Konflik di Yalimo, Satu Warga Sipil Dilaporkan Masih Hilang
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 18 Sep 2025
- visibility 842
- comment 0 komentar

Yalimo, Topikpapua.com, – Fakta baru terungkap dari konflik di Distrik Elelim, Ibukota Kabupaten Yalimo. Dilaporkan pihak kepolisian akibat konflik yang diduga terpicu oleh ucapan rasis oleh anak sekolah, selain puluhan bangunan yang dibakar massa dan banyak nya korban luka hingga warga yang mengungsi, juga dilaporkan seorang warga sipil dinyatakan hilang.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito mengaku hingga kini pihaknya mendapatkan laporan satu warga sipil atas nama Nasir Daeng Mappa (44) masih dinyatakan hilang.
Nasir Daeng Mappa dilaporkan hilang, sementara anak nya Arsya Dafa (9) saat ini sudah berada di Rumah sakit untuk menjalani perawatan karena luka sobek pada bagian kepala belakang.
Selain korban hilang dan luka terdapat juga korban luka luka, baik dari warga sipil maupun aparat keamanan. Kasatgas Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani mengaku beberapa anggota TNK/Polri terluka akibat aksi ricuh di Yalimo.
“Beberapa anggota kami mengalami luka, di antaranya Briptu Fitrah H. Naing terkena lemparan batu di wajah, Briptu Muh Aksa Almuthadin terkena panah di kepala, serta seorang prajurit TNI bernama Charles mengalami luka di bagian belakang kepala,” jelas Brigjen Faizal, Kamis (18/9/2025).
Brigjen Faizal juga mengungkapkan bila massa tidak hanya membakar rumah warga dan kios, namun juga membakar fasilitas milik negara yang dipakai oleh aparat keamanan. Salah satunya pos TNI AD Satgas Maleo.
” Saat dibakar masih terdapat enam anggota mereka di dalam pos, sehingga kami Tim gabungan TNI-Polri berupaya mengevakuasi mereka. Tiga di antaranya mengalami luka berat akibat panah, lemparan batu, dan luka bakar,” jelas Brigjen Faizal.
Menurutnya, Evakuasi dimulai pukul 17.26 WIT dengan pengerahan tiga unit kendaraan roda enam dan tiga unit kendaraan roda empat. Operasi dipimpin Ipda Abdul Azis dari Satbrimob Polda Papua bersama personel TNI dan Polres Yalimo. Saat proses berlangsung, tim gabungan sempat diserang massa dari berbagai sisi, namun berhasil dipukul mundur.
“Tim medis langsung memberikan perawatan intensif kepada tiga anggota yang mengalami luka parah, yaitu Sertu Nando Manurung, Sertu Kantum, dan Letda Inf Supardi,” jelasBrigjen Faizal. Ketiganya kini menjalani perawatan di RS Er Dabi, Yalimo.
Kerusuhan ini dipicu aksi penyerangan massa terkait dugaan rasisme yang melibatkan sekelompok siswa SMA Negeri 1 Elelim. Bentrokan kemudian meluas hingga menyebabkan sekitar 500 warga mengungsi ke Mapolres Yalimo. Puluhan bangunan terbakar, di antaranya ruko, kos-kosan, rumah dinas Pemkab Yalimo, kantor dinas, serta fasilitas TNI-Polri. Belasan kendaraan roda dua dan roda empat juga hangus. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar