Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Tak Hanya Mati Lampu, Dokter RSUD Dok II Keluhkan Tak Adanya Obat Bius Hingga Pisau Operasi

Tak Hanya Mati Lampu, Dokter RSUD Dok II Keluhkan Tak Adanya Obat Bius Hingga Pisau Operasi

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sen, 17 Okt 2022
  • visibility 223
  • comment 1 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Bagi setiap rumah sakit, kesiagaan dan kestabilan daya listrik sangat penting dan tidak boleh terputus barang sedetik. Mirisnya, hal ini masih kerap terjadi di RSUD Dok II Jayapura.

“Seperti kejadian tadi beberapa jam yang lalu, tiba-tiba listrik mati sampai sekitar 15 menit dan saat itu teman-teman sedang melaksanakan tindakan operasi. Ini kan parah sekali, siapa yang akan bertanggung jawab jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di meja operasi,” ungkap Anggota Komite Medik RSUD Dok II Jayapura, dr. Jan Frits Siauta SpB(K)Onk kepada wartawan, Senin (17/10/2022).

Tak hanya pemadaman listrik, dokter spesialis bedah onkologi ini juga menguak persoalan lainnya mulai dari ketiadaan stok sejumlah alat medis hingga obat-obatan yang merupakan hal urgen.

“Belum lagi alat-alat kesehatan yang dibawa standar, belum lagi alat-alat bahan habis pakai contoh misalnya benang-benang yang beberapa item itu tidak ada. Kemudian alat pelindung hidung (Nose Guard Mask) itu bahkan pernah sampai kosong. Terus untuk sarung tangan (handscoon) juga,” beber Jan.

“Saya minta maaf, saya harus katakan bahwa alat ini sudah kami hitung dalam pengadaan, tapi entah kenapa tidak direalisasikan juga. Dan kalau habis itu pengadaannya sangat lama baru ada, tapi kami tidak tahu alasannya kenapa,” imbuhnya.

Lanjut Jan, persoalan yang teranyar yaitu pihaknya kehabisan alat nasal kanul yang digunakan untuk pembiusan dari hidung.

“Itu juga tidak ada Jadi kita ini mau kerja bagaimana. Bahkan minggu-minggu lalu itu pisau bedah saja tidak ada. Kan tidak mungkin kita mau operasi pasien pakai pisau dapur,” keluhnya.

Diketahui RSUD Dok II Jayapura ini diklaim sebagai rumah sakit rujukan nasional. Namun, yang memiriskan adalah pisau operasi saja tidak ada. dan alat-alat kesehatannya juga tidak memadai.

“Kan jadinya aneh, kok katanya rumah sakit rujukan nasional tapi alat-alat kesehatannya tidak ada,” ucap Jan.

Persoalan terbaru yang juga dialami para medis yaknk tidak adanya obat untuk anastesi. Jan membenarkan, pihaknya juga kerap kehabisan obat-obat di bagian bedah untuk penghilang rasa sakit bagi pasien kemoterapi.

“Kita mulai dari obat minum, obat injeksi dari yang kecil sampai yang besar, sampai kombinasi, sampai golongan narkotik ini sudah sering habis. Dan kita mau bikin apa coba kalai pasien kanker tidak punya obat penghilang rasa sakit. Ini sudah ada aturan mainnya, dan itu ada aturan internasional,” ungkapnya.

Sebagai dokter onkologi, Jan juga menyampaikan bahwa per hari ini ada 12 pasien yang tertunda menjalani kemoterapi.

“Benar ada 12 orang, dan itu sudah terjadi sekitar 2 minggu. Kita tahu pasien dengan penyakit kanker mereka harus kemoterapi tepat waktu. Ya, kalau kita berhenti kemo, kankernya bangkit lagi dan lebih ganas dan secara tidak langsung itu kita sudah bunuh pasien. Ini salah siapa,” umbarnya.

Menurut dia, persoalan ini harus disampaikan ke publik agar mereka bisa menilai dan mengawasi soal pelayanan di rumah sakit ini

“Jadi kedepannya ada perbaikan dan pelayanan di RSUD dan pelayanan itu tersandar, dan yang terpenting adalah manusiawi,” pungkas Jan. (Redaksi Topik)

 

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sugeng Kusharyanto : Mengapa Harus Hendry yang Dibunuh..?

