Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Akhirnya Tuntutan Kenaikan TPP para Rokter Spesialis Dipenuhi

Akhirnya Tuntutan Kenaikan TPP para Rokter Spesialis Dipenuhi

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sen, 18 Sep 2023
  • visibility 106
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, —Pemprov Papua akhirnya memenuhi tuntutan 98
Dokter spesialis dan subspesialis di tiga rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua yakni RSUD Jayapura, RSUD Abepura, dan RS Jiwa Daerah Abepura yakni menaikkan nilai Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan dibayar empat bulan sejak Januari hingga April 2023.

Ketua Komite Medik RSUD Jayapura dr. Yunike Howay, Sp.A mengatakan, para dokter spesialis dan subspesialis yang bertugas di RSUD Jayapura, RSUD Abepura dan RS Jiwa Daerah Abepura menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada Penjabat Gubernur Provinsi Papua Ridwan Rumasukun, Ketua DPR Papua Johny Banua Rouw, Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendagri dan Kemenkes, Direktur RSUD Jayapura Aloysius Giyai, dan semua pihak atas respon dan perhatian terhadap tuntutan mereka.

“Komitmen dan dukungan yang diberikan sangat berarti bagi kami, tidak hanya sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap profesionalisme kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik di Tanah Papua. Semoga dengan dukungan ini, kami dapat terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat Papua yang kami cintai,” katanya saat memberikan keterangan pers di RSUD Dok II Jayapura, Senin (18/9/2023).

Sementara itu, Ketua Komite Medik RS Jiwa Daerah Abepura dr. Manoe Bernd Paul, Sp.KJ(K)AR menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, terutama pasien di RSUD Jayapura, RSUD Abepura dan RSJD Abepura yang terdampak atas aksi mogok pelayanan pada beberapa waktu lalu.

“Pada kesempatan ini kami memohon maaf atas ketidaknyaman tersebut. Ke depan, kami akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Papua yang kami cintai,” ujarnya.

Menurut dr. Bernd Paul, pihaknya tetap menghargai upaya dari Pemprov Papua untuk memenuhi tuntutan mereka, kendati tidak sesuai yang diharapkan dengan memahami kondisi keuangan daerah di Provinsi Papua.

“Intinya, kami mensyukuri bahwa ada tanggapan atau respon dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dan kami merasa dihargai. Dan kami komitmen terus lakukan pelayanan bagi masyarakat. Sekalipun tahun depan belum terpenuhi, kami tetap menjunjung profesionalisme kami untuk melayani masyarakat,” akunya.

Ditambahkan dr Yunike, sejak 28 Agustus 2023, para dokter spesialis dan subspesialis menyampaikan sejumlah tiga tuntutan dan bernegosiasi dengan Pemrov Papua. Namun mereka juga menyadari akan kondisi keuangan daerah yang berkurang akibat dampak dari lahirnya 3 Daerah Otonomi Baru (DOB) yakni Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

“Jadi hasilnya, kami tetap ditambahkan nilai TPP tetapi nominalnya tidak sesuai tuntutan kami. Jika sebelumnya kami dipotong sekitar 72,5 persen, nah sekarang ditambahkan sedikit dari situ. Tetapi ini bukan masalah pokok bagi kami. Yang kami inginkan adalah penghargaan dari Pemda Papua bagi profesionalisme kami,” ucapnya.

Dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Jayapura, dr. Elisjabet Rumbino, Sp.PD juga menambahkan, selain persolan berkurangnya nilai TPP untuk dokter spesialis dan subspesilis yang dipotong hingga 72,5 persen di tahun 2023 ini, ada dua masalah lain yang mereka tuntut dan belum dipenuhi.

“Pertama kami meminta nilai pemberian TPP harus disamaratakan untuk semua dokter spesialis dan subspesialis, tanpa melihat golongan ASN-nya. Kedua, nomenklatur pengelompokan dalam pemberian TPP dimana para dokter spesialis dan subsepsialis tidak boleh disamakan dengan ASN atau pegawai umum lainnya,” kata dr Elisjabet.

Lanjut Elisjabet, untuk yang pertama, itu aspirasi mereka kiranya jadi perhatian Kemendagri dan Kemenkes.

