Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Datangi DPRP, Puluhan Guru P3K Curhat Soal Gaji Belum Terbayar dan Tidak Sesuai SK

Datangi DPRP, Puluhan Guru P3K Curhat Soal Gaji Belum Terbayar dan Tidak Sesuai SK

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sen, 12 Des 2022
  • visibility 216
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Puluhan guru PPPK (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja) atau P3K Provinsi Papua mengadukan nasib mereka kepada Komisi V DPR Papua, Senin (12/12/2022).

Fellisia Roswita selaku Koordinator Guru P3K mengungkapkan alasan mengadu ke DPRP ini lantaran ketidakjelasan hak mereka (gaji) yang belum juga dibayarkan Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

Diketahui gaji pokok guru P3K SMA/SMK di Papua sebesar Rp 2.966.500 dengan total guru sekitar 900 orang.

Kemudian pada SK tertulis bahwa terhitung mulai tanggal (TM) 1 Februari 2022, guru P3K melaksanakan tugasnya dengan kontrak 5 tahun kerja hingga 2027.

Dengan demikian gaji yang harus diterima adalah selama 11 bulan. Namun pihak Dinas Pendidikan menginformasi bahwa guru P3K SMA/SMK ini hanya berhak mendapatkan 2 bulan gaji yaitu November dan Desember 2022.

Dalam SK juga tertulis para guru menerima tunjangan keluarga, namun para guru ini hanya menuntut pembayaran gaji pokok jika tunjangan tersebut tidak diakomodir.

“Berarti kontrak kerja kami hanya 4 tahun 2 bulan, bukan 5 tahun. Makanya ini yang menjadi alasan kami untuk menyuarakannya kepada DPRP sehingga aspirasi kami bisa dilanjutkan ke Pemrov dan ditindaklanjuti,” kata Feli seusai pertemuan dengan Komisi V DPR Papua.

Feli yang keseharianya berprofesi sebagai Guru BK di SMA Negeri 4 Jayapura ini membeberkan, pihaknya sudah pernah menanyakan perihal pembayaran gaji guru P3K kepada Diinas Pendidikan Papua, namun dinas terkait mengarahkan ke BPKAD Papua.

“Kamj kejar lagi ke BPKAD, tapi pihak bendahara gaji bilang sedang dalam proses dan bahkan menyarakan kalau kami tidak puas bisa hubungi Kepala Dinas Pendidikan. Ini kan lucu, kami seperti bola yang digilir ke sana ke mari. Padahal kami hanya ingin tahu kepastian soal pembayaran hak kami kenapa hanya dua bulan, apa alasanya? tanyanya selidik.

Ia mengaku para guru P3K yang berangkat dari tenaga honorer ini tak lelah mengabdi melaksanakan tugasnya sebagai guru selama ini. Bahkan, sambung Feli, dalam kondisi krisis keuangan seperti ini, para guru P3K tetap semangat mengajar.

“Kalau di kota mungkin ada guru P3K yang dikasih honor atau uang transport dari sekolah, tapi yang di pedalaman dan kabupaten ini yang tidak ada sama sekali. Mereka sangat bergantung dengan gaji, mana mau pinjam dulu di bendahara sekolah tidak bisa,” bebernya.

“Bahkan ada teman guru kami yang sakit dan sampai meninggal karena dia berharap gaji dibayar untuk bisa berobat, tapi kenyataan tidak kunjung dibayar, akhirnya dia sampai meninggal. Kemudian ada juga yang belum bayar kos berbulan-bulan dengan harapan gaji dibayar untuk bayar tunggakan,”imbuh Feli.

Feli mewakili ratusan guru P3K di Papua yang belum terbayarkan haknya pun berharap sebelum akhir Desember 2022 ini, Pemrov Papua sudah menuntaskan gaji mereka sebagaimana hak-hak yang tertulis dalam SK yang diterima pada September 2022.

“Jadi sekali lagi kami datang ke DPR untuk menyuarakan hak semua guru P3K. Kami berharap sebelum tanggal 19 Desember yang sudah masuk libur ini agar gaji kami dibayarkan. Makanya kami akan kejar terus sebelum tutup anggaran, karena dikuatirkan tahun depan SMA/SMK sudah dikembalikan ke kabupaten/kita takutnya malah hak kami makin tidak jelas karena pemerintah kota dan kabupaten tidak mau bayar,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Komisi V DPR Papua Kamasan Jackobus Komboy mengaku Komisi V yang membidangi pendidikan, kesehatan dan olahraga ini siap memfasilitasi pertemuan perwakilan guru P3K dengan Pemrov Papua, dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DP2AD), Kepala BKAD dan Kepala BKD untuk membahas nasib hak para guru P3K yang terkatung-katung ini.

“Jadi mereka datang untuk menyampaikan aspirasi tentunya ini terkait dengan hak-hak mereka mereka sudah terima SK walaupun terimanya itu September 2022, tapi di situ tertulis bahwa berlaku sejak Februari 2022. Kami akan segera mengundang pihak-pihak terkait seperti yang sudah saya sebutkan, bahkan kami sangat berharap Pak Sekda juga bisa hadir dalam hal pertemuan besok sehingga ada jawaban pasti kepada mereka,” kata Jack.

Jack menegaskan para guru sudah mengabdi selama ini melaksanakan tugas-tugasnya. Kendati ada yang menerima sedikit dari sekolah dan ada juga yang sama sekali tidak menerima, namun nasib mereka tetap harus diperhatikan.

“Saya berharap ada perhatian dari Pemerintah provinsi untuk memberikan sebuah kepastian kepada mereka. Kalau ada uangnya ya segera dibayar, karena kita tahu ini sudah mau hari raya Natal, pasti ada guru yang merayakakannya. Jadi melalui lembaga atas nama pimpinan DPR Papua kami akan mengundang pihak-pihak terkait yang bisa memberikan jawaban pasti kepada mereka,” tandasnya.

