Evaluasi Kinerja Guru OAL, Pemkab Lanny Jaya Gelar Rapat
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 25 Apr 2022
- visibility 89
- comment 0 komentar

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya Tan Wanimbo (tengah) ketika di wawancarai di depan 500 guru Asli Orang Lanny Jaya yang dikontrak Pemda Lanny Jaya, Senin (25/4/2022)ist
Tiom, Topikpapua.com, – Kepala Dinas Pendidikan Kabupate Lanny Jaya Tan Wanimbo memimpin rapat evaluasi kinerja guru kontrak Orang Asli Lanny Jaya (OAL) Tahun 2022, yang dipusatkan di Distrik Tiom Kabupaten Lanny Jaya, Senin (25/4/2022).
Dalam rapat yang dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Wiyato serta 496 guru OAL itu, Tan Wanimbo menegaskan kepada para guru kontrak Asli Lanny Jaya harus komitmen terhadap lima poin pernyataan, salah satunya aktif melaksanakan tugas.
“Yang kedua sebagai OAL selambatnya dua minggu tidak melaksakan tugas harus di berhentikan secara tidak terhormat. Yang ketiga tidak ada permintaan pindah tugas,”kata Tan Wanimbo.
Poin yang keempat, lanjut dia, bahwa sebagai guru OAL tidak boleh provokasi dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan sekolah.
“Dan yang terakhir adalah bahwa Dinas Pendidikan Lanny Jaya dan guru OAL setuju melakukan pernyataan tugas dan siap di berhentikan,” tegas Tan Wanimbo.
Tan Wanimbo juga menyampaikan, bahwa sebelum menerima gaji, guru OAL harus memberikan surat pernyataan aktif melaksanakan tugas dan surat pernyataan apabila dua minggu tidak aktif melaksakan tugas harus diberhentikan tidak terhormat.
“Hari ini kita sama-sama evaluasi kinerja dan pelayanan mereka selama enam bulan dan dari 500 guru kontrak OAL yang 50 persen diantaranya mengajar di sekolah dasar dan sisanya sekolah TK dan Paud. Kami berterima kasih kepada Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom dan Wakil Bupati Lanny Jaya Yemis Kogoya yang telah membuat kebijakan guru OAL,”bebernya.
Menurutnya, keberadaan guru kontrak OAL sangat membantu pelayanan pendidikan di sekolah-sekolah yang ada di Lanny Jaya. Pasalnya, tingkat kesulitan geografis di kabupaten ini diketahui sangat sulit dijangkau.
“Dengan adanya guru OAL maka dipastikan di tingkat Paud, TK dan SD sudah terlayani dengan baik. Karena guru kontrak tersebut merupakan anak asli Lanny Jaya yang sudah terbiasa dengan medan Lanny Jaya,” aku Tan Wanimbo.
Pemkab Lannya Jaya memang tidak menyiapkan fasilitas tempat tinggal, namun para guru bisa tinggal bersama masyarakat dan benar-benar melaksanakan tugasnya.
“Kami berharap dunia pendidikan lebih baik karena guru ini semua Orang Asli Lanny Jaya dan program ini dengan biaya yang tidak sedikit Rp 18 miliar lebih dari dana Otsus,”terangnya.
Kendati anggaran program guru OAL diklaim sangat besar, namun menurut Tan Wanimbo, penggunaan dana Otsus untuk guru kontrak sudah tepat lantaran diperuntukkan bagi orang asli Papua, yakni gurunya orang asli Lanny dan juga yang mendapatkan pelayanan juga orang asli Lanny Jaya.
“Ini kebijakan yang tepat yang mengajak anak asli Lanny Jaya untuk bekerja dan sangat luar biasa dan mungkin guru kontrak terbanyak anak asli daerahnya di Lanny Jaya paling banyak dan ini kebijakan yang sangat luar biasa Befa dan Yemis,” tandasnya.
“Kami berharap seluruh elemen di Lanny Jaya mendukung para guru ini selama bekerja dan dengan program Lanny Jaya cerdas akan terwujud SDM lebih baik ke depan yang menciptakan pemimpin masa depan Lanny Jaya dan bahkan Papua,” imbuhnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




