Lantamal Jayapura Tenggelamkan 25 Mobil Rusak untuk Bangun Rumah Ikan dan Wisata Laut di Pantai Hamadi
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 20 Okt 2022
- visibility 82
- comment 0 komentar

Danlantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Feryanto Marpaung/all
Jayapura, Topikpapua.com, – Untuk membantu Pemerintah daerah setempat menarik para wisatawan berkunjung ke Kota Jayapura, Papua, Lantamal X Jayapura punya cara tersendiri dalam membangun wisata bawah laut yang difokuskan di perairan Pantai Hamadi.
Danlantamal X Jayapura, Brigjen TNI (Mar) Feryanto Marpaung mengatakan, property yang digunakan dalam wisata bawah laut ini yaitu memakai 25 unit kendaraan (mobil) yang sudah rusak berat.
Dijelaskan Danlantamal, spart part dan barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi dalam puluhan mobil rusak tersebut sudah dilepas, kemudian mobil-mobil tersebut diangkut, dan ditenggelamkan ke laut melalui metode yang sudah dikuasai.
“Memang ini salah satu kesulitan yang tinggi, bagaimana memindahkan mobil dari darat ke laut. Ya, kita sudah miliki metodenya, dan saat ini sudah ada sekitar 25 unit mobil kita tenggelamkan dan kita susun di dasar laut Pantai Hamadi,” kata Danlantamal di Jayapura, Kamis (20/10/2022).
Diakui pembuatan wisata di dasar laut ini, salah satu tujuannya yakni sebagai spot unik destinasi wisata air yang mengenalkan keindahan bawah laut Pantai Hamadi, yang letaknya tidak jauh dari jantung Kota Jayapura.
“Pembuatan wisata bawah laut ini di kedalaman 10 hingga 15 meter. Ya, kita harapkan dapat menarik wisatawan yang datang ke Papua, khususnya Kota Jayapura,” ucapnya.
Menurut alumnus AAL 1993 ini, sudah lebih dari sebulan pihaknya membangun wisata bawah air tersebut. Ia juga berharap bukan hanya sebagai sarana kampanye untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya eksositem laut, namun sekaligus juga pembinaan potensi maritim di wilayah tugas Lantamal X Jayapura.
“Kita ingin melestarikan lingkungan alam dasar laut. Apalagi, property yang diletakkan di dasar laut nantinya bisa menjadi rumpon atau rumah ikan,” bebernya.
Selain membuat rumah ikan dari mobil rusak, sambung Danlantamal, pihaknya juga akan melakukan transpalansi terumbu karang di 25 mobil yang sudah ditenggelamkan ini.
“Dalam waktu satu bulan saja kita sudah membuktikan bahwa kehadiran ikan-ikan di sekitar rumpon ini sudah mengalami peningkatan. Dan para nelayan di sekitar Hamadi juga berterima kasih, mereka bisa memancing di atas rumpon yang kita buat,” akunya.
Lebih jelas kata dia, rumpon dari mobil rusak ini baru pertama kali dilakukan di Papua. Belum pernah ada institusi atau pihak manapun yang menyusun kendaraan-kendaraan yang rusak berat, dan ditenggelamkan untuk dijadikan destinasi wisata bawah air dan juga sebagai rumpon.
Berbicara soal tingkat kesulitan, pria Suku Batak ini tak menampik. Bayangkan saja, kata dia, mobil-mobil yang beratnya rata-rata 500 kg atau setengah ton itu dipindahkan dari darat menuju ke lokasi penenggelaman.
“Itu kan kita harus berhadapan dengan ombak. Dan kita menurunkan barang tersebut ke air juga kita pakai penyelam yang handal. Kemudian penyelamnnya juga yang mengerti bagaimana menghindari kecelakaan di laut. Puji syukur sampai satu bulan ini kita bekerja keras tidak terjadi kecelakaan yang mengakibatkan cedera sampai saat ini,” tuturnya.
Selanjutnya dalam waktu dekat, Lantamal X Jayapura bakal meresmikan destinasi wisata bawah air tersebut.
“Kita akan undang stakeholder terkait dan awak media. Kalau perlu teman-teman wartawan yang punya kemampuan menyelam bisa ajak sama-sama ke bawah melihat pemandangan bawah laut yang sudah kita kembangkan,” tutupnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