Jack juga merasa prihatin mendengar informasi kematian seorang guru P3K karena sakit dan tidak memiliki biaya pengobatan. Kejadian itu, mantan pemain Persipura ini berharap kejadian itu menjadi atensi khusus pemerintah daerah.

“Harus jadi perhatian serius. Jangan mereka dilempar ke sana ke sini, tidak ada sebuah jawaban yang pasti. Sekali lagi harus diingat pengorbanan mereka dalam mengabdi sebagai guru, mereka sudah diangkat oleh Pemprov Papua menjadi pegawai P3K. Jangan ada lagi guru yang sakit terus sampai meninggal karena menunggu hak gaji mereka,” tuturnya.

Selanjutnya kembali diharapkan Jack, Semoga besok ada sebuah kepastian, jika bisa dibayar harus dibayar segera mungkin.

“Soal itu uang ada di mana, di kabupaten kota atau provinsi, ya harus ada jawaban pasti karena mereka datang kemari hanya menuntut satu sebuah kepastian. Jangan memberikan harapan yang tidak pasti, karena mereka juga punya punya tugas untuk melaksanakan mengajar kepada murid-muridnya di sekolah,” pungkas Jack. (Alleyaa)

 

 

 

 

 

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Massa Palang Jalan Trans Keerom, Polisi Bubarkan dengan Gas Air Mata

    Massa Palang Jalan Trans Keerom, Polisi Bubarkan dengan Gas Air Mata

    • calendar_month Jum, 2 Okt 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 1.630
    • 0Komentar

    Keerom, Topikpapua.com, – Ratusan massa di kabupaten Keerom kembali melakukan aksi lanjutan sebagai bentuk protes atas hasil pengumuman CPNS di Kabupaten Keerom. Setelah membakar dan merusak beberapa kantor pemerintahan di Keerom pada kamis petang, Jumat pagi, masa kmbali memalang jalan trans Irian yang menghubungkan kabupaten Keerom dengan kota Jayapura. “Tadi pagi memang benar ada pemalangan […]

  • Kedapatan Bercinta, Pemuda di Asmat Habisi Paman dan Pacar

    Kedapatan Bercinta, Pemuda di Asmat Habisi Paman dan Pacar

    • calendar_month Sen, 10 Okt 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Lantaran dibakar api cemburu melihat kekasihnya bercinta dengan pamannya sendiri, seorang pemuda berinisial IS (24) nekat menghabisi kekasihnya VB (20) dan pamannya AS (25). Kapolres Asmat AKBP Agus Hariadi membenarkan, insiden itu terjadi di Kampung Pepera, Distrik Suator, Kabupaten Asmat, Senin (26/9/2022) lalu sekira pukul 20.00 WIT. “Jadi kasus ini ada dua […]

  • Hendri Susilo: Persaingan di Grub 4 Berat, Tapi PSBS Optimis Lolos

    Hendri Susilo: Persaingan di Grub 4 Berat, Tapi PSBS Optimis Lolos

    • calendar_month Jum, 22 Sep 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Biak, Topikpapua.com – Pelatih PSBS Biak Hendri Susilo mengaku persaingan Grup 4 Pegadaian Liga 2 musim 2023/2024 sangat ketat. Terbukti timnya gagal meraih poin penuh dari Persipal Palu (Bebel United) di Stadion Cenderawasih, Biak, Papua, Jumat (22/9/2023) Mantan pelatih Persiraja Banda Aceh itu menyebutkan anak asuhnya sudah tampil maksimal, namun kecolongan di babak kedua oleh […]

  • Sosok Egianus Kogoya, Dalang Dibalik Penembakan Anggota Marinir di Nduga   

    Sosok Egianus Kogoya, Dalang Dibalik Penembakan Anggota Marinir di Nduga  

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) Kodam XVII cenderawasih, Letkol Herman Taryaman menduga, Egianus Kogoya adalah dalang dari penyerangan yang menewaskan Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar anggota TNI AL di Nduga, Papua, Jumat (22/4/2022) kemarin. Kata dia, Egianus merupakan pimpinan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sering melakukan aksi kekerasan di Kabupaten Nduga, […]

  • Meski Wilayah Merah, Karnaval RI Tetap Digelar di Nduga

    Meski Wilayah Merah, Karnaval RI Tetap Digelar di Nduga

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Kenyam, Topikpapua.com, – Menyemarakkan HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Pemkab Nduga menggelar berbagai kegiatan salah satunya karnaval mengitari ibu Kota Kabupaten Nduga yakni Distrik Kenyam. Pelepasan karnaval dipimpin langsung oleh Pj Bupati Nduga Namia Gwijangge, dan dihadiri forkopimda Kabupaten Nduga. Untuk diketahui karnaval menyemarakan HUT RI ini baru kali pertama dilakukan semenjak kabupaten ini berdiri. Adapun […]

  • TNI Sebut Kelompok Pilatus Waker Pelaku Pembakaran 5 Unit Rumah di Kabupaten Puncak

    TNI Sebut Kelompok Pilatus Waker Pelaku Pembakaran 5 Unit Rumah di Kabupaten Puncak

    • calendar_month Sab, 29 Apr 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Ilaga, Topikpapua.com – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi teror terhadap masyarakat. Kali ini KKB membakar 5 unit rumah milik warga di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Jumat (28/4/2023). Danrem 173/Praja Vira Braja Brigjen TNi Sri Widodo mengaku pelaku pembakaran 5 unit rumah teraebut adalah KKB pimpinan Pilatus Waker. “Benar KKB yang dipimpin […]

expand_less