Massa di Wamena Demo Minta Togel, Rolex, Dadu dan Miras Ditutup
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 6 Jul 2023
- visibility 225
- comment 0 komentar

Forum Bersatu Generasi Lahir Baru Papua, melakukan aksi demo di Kantor Bupati Jayawijaya Rabu,(5/7/23)ist
Wamena, Topikpapua.com, – Masyarakat Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang tergabung dalam Forum Bersatu Generasi Lahir Baru Papua, melakukan aksi demo
di Kantor Bupati Jayawijaya Rabu,(5/7/23).
Dalam aksi ini mereka menyampaikan tiga permintaan kepada pemerintah setempat.
Pertama, para pendemo meminta pemerintah daerah segera menutup agen togel Cina, rolex, dadu yang mana sudah dibuka di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan.
Kedua, masyarakat meminta agar Pemprov Papua Pegunungan dan Pemda Jayawijaya memgembangkan SDM masyarakat asli Papua Pegunungan.
Ketiga, masyarakat meminta pembukaan formasi CPNS khusus untuk Orang Asli Papua (OAP) dan juga dalam bidang ekonomi bisnis yang ada.
Wakil Bupati Jayawajaya Marthen Yogobi yang menerima kedatangan massa mengatakan bahwa mengatasi judi togel, rolex dan dadu merupakan kewenangan Kepolisian yang memberantas maupun membatasi.
“Bicara soal togel, rolex dan dadu merupakan ranahnya teman-teman Kepolisian, namun apa bila ada keterlibatan saudara- saudara saya, maka mohon tindak tegas agar saya punya generasi muda, jangan selalu datang demo-demo di kantor ini,”tegasnya.
Wabup menegaskan kesadaran masyarakat sangat penting untuk menghindari penyakit sosial yang sedang merajalela.
”Kesadaran itu sangat penting bagi masyarakat, sehingga tidak ada peminum miras, pemain togel, rolex maupun dadu,”ujarnya.
Dikatakan bahwa pemerintah merupakan wakil Tuhan, sehingga keputusan pemerintah wajib didengar dan ditaati.
” Pemerintah bilang larang, tapi kalau masihmelakukan itu bukan lagi manusia, itu bukan orang adat dan orang Baliem” tuturnya.
Selanjutnya aspirasi tersebut akan disampaikan kepada Bupati Jayawijaya, dan aspirasi seperti ini telah disampaikan berulang kali.
“Pak Bupati sementara tidak ditempat, beliau datang akan kita bicarakan, karena ini aspirasi yang sudah berulang kali disampaikan. Intinya semua punya tangung jawab berantas hal tersebut, tanpa ada pembeli tak ada penjual,” tutupnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




