Mall Jayapura Aman Dikunjungi Pasca Gempa, Begini Penjelasan Manajemen
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 14 Feb 2023
- visibility 130
- comment 0 komentar

Kondisi Mall Jayapura pasca gempa/ls
Jayapura, Topikpapua.com, – Building Manager Mall Jayapura, Zulkarnaen Rachmat Sumakno menegaskan informasi yang beredar di media sosial bahwa bangunan Mall Jayapura roboh akibat gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi di Kota Jayapura, Papua pada Kamis (9/2/2023) adalah hoax.
“Tidak benar (informasi) karena sampai saat ini bangunan Mall Jayapura dalam kondisi baik-baik saja dan aman dikunjungi,” katanya dala. keterangan pers di Mall Jayapura, Selasa (14/2/2023).
Zulkarnaen menjelaskan kondisi sebenarnya bahwa pada awal gempa 2 Januari 2023, Mall Jayapura sedang dilakukan perbaikan di lantai 4 Amazon permainan anak.
“Jadi saat terjadi gempa dan pasca gempa 2 Januari 2023, pengunjung masih tetap datang,”akunya.
Kemudian Kamis 9 Februari 2023, pada saat gempa 5,4 M, dikabarkan bahwa Mall Jayapura ini roboh. Hal ini pun disayangkan manajemen.
“Mereka bikin informasi seram sekali. Padahal kita ini lagi tahap renovasi. Apalagi ada warga yang mengambil videp itu di lantai 4. Jadi terlihat bahwa itu dampak dari gempa makanya gedung Mall itu hancur,” akunya.
Lanjutnya, saat diperbaiki batu bata ada yang belum kering, sehingga hancur.
“Tapi kami pastikan itu bukan dampak dari gempa makanya ini kami harus sampaikan kepada masyarakat bahwa pemberitaan di media sosial itu hoax,” tegas Zulkarnaen.
Sementara itu Chief Engineering Mall Jayapura Edy Sutrisno menyebut keretakan di luar gedung hanya retak rambut dan bukan dampak dari gempa yang terjadi sejak 2 Januari dan 9 Februari kemarin.
“Pada intinya struktur bangunan itu terbagi dalam dua bagian. Bagian satu disebut struktural dan bagian kedua sifatnya arsitektural. Nah untuk arsitektural ini sifatnya menempel kepada struktur bangunan utama. Kalau kita lihat terjadi beberapa keretakan di sekeliling itu adalah keretakan luar, tapi balok atau isi di dalam dinding itu aman,” ungkap Edy.
Pasca gempa Kamis 9 Februariz pada malam manajemen bersama Basarnas mengecek kondisi bangunan mall.
” Dari pengecekan itu, gedung Mall Jayapura layak dikunjungi. Jadi yang diekspos di media sosial bahwa gedung kita roboh ya sebenarnya itu memang sengaja kita robohkan (renovasi) karena itu yang berpotensi bahaya,” paparnya.
Edy menjelaskan soal Studio XXI yang dikabarkan sedikit retak pasca gempa awal 2 Januari.
“Itu kalau tidak salah Studio 1, 2 dan 3. Sedangkan Studio 4,5 dan 6 itu masih berfungsi bahkan pasca gempa 2 Januari itu masih ada pengunjung yang datang untuk nonton. Sayangnya yang gempa tanggal 9 Februari yang terjadi gempa itu dia retak lagi,” akunya.
Lebih jelas Mall Jayapura juga sudah berkoordinasi dengan PUPR soal kelayakan gedung. Ini berlaku untuk seluruh gedung bukan hanya Mall Jayapura saja.
“Nanti akan diperiksa oleh PUPR. Mereka membentuk satuan Satgas khusus di Papua karena belum ada orang-oramg yang ahli gempa. Nanti langsung dari Jakarta,” katanya.
Di tempat yang sama Gatot Wiyono, Store General Manager Hypermart Mal Jayapura mengaku saat gempa 9 Februaria Hypermaty ditutup dan baru beroperasi 10 Februari.
“Kita sudah mulai operasional lagi sampai dengan sekarang buka jam 10.00 sampai jam 22.00 itu pun instruksi dari Walikota Jayapura,” katanya.
Gatot mengaku trafik pengunjung ke Mall Jayapura menurun karena psikologis. Pihaknya sebagai penyewa tentu merasakan dampak secara langsung diakibatkan karena pengunjung yang rendah.
“Karena rata-rata pengunjung itu mulai hari Senin sampai hari Minggu bisa 5000 sampai 10.000 itu masih gempa yang pasca 2 Januari. Ya, trafiknya masih stabil walaupun ada sedikit penurunan tapi yang dampaknya itu tanggal 9 Februari karena guncangannya besar sekali dan itu sangat terasa apalagi mereka kaitkan dengan gempa Turki,” jelasnya. (LS)
- Penulis: topik papua