    Sugeng Kusharyanto : Mengapa Harus Hendry yang Dibunuh..?

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 6.073
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, –  Kematian Hendry Jovinski, Staf KPU yang di bunuh OTK di kabupaten Yahukimo Papua, meninggalkan kepedihan mendalam bagi keluarga. Sugeng Kusharyanto (54), ayah dari Henry Jovinski mempertanyakan kenapa anaknya yang justru diserang oleh OTK. Padahal, menurut Sugeng, Henry bukanlah penentu kemenangan dalam Pilkada. “Anak saya bukan penentu pemenang pilkada atau penentu caleg di […]

  • PSBS Biak Siap Tampil All-out Saat Bertandang ke Markas Kalteng Putra

    PSBS Biak Siap Tampil All-out Saat Bertandang ke Markas Kalteng Putra

    • calendar_month Sel, 12 Sep 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – PSBS Biak bakal melakoni laga Liga 2 2023/2024 menghadapi Kalteng Putra pada Minggu (17/9/2023) mendatang. Ini merupakan partai tandang pertama skuad berjuluk Badai Pasifik. Kemenangan kontra Persewar Waropen dengan skor 3-0 lalu menjadi modal penting bagi PSBS kala melawat ke Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sebab, PSBS berambisi mempertahankan posisi puncak […]

  • Lagi, Aparat Temukan Atribut Bercorak BK dan Ratusan Sajam di Yahukimo

    Lagi, Aparat Temukan Atribut Bercorak BK dan Ratusan Sajam di Yahukimo

    • calendar_month Sen, 31 Agu 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,  –  Beberapa atribut bercorak bintang kejora, senapan angin, busur serta anak panah di amankan tim gabungan, saat penyisiran 3 titik lokasi di Kabupaten Yahukimo. Wadir Intelkam Polda Papua AKBP Angling Guntoro, SIK mengatakan barang-barang tersebut,  diamankan setelah kurang lebih 3 jam melaksanakan kegiatan penyisiran di Kali Buatan, Pasar baru dan Kompleks Perumahan DPRD […]

  • PTFI dan Serikat Pekerja Tandatangani PKB, Menaker: Ini Contoh Baik Bagi Perusahaan Lain

    PTFI dan Serikat Pekerja Tandatangani PKB, Menaker: Ini Contoh Baik Bagi Perusahaan Lain

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Bandung, Topikpapua.com, – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas bersama tiga Ketua Serikat Pekerja/Serikat Buruh PTFI menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PTFI periode 2024-2026 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/4/2024). Mereka adalah Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Lukas Saleo, Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Makmesser O. Kafiar, dan Serikat Pekerja Mandiri Papua […]

  • 19 Saksi Diperiksa Atas Kasus Pengadaan Pesawat dan Helikopter di Timika

    19 Saksi Diperiksa Atas Kasus Pengadaan Pesawat dan Helikopter di Timika

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Papua masih mengusut kasus dugaan tidak pidana korupsi pengadaan pesawat dan helikopter di dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mimika. Kasidik Pidsus Kejati Papua Deddy Valeri Sawaki mengatakan kasus Tipikor pengadaan pesawat dan helikopter sejauh ini sudah 19 orang saksi yang diperiksa. “Sudah 19 orang yang kami mintai […]

  • Momen Idul Adha 1444 H, PLN Papua Salurkan 35 Hewan Qurban

    Momen Idul Adha 1444 H, PLN Papua Salurkan 35 Hewan Qurban

    • calendar_month Jum, 30 Jun 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Memperingati momen perayaan Idul Adha 1444 Hijiriah, PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (PLN UIW PPB) menyalurkan total 35 hewan kurban untuk dibagikan kepada sekitar 2.210 Penerima Manfaat. Dari jumlah tersebut, penyembelihan hewan kurban dilakukan tersebar antara lain di lokasi Kota Jayapura, Kabupaten Sorong, Kabupaten Merauke, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Nabire, […]

expand_less