Pemda Bersama TNI-Polri Temui Dua Kelompok Masyarakat untuk Redam Konflik
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 11 Jan 2022
- visibility 265
- comment 0 komentar

Bupati Nduga, Bupati Lannya Jaya dan Bupati Jayawijaya bersama Dandim Jayawijaya saat menemui dua kelompok masyarakat yang bertikai sebagai upaya menghentikan konflik/foto ist
Wamena, Topikpapua.com, – Sebagai upaya untuk meredam dan mengakhiri konflik antar masyarakat dari Suku Nduga dan Lanny yang tinggal di Ilekma dan Wouma, yang terjadi beberapa waktu lalu. Bupati Jayawijaya, Nduga dan Lanny Jaya bersama TNI-Polri dari Kodim 1702/Jayawijaya, Yonif 756/WMS dan Polres Jayawijaya menggelar pertemuan dengan kedua kelompok masyarakat, Senin (10/1/2022).
Pertemuan dengan masyarakat dilaksanakan di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya dan dihadiri sebanyak 600 orang masyarakat.
Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang mengatakan, pihaknya bersama Kapolres Jayawijaya akan terus berupaya untuk menyelesaikan dan menghentikan pertikaian ini.
“Mari kita hentikan pertikaian ini sehingga tidak ada lagi terjadi pertumpahan darah dari kedua belah pihak. Jika ada masalah mari bersama-sma kita selesaikan secara kekeluargaan sebab kita semua adalah keluarga,” katanya.
Bupati Nduga Wentius Nemiangge, juga menyampaikan terima kasih kepada pihak TNI-Polri yang telah berupaya semaksimal mungkin dalam menghentikan pertikaian tersebut.
“Saya bersama Bupati Lanny Jaya sepakat bahwa ini bukanlah perang suku, namun perang keluarga yang harus segera kita selesaikan sehingga tidak terjadi konflik berkelanjutan di kemudian hari yang dapat menimbulkan lebih banyak lagi korban jiwa. Saya berharap kepada aparat keamanan agar tidak memberikan kesempatan bagi masyarakat melakukan saling serang,” kata Wentius.
Sementara itu, terkait informasi yang diperoleh salah satu pihak keluarga korban dari suku Nduga yang menyebutkan bahwa meninggalnya warga Nduga itu karena ditembak oleh aparat keamanan, dalam hal ini anggota Polres Jayawijaya. Hal itu langsung direspon pemda dan TNI-Polri.
Untuk mengecek kebenaran informasi tersebut, para bupati dan juga Dirintelkam Polda Papua Kombes Polisi Tagor Hutapea, Anggota MRP Luis Madai, tokoh agama Pdt. Sipe Kelnea, serta Pemerhati HAM Pegunungan Tengah Theo Hesegem, langsung menuju ke RSUD Wamena guna memastikan kondisi jenazah korban.
Setelah dilakukan pengecekan bersama, tidak ditemukan adanya luka tembak pada tubuh korban, melainkan terdapat luka bacok pada bagian kepala dan punggung serta 3 luka anak panah pada bagian leher korban.
Rombongan pun kembali mendatangi rumah duka untuk memberikan penjelasan kepada pihak keluarga bahwa korban meninggal dunia bukan karena luka tembak melainkan akibat luka bacok yang dialami.
Sementara itu pertemuan dengan kelompok masyarakat Suku Lanny Laya dilaksanakan di Kampung Wesakma, Distrik Wouma dan dihadiri sebanyak 1000 orang masyarakat.
Dihadapan masyarakat, Bupati Lanny Jaya Befa Jigibalom berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan.
“Mari kita berdamai dengan saudara kita dari suku Nduga. Masalah yang terjadi saat ini dapat kita selesaikan dengan duduk bersama tanpa harus ada perang,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Komandan Perang Suku Lanny, Kaletus Kogoya. Pihaknya menginginkan perdamaian diantara kedua keluarga beaar.
“Kami juga tidak menginginkan adanya perang saling bunuh ini,” tuturnya.
Di tempat yang sama Bupati Jayawijaya John Richard Banua mengungkapkan kehadiran Bupati Nduga dan Lanny Jaya ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan.
“Kita tidak ingin permasalahan yang diselesaikan dengan saling serang ini terus berlanjut, karena dikhawatirkan akan berdampak luas kedepannya,’’ tandas Banua. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


