Ketua TP PKK Papua Minta 100 Hari Pertama Pengurus Sarmi Fokus Petakan 4 Masalah
- account_circle topik papua
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 139
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Ny. Ra’fatul Mulkiyah Matius Fakhiri meminta jajaran TP PKK, TP Posyandu, Dekranasda, dan Bunda PAUD Kabupaten Sarmi tidak sekadar menjalankan kegiatan seremonial.
Pesan itu disampaikan dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Ketua TP PKK, Ketua TP Posyandu, Ketua Dekranasda, dan Bunda PAUD Kabupaten Sarmi di Jayapura, Jumat (4/9/2026).
Ia menegaskan, empat organisasi tersebut memiliki peran berbeda, tetapi bermuara pada tujuan yang sama, yakni membangun keluarga yang sehat, cerdas, mandiri, dan sejahtera.
“Pelantikan ini bukan sekadar penyematan pin dan selempang, tetapi penyerahan tanggung jawab untuk bekerja dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, TP PKK perlu membenahi data keluarga dan administrasi hingga tingkat kampung dan dasawisma. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan program dan dukungan anggaran agar tepat sasaran.
Sementara itu, Posyandu diminta memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, pencegahan stunting, peningkatan kapasitas kader, serta ketersediaan sarana pelayanan.
Sebagai Bunda PAUD, ia juga meminta adanya pemerataan akses pendidikan anak usia dini di Kabupaten Sarmi.
“Jangan sampai ada anak Sarmi yang kehilangan masa emas pertumbuhannya karena jarak, keterbatasan sarana, atau kondisi ekonomi keluarga,” katanya.
Di sektor kerajinan, Dekranasda diminta melakukan pendataan dan pembinaan terhadap perajin lokal, termasuk membantu peningkatan kualitas produk, desain, kemasan, legalitas, promosi, hingga akses pemasaran.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Sarmi memberikan dukungan kebijakan, pendampingan, dan pendanaan yang berkelanjutan.
“Kita memahami adanya tantangan geografis, keterbatasan sarana, sumber daya manusia, pendanaan, administrasi, dan akses promosi. Karena itu, bangun koordinasi yang kuat dengan pemerintah daerah, OPD, pemerintah kampung, dunia usaha, perbankan, dan seluruh mitra terkait,” ujarnya.
Khusus 100 hari pertama, pengurus diminta melakukan pemetaan masalah, kebutuhan, dan potensi dari empat bidang tersebut.
“Lebih baik menjalankan beberapa program yang benar-benar selesai dan dirasakan masyarakat daripada memiliki banyak program tetapi tidak memberikan hasil,” tegasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua






Saat ini belum ada komentar