yang belum bekerja. Kepala Dinas Kabupaten Lanny Jaya Tan Wanimbo S.Sos. M.Si , mengatakan nantinya guru kontrak OAL […]

expand_less