Dinas PU Papua Minta Aktifitas Penggalian Dibahu Jalan Memperhatikan Keselamatan Warga
- account_circle topik papua
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 163
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua meminta masyarakat dan pelaksana pekerjaan memastikan setiap galian untuk pemasangan pipa di badan jalan segera ditutup dan dikembalikan ke kondisi semula.
Imbauan tersebut disampaikan karena bekas galian yang dibiarkan terbuka atau tidak diperbaiki dengan baik dapat membahayakan pengguna jalan.
Kepala Dinas PU Provinsi Papua, Natir D Renyaan mengatakan, pekerjaan pemasangan pipa yang memotong badan jalan harus memperhatikan keselamatan masyarakat dan kondisi konstruksi jalan.
“Kalau termasuk gali-gali untuk pemasangan pipa, tolong diperbaiki kembali. Setelah dilakukan kegiatan itu, ya tolong diperbaiki kembali sehingga tidak mencelakai orang lain,” kata Natir di Kota Jayapura, Kamis (24/9/2026).
Menurut Natir, galian yang melintang di tengah jalan dapat mengganggu pengendara, terutama apabila permukaan jalan yang menonjol tidak segera diratakan kembali.
Karena itu, pelaksana pekerjaan diminta mengembalikan kondisi jalan setelah pemasangan pipa selesai dilakukan.
“Contoh mungkin masyarakat ada pasang pipa di tengah jalan melintang begitu, tolong ditutup kembali. Entah itu dia mau pakai campuran semen atau aspal ya silakan, tapi mohon ditutup kembali sehingga tidak membahayakan orang lain,” tegasnya.
Ia menekankan, perbaikan tidak cukup hanya dengan menutup lubang galian, tetapi harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi permukaan jalan agar aman dilalui.
Dinas PU Papua berharap masyarakat maupun pihak yang melakukan pekerjaan utilitas ikut bertanggung jawab terhadap kondisi infrastruktur setelah pekerjaan selesai.
Natir juga menghimbau kepada masyarakat agar menghentikan aktivitas penggalian liar untuk mengambil kabel tembaga bekas di kawasan Dok V, Kota Jayapura.
Selain merusak fasilitas umum, aktivitas tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dan meningkatkan risiko kerusakan lingkungan.
“Di sepanjang Dok V ada aktivitas gali-galian untuk mengambil kabel tembaga. Akibat dari ulah masyarakat yang tidak terpuji ini, ke depannya akan menjadi bahaya bagi orang lain,” ujar Natir.
Menurut dia, aktivitas penggalian dapat merusak bahu jalan dan saluran drainase yang menjadi bagian penting dari infrastruktur perkotaan.
Kondisi tersebut semakin berisiko karena sejumlah wilayah di Kota Jayapura memiliki karakteristik tanah dan kontur perbukitan yang membutuhkan penanganan secara teknis.
“Kalau fasilitas umum dirusak, dampaknya bukan hanya hari ini. Ke depan bisa menjadi masalah bagi masyarakat,” katanya.
Natir meminta masyarakat tidak melakukan penggalian secara sembarangan, terutama di sekitar badan jalan, bahu jalan, dan saluran drainase.
Dinas PU Papua juga mengajak masyarakat turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah agar dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.
“Ini menjadi perhatian kita bersama supaya jangan sampai aktivitas seperti ini justru merugikan masyarakat lainnya,” ujarnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua






Saat ini belum ada komentar