Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Wamendagri Ribka Haluk Ultimatum Kepala Daerah Se-Tanah Papua: Selesaikan Syarat Dana Otsus Maksimal 1 Minggu!

Wamendagri Ribka Haluk Ultimatum Kepala Daerah Se-Tanah Papua: Selesaikan Syarat Dana Otsus Maksimal 1 Minggu!

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
  • visibility 256
  • comment 0 komentar

Jakarta, Topikpapua.com — Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Wamendagri), Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M., yang saat ini juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Menteri Dalam Negeri, secara tegas memberikan ultimatum kepada seluruh kepala daerah di Tanah Papua untuk segera menuntaskan seluruh persyaratan administrasi terkait penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Pernyataan tegas ini disampaikan Ribka Haluk, Selasa (25/6/2025), yang ditujukan langsung kepada para gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, dan wali kota se-Tanah Papua.

“Saya minta seluruh kepala daerah di Tanah Papua, baik Papua maupun Papua Barat untuk segera menyelesaikan seluruh syarat administrasi penyaluran Dana Otsus. Yang lainnya sudah selesai, tinggal Papua dan Papua Barat yang masih banyak kendala,” tegas Ribka Haluk.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah pemerintah daerah di Tanah Papua yang belum memenuhi syarat administrasi, antara lain laporan pertanggungjawaban, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan dokumen pendukung lainnya yang menjadi prasyarat mutlak penyaluran Dana Otsus.

“Khusus Papua Barat, saya harus katakan, seluruh daerahnya masih merah. Artinya, seluruhnya belum memenuhi syarat. Oleh karena itu, kami berikan waktu satu minggu ke depan untuk segera menyelesaikan dan berkonsultasi langsung dengan pemerintah pusat,” ujar Ribka dengan nada tegas.

Lebih lanjut, Ribka Haluk menegaskan bahwa keterlambatan penyaluran Dana Otsus selama ini bukan disebabkan oleh pemerintah pusat, melainkan oleh lambannya kinerja pemerintah daerah dalam melengkapi persyaratan administrasi.

“Selama ini selalu pemerintah pusat disalahkan, padahal itu tidak benar. Proses penyaluran dana ini sangat tergantung pada kecepatan dan kelengkapan administrasi dari pemerintah daerah. Kalau laporan pertanggungjawaban sudah lengkap, RAB sudah disampaikan, syarat salur sudah dipenuhi, dana itu langsung cair. Tidak ada alasan untuk ditunda,” ungkapnya.

Ia pun menginstruksikan seluruh jajaran di daerah, khususnya Bappeda, Dinas Keuangan, dan dinas teknis terkait yang mengelola Dana Otsus, untuk segera berkoordinasi dan menyampaikan laporan ke pemerintah pusat, baik melalui Kementerian Dalam Negeri maupun kementerian teknis lainnya yang terkait.

“Dana Otsus ini adalah uang untuk masyarakat. Untuk pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan infrastruktur. Kalau daerah lambat kerja, ujung-ujungnya masyarakat yang rugi. Jangan nanti kalau anggaran tidak terserap atau terlambat dicairkan, pemerintah pusat lagi yang disalahkan. Itu tidak adil dan tidak benar,” tegas Ribka.

Sebagai bentuk ketegasan pemerintah pusat, Ribka memastikan, jika dalam waktu satu minggu ke depan pemerintah daerah tidak juga melengkapi administrasi yang diperlukan, maka pihaknya akan mengeluarkan surat teguran resmi kepada kepala daerah yang bersangkutan.

“Jika dalam satu minggu ini belum juga selesai, kami tidak akan segan-segan mengeluarkan surat teguran resmi. Ini sebagai bagian dari upaya mempercepat realisasi anggaran Otsus demi kesejahteraan rakyat Papua,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Ribka Haluk kembali mengingatkan bahwa Dana Otsus adalah instrumen penting yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Namun, hal itu tidak akan efektif tanpa komitmen, tanggung jawab, dan keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan dana tersebut.