“Yang tuntutan kedua, kami sudah berkali-kali ke DPR Papua, ke Sekda, ke Biro Ortal menyampaikan hal ini untuk itu dirubah, tapi tetap kami dianggap pegawai umu. Itu yang buat kita tuntut beberapa waktu lalu. Sementara di sisi lain ada Permenkes yang mengatur bahwa nilai insentif atau TPP bagi dokter spesialis minimal Rp 25 juta per bulan,” tutupnya. (Redaksi Topik)

 

 

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ricuh Keerom, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

    Ricuh Keerom, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

    • calendar_month Sab, 3 Okt 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Keerom, Topikpapua.com, – Setelah melewati pemeriksaan terhadap tujuh orang yang diamankan dalam kasus ricuh di kabupaten Keerom, Polisi akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal menerangkan, tiga orang yang di tetapkan sebagai tersangka terkait kasus pembakaran dua kantor pemerintahan dan pengerusakan sejumlah fasilitas pemerintahan di Kabupaten Keerom. […]

  • Situasi Boven Digoel Memanas, Ini Pesan Kapolda Papua Kepada Warga

    Situasi Boven Digoel Memanas, Ini Pesan Kapolda Papua Kepada Warga

    • calendar_month Ming, 29 Nov 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 1.774
    • 1Komentar

    Tanah Merah, Topikpapua.com, –  Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) mengeluarkan Surat Keputusan yang menyatakan Pasangan calon nomor urut 4, Yusak Yaluwo, SH., MSi dan Yakob Weremba S.PAK tidak dapat ikut sebagai peserta dalam proses pemilihan kepala daerah di kabupaten Boven Digoel pada tanggal 09 Desember mendatang. Dalam surat Keputusan KPU RI no :584/PL.02.2-KPT/06/KPU/XI/2020 Tentang […]

  • Lakatunggal Akibat Miras, 1 Tewas dan 3 Luka

    Lakatunggal Akibat Miras, 1 Tewas dan 3 Luka

    • calendar_month Sab, 11 Nov 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Akibat dipengaruhi minuman keras (Miras) seoramg pemuda berinisial YG (24) tewas usai mobil yang dikendarainya terbalik di jalan Raya Waena Sentani, tepatnya di Depan Dealer Honda Mitra Jayapura Waena Distrik Heram, Sabtu (11/11/2023). Kapolsek Heram, Akp Franky Rumbiak menjelaskan bila kecelakaan tunggal tersebut terjadi karena pengemudi mobil Strada Triton dengan nopol PA […]

  • Kapolda Papua : Kami Sudah Kantongi Pelaku Penembak Warga Sipil di Puncak Jaya

    Kapolda Papua : Kami Sudah Kantongi Pelaku Penembak Warga Sipil di Puncak Jaya

    • calendar_month Sel, 5 Feb 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin mengaku sudah mengetahui pelaku penembakan Sugeng Efendi (25) di Puncak Jaya pada tanggal 2 februari lalu. “Kita sudah tahu kelompok yang melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil di Puncak Jaya. Kami minta waktu untuk mengejar pelaku dan menurut saksi-saksi yang melihat kejadian itu yang melakukan adalah kelompok […]

  • Polemik Cawagub, Befa Yigibalom : Stop Bawa Isu Kesehatan Gubernur..!

    Polemik Cawagub, Befa Yigibalom : Stop Bawa Isu Kesehatan Gubernur..!

    • calendar_month Sel, 24 Agu 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 2.004
    • 0Komentar

    Tiom, Topikpapua.com, – Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua yang juga adalah Bupati kabupaten Lanny Jaya, Befa Yigibalom berharap para elit politik di Papua agar tidak membawa isu kesehatan Gubernur Papua dalam bursa pemilihan Wagub Papua. “Stop bawa isu kesehatan Gubernur  dan nama rakyat Papua untuk kepentingan politik pribadi atau kelompok. Pak Gub akan baik-baik […]

  • KKSB Nduga Kembali Beraksi, 1 Exsavator di Bakar

    KKSB Nduga Kembali Beraksi, 1 Exsavator di Bakar

    • calendar_month Kam, 28 Feb 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 768
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata di kabupaten Nduga kembali beraksi. Berdasarkan keterangan dari Wakapendam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi pembakaran exsavator oleh KKSB ini terjadi pada hari Rabu malam. ” Kami dapat informasi dari masyarakat kemarin, Rabu (27/02/2019) sekira pukul delapan malam , KKSB melakukan aksi pembakaran 1 unit excavator yg sudah […]

expand_less