Merpati Airlines Diminta Kembalikan Empat Pesawat Milik Pemkab Merauke
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 27 Jan 2022
- visibility 484
- comment 0 komentar

Kondisi pesawat Musamus yang kini terpakir di Bandara Mopah Merauke/foto ist
Merauke, Topikpapua.com, – Bupati Merauke, Romanus Mbaraka meminta pihak maskapai Merpati Nusantara Airlines (MNA) segera mengembalikan 4 unit pesawat yang dioperasikan dalam kerjasama operasi (KSO) antara Pemkab Merauke dan Merpati beberapa tahun lalu.
Romanus mengungkapkan, keempat pesawat itu terdiri dari 3 unit pesawat jenis boing 737 seri 300 yang diberi nama Bogodi, Kli dan Aoba dan satu lagi jenis twin otter.
“Sudah dinyatakan bangkrut, tapi sebelum itu, kita bicarakan dulu soal kerja sama yang pernah dilakukan antara pemerintah dan pihak Merpati. Karena ada empat unit pesawat kita yang dikelola Merpati” ungkap Romanus kepada wartawan di Bandara Mopah Merauke, Rabu (26/01/2022).
Dijelaskan Romanus, kerja sama dengan PT MNA tertuang dalam nota kesepahaman kontrak kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU). Salah satu pasalnya menyangkut penyelesaian, dan atau pengembalian empat pesawat milik Pemkab Merauke.
“Pada dasarnya kita berprinsip pada kontrak, dan pihak Merpati sudah sepakat bahwa empat aset Pemda Merauke yang dikelola akan diselesaikan berdasarkan kontrak,” tegasnya.
Lanjut dia, empat pesawat milik Pemkab Merauke sudah tidak lagi dioperasionalkan oleh PT MNA dalam beberapa tahun terakhir. Kini, kata Romanus, pesawat Musamus terparkir di apron Bandara Mopah Merauke, sedangkan tiga pesawat boeing parkir di hangar PT MNA di Bandara Juanda Surabaya.
“Terlepas dari Merpati mandek atau pailit, kita mau semua aset itu. Meskipun tidak beroperasi lagi, harus dikembalikan kepada Pemkab Merauke berdasarkan MoU,” tegasnya lagi.
Menurut Romanus, jika PT MNA sudah mengembalikan empat pesawat tersebut, Pemkab Merauke akan menggunakan jasa pihak independen guna meneliti empat aset in, apakah masih mempunyai nilai ekonomis atau dapat dimanfaatkan kembali bagi masyarakat dan pemerintah setempat.
“Kita akan teliti dalam pesawat itu, mesin aslinya mana, sejak kapan rusak? Rusaknya sudah seberapa parah? Ataupun kalau kita jual besi tua, kira-kira nilai ekonomisnya berapa?” tandasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