“Jangan sampai hak rakyat Papua terhambat karena kelalaian dan keterlambatan administrasi dari pemerintah daerah sendiri. Pemerintah pusat sudah siapkan anggarannya, tinggal bagaimana daerah bekerja serius. Saya ulangi, satu minggu ke depan adalah batas waktu yang kami berikan. Setelah itu, kami akan bertindak sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.(*)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadis P dan P Kota Jayapura Geram Ada Guru yang Berdemo Libatkan Siswa

    Kadis P dan P Kota Jayapura Geram Ada Guru yang Berdemo Libatkan Siswa

    • calendar_month Sel, 9 Okt 2018
    • account_circle topik papua
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Jayapura, Fachrudin Pasolo mengaku geram dengan aksi unjuk rasa para guru SMP Negeri 1 Jayapura yang melibatkan ratusan Siswanya. Para guru tersebut berdemo lantaran kecewa dengan Kepala Sekolah, Alex Deu yang diduga tidak transparan dalam pertanggung jawaban dana yang berasal dari Pemerintah, diantaranya Dana BOS 2012-2018, […]

  • TNI Kerahkan 600 Personil Kawal Pembangunan Jembatan Jalan Trans Papua

    TNI Kerahkan 600 Personil Kawal Pembangunan Jembatan Jalan Trans Papua

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengungkapkan telah menyiapkan 600 personil untuk mengawal pembangunan jembatan jalan trans Papua di daerah Mbua Kabupaten Nduga, pasca kejadian pembantaian pekerja PT Istaka Karyapada tanggal 02 Desember tahun 2018 lalu. Menurut Mayjen Yosua, Pembangunan infrastruktur di Nduga adalah salah satu program strategis Nasional, sama halnya […]

  • Irjen Fakhiri : Benyamin Arisoy Sosok yang Sederhana, Serius dan Rendah Hati

    Irjen Fakhiri : Benyamin Arisoy Sosok yang Sederhana, Serius dan Rendah Hati

    • calendar_month Kam, 16 Mei 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Jayapura,Topikpapua.com, – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024, terdapat sejumlah nama yang kini menjadi pembicaraan publik bakal menjadi calon Gubernur Provinsi Papua 2024, seperti Boy Markus Dawir, Yunus Wonda, Benhur Tommy Mano, Paulus Waterpauw, Mathius Awoitauw, dan Benyamin Arisoy. Dari sekian nama yang menjadi pembahasan publik, hanya nama Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. […]

  • 5 Sekolah Ikuti Seleksi “Festival Vokasi Satu Hati 2025” yang Digelar Astra Motor Papua

    5 Sekolah Ikuti Seleksi “Festival Vokasi Satu Hati 2025” yang Digelar Astra Motor Papua

    • calendar_month Jum, 11 Okt 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Dalam upaya meningkatkan kualitas dalam mengimplementasikan kurikulum Teknik Sepeda Motor (TSM) di SMK Mitra Binaan AHM, Astra Motor Papua selaku Main Dealer Sepeda Motor Honda di Wilayah Papua melakukan seleksi kontes SMK Mitra Binaan jurusan (TSM) tingkat sekolah di 5 SMK binaan yang di kemas dengan “Festival Vokasi Satu Hati 2025”. Kegiatan […]

  • Program ‘Polisi Pi Ajar’ Sambangi Kampung Trikora Mulia Puncak Jaya

    Program ‘Polisi Pi Ajar’ Sambangi Kampung Trikora Mulia Puncak Jaya

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Mulia, Topikpapua.com, – Kepedulian Kepolisian dalam dunia pendidikan menjangkau hingga daerah pedalaman Papua. Satgas Binmas Noken Polri bersama Polres Puncak Jaya menggelar kegiatan Polisi Pi Ajar di area Bandara Kampung Trikora Distrik Mulia Puncak Jaya, Senin ( 16 September 2019 ). Selain mengajarkan anak-anak membaca dan menulis, Satgas Binmas Noken Polres Puncak Jaya juga menanamkan […]

  • Pemkab Mimika dan Freeport Tinjau Kawasan Rawan Longsor Kampung Banti

    Pemkab Mimika dan Freeport Tinjau Kawasan Rawan Longsor Kampung Banti

    • calendar_month Sab, 6 Jul 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Timika, Topikpapua.com, – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) meninjau kawasan rawan bencana tanah longsor di Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Jumat (5/7/2024). “Jadi kita ke sana mengidentifikasi apa saja yang harus dilakukan usai longsor pada 4 Mei lalu, […]

expand_less