Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Siap Eksekusi, Program Pace–Mace Menunggu Pergub dan Anggaran Perubahan Cair

Siap Eksekusi, Program Pace–Mace Menunggu Pergub dan Anggaran Perubahan Cair

  • account_circle topik papua
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, — Dinas Pendidikan Provinsi Papua memastikan program unggulan “Pace–Mace” yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Papua segera dijalankan setelah draft Peraturan Gubernur (Pergub) rampung.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, mengatakan saat ini pihaknya telah menyelesaikan penyusunan Pergub beserta petunjuk teknis (juknis) bersama tim dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Draft tersebut akan segera diserahkan ke Biro Hukum untuk difinalisasi sebelum ditandatangani gubernur.

“Draft Pergub-nya sudah final. Kami akan serahkan ke Biro Hukum supaya segera dipatenkan dan ditandatangani Bapak Gubernur. Setelah itu program ini bisa langsung dijalankan,” ujar Medlama kepada awak media saat ditemui di Gedung Negara Dok V Jayapura, Senin (7/9/2026) malam.

Ia menjelaskan, sistem seleksi dalam program Pace–Mace dirancang transparan dan berbasis digital. Pendaftaran beasiswa dilakukan secara online melalui aplikasi, sehingga peserta tidak perlu datang langsung ke kantor dinas.

“Semua berbasis online. Tidak ada lagi titip berkas atau interaksi langsung. Kita seleksi murni dari data yang masuk, termasuk prestasi akademik dan kondisi ekonomi,” jelasnya.

Program Pace menyasar pelajar di bawah kewenangan provinsi, yakni lima sekolah negeri khusus dan tujuh Sekolah Luar Biasa (SLB), dengan total penerima mencapai lebih dari 3.000 siswa. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp4 miliar lebih, termasuk biaya kebutuhan siswa.

Sementara itu, program Mace (Mahasiswa Cerdas) ditujukan bagi mahasiswa dengan skema pembiayaan yang lebih besar, diperkirakan mencapai Rp60 hingga Rp70 miliar. Pembayaran biaya kuliah dilakukan langsung ke pihak kampus, sedangkan mahasiswa menerima biaya hidup.

“Pembayaran SPP langsung ke kampus. Jadi mahasiswa fokus belajar, dan kampus juga memberikan perhatian penuh karena biaya sudah dijamin,” katanya.

Medlama menambahkan, distribusi beasiswa tidak hanya terpusat di Jayapura, tetapi juga dialokasikan ke daerah yang memiliki perguruan tinggi, seperti Biak dan Kepulauan Yapen.

“Kita kirim kuota ke kampus-kampus di daerah. Jadi anak-anak Papua yang kuliah di sana tetap bisa mendapatkan beasiswa tanpa harus ke Jayapura. Ini untuk pemerataan,” ujarnya.

Untuk tahap awal, jumlah penerima Mace ditargetkan bertahap hingga mencapai 1.000 mahasiswa selama masa kepemimpinan gubernur saat ini.

Selain itu, seleksi untuk sekolah kedinasan juga telah dilakukan secara terbuka dengan melibatkan seluruh kabupaten/kota di Papua. Sebanyak 60 peserta telah lulus seleksi dan akan diberangkatkan setelah anggaran tambahan disahkan.

Medlama menegaskan seluruh proses seleksi bebas dari intervensi pihak mana pun, termasuk dari pimpinan daerah.

“Tidak ada intervensi. Semua murni tes terbuka. Tidak ada jalur khusus. Semua anak Papua punya kesempatan yang sama,” tegasnya.

Ia berharap program Pace–Mace dapat segera direalisasikan melalui alokasi anggaran perubahan, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

“Kita tidak mau program ini hanya jadi wacana. Begitu anggaran ada, kita langsung jalan,” pungkasnya. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less