Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Buku “Papua: The Heart Of Indonesia–Pacific Food Resilience” Karya Steve Mara, Resmi Diluncurkan di Jakarta

Buku “Papua: The Heart Of Indonesia–Pacific Food Resilience” Karya Steve Mara, Resmi Diluncurkan di Jakarta

  • account_circle topik papua
  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jakarta, Topikpapua.com, – Buku “Papua: The Heart Of Indonesia–Pacific Food Resilience” karya Steve Rick Elson Mara, S.H., M.Han. resmi diluncurkan dalam kegiatan Launching dan Bedah Buku yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

Buku yang mengusung subjudul “Strengthening Food Security for National Sovereignty” tersebut mengangkat gagasan mengenai pentingnya menempatkan ketahanan pangan sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional, ketahanan negara, pembangunan berkelanjutan, serta posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.

Peluncuran buku ini menjadi ruang untuk memperluas diskusi mengenai Papua, bukan hanya sebagai wilayah paling timur Indonesia, tetapi sebagai wilayah yang memiliki potensi strategis dalam membangun ketahanan pangan Indonesia dan memperkuat konektivitas dengan kawasan Pasifik.

Dalam buku tersebut, Steve Rick Elson Mara menyoroti bahwa ketahanan pangan perlu dipahami secara lebih luas. Pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi dan menyediakan makanan, tetapi juga menyangkut kemampuan sebuah negara untuk menjaga sumber daya, mengurangi kerentanan terhadap gangguan rantai pasok global, serta memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman, dan berkelanjutan.

Perspektif tersebut menjadi semakin relevan di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, dinamika geopolitik, gangguan rantai pasok, tekanan terhadap sumber daya alam, hingga meningkatnya kebutuhan pangan dunia.

“Pangan adalah kedaulatan. Sebuah bangsa yang mampu menjaga sumber pangan dan sistem pangannya akan memiliki ruang yang lebih besar untuk menentukan masa depannya sendiri,” ujar Steve Rick Elson Mara dalam momentum peluncuran bukunya.

Salah satu pesan utama buku ini adalah pentingnya melihat Papua dalam perspektif yang lebih strategis.

“Papua memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang sangat besar, termasuk potensi di bidang pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan. Di sisi lain, masyarakat Papua juga memiliki pengetahuan lokal dan praktik pengelolaan sumber daya yang telah berkembang secara turun-temurun,” ungkap Steve.

Menurutnya, Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui pendekatan pembangunan yang mampu mempertemukan kepentingan nasional dengan keberlanjutan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat.

“Karena itu, pembangunan ketahanan pangan di Papua tidak cukup hanya diukur berdasarkan peningkatan produksi. Lebih dari itu, pembangunan harus memastikan bahwa masyarakat lokal dan masyarakat adat mendapatkan ruang yang kuat untuk menjadi subjek pembangunan, bukan hanya menjadi objek,” jelasnya.

Diungkapkan Steve, Gagasan dalam buku Papua: The Heart Of Indonesia–Pacific Food Resilience dibangun melalui sejumlah isu yang saling berkaitan, yaitu: Sustainable Agriculture — pengembangan pertanian yang produktif sekaligus berkelanjutan; Fisheries Management & Development — pengelolaan dan pengembangan sektor perikanan;  Environmental Conservation — perlindungan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan; Community Empowerment & Indigenous Rights — pemberdayaan masyarakat dan penghormatan terhadap hak masyarakat adat; Connectivity Indonesia–Pacific — memperkuat konektivitas Indonesia dengan kawasan Pasifik.

“Kelima aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga memiliki dimensi sosial, ekologis, dan strategis. Peluncuran buku ini juga membawa gagasan bahwa Papua memiliki arti penting dalam melihat hubungan Indonesia dengan kawasan Pasifik,” bebernya.

Lanjut Steve, Letak geografis Papua menjadikan wilayah tersebut memiliki posisi yang strategis dalam membangun hubungan dan konektivitas Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik.

” Dalam perspektif tersebut, ketahanan pangan dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun kerja sama yang lebih luas, terutama melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan pertanian dan perikanan berkelanjutan, penguatan masyarakat, serta kerja sama dalam menghadapi perubahan iklim dan tantangan pangan global,” jelasnya.

” Dengan demikian, pembangunan Papua tidak hanya memiliki dimensi nasional, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kontribusi Indonesia terhadap ketahanan kawasan Indo-Pasifik,” sambungnya.

Melalui buku ini, penulis juga ingin mendorong generasi muda, khususnya generasi muda Papua, untuk melihat Papua bukan hanya dari persoalan dan tantangan yang dihadapinya, tetapi juga dari potensi dan posisi strategis yang dimilikinya. Papua membutuhkan generasi yang memiliki pengetahuan, kapasitas, kepemimpinan, dan keberanian untuk mengambil bagian dalam menentukan masa depan daerah dan Indonesia.

“Masa depan Papua tidak boleh hanya dibicarakan oleh orang lain. Generasi Papua harus mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari orang-orang yang menentukan arah masa depan Papua dan Indonesia,” tegasnya.

Peluncuran buku Papua: The Heart Of Indonesia–Pacific Food Resilience diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah seremoni peluncuran karya, tetapi menjadi awal dari diskusi dan kolaborasi yang lebih luas mengenai masa depan ketahanan pangan Indonesia.

Buku ini membawa pesan bahwa Papua memiliki potensi untuk menjadi bagian penting dalam membangun sistem pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaulat. Pada akhirnya, pembangunan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat adat, masyarakat lokal, generasi muda, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Dari tanah Papua, untuk Indonesia dan Pasifik yang tangguh. Pangan adalah kedaulatan. Kolaborasi adalah masa depan.”

Melalui buku ini, Steve Rick Elson Mara berharap semakin banyak pihak melihat bahwa Papua bukan hanya berada di ujung timur Indonesia, tetapi dapat menjadi salah satu bagian penting dari masa depan ketahanan pangan, kedaulatan, dan konektivitas Indonesia di kawasan Pasifik. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less