Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Tolak RDP Pansus Otsus DPRP, Fraksi Bangun Papua : DPRP Bukan Lembaga Kultural !!

Tolak RDP Pansus Otsus DPRP, Fraksi Bangun Papua : DPRP Bukan Lembaga Kultural !!

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sen, 5 Okt 2020
  • visibility 1.386
  • comment 0 komentar
Jayapura, Topikpapua.com,  Fraksi Bangun Papua DPR Papua menolak dengan tegas kegiatan dan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Pansus Otsus Papua.
Melalui jumpa Pers di Kantor Fraksi Bangun Papua, Senin (05/10/20), Ketua Fraksi, Agus Kogoya mengatakan DPR Papua bukanlah lembaga yang diberikan kepercayaan oleh Rakyat Papua, lantaran DPR Papua merupakan lembaga politik bukan lembaga kultural.
“Kami hanya mendukung  kerja Majelis Rakyat Papua (MRP) yang telah dan sedang berjalan untuk menghimpun pendapat rakyat papua dalam RDP, sebab MRP itu jelas sebagai lembaga yang mendapat legitimasi Undang Undang Otsus sebagai perwujudan Orang Asli Papua,” kata Agus Kogoya.
Kata Agus, Fraksi Bangun Papua mengusulkan  untuk menunggu hasil RDP yang dilaksanakan oleh MRP, untuk selanjutnya dijadikan dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan bersama antara DPRP dan MRP, sebagaimana mekanisme Pasal 77 UU nomor 21 tahun 2001 untuk disampaikan ke Pemerintah Pusat.
Lanjut Agus, soal keberlanjutan anggaran dan pembahasan Otsus ini merupakan tugas yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Papua kepada MRP dan DPRP.
“Harusnya semua elemen ini bersatu untuk kepentingan Papua kedepannya, namun jika kondisi yang terjadi saat ini MRP jalan sendiri, DPRP jalan sendiri, lantas titik temunya dimana? Apa yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat? Ini kan nanti tumpang tindih, sehingga ini tidak boleh terjadi,” katanya menegaskan bahwa tugas DPRP dalam hal ini hanya mendengar apa hasil dari MRP untuk disampaikan kepada Pemerintah Pusat.
Sementara Wakil Ketua Fraksi, Nason Uti mengatakan alasan utana Fraksi Bangun Papua menolak RDP Pansus Otsus DPRP, didasari dari amanat UU Otsus, bahwa Otsus itu lahir dari hasil jeritan orang Papua.
Ia menjelaskan, dalam perjalanan 19 tahun Otsus berjalan di Papua lembaga yang menjadi repserentatif Orang Papua adalah MRP.  Sehingga MRP-lah yang berwenang turun langsung dan berhadapan dengan Orang Papua.
“DPRP ini kan lembaga politik yang diisi parpol dan multi warga nasional, tidak murni Orang Asli Papua. Jadi biarkanlah proses itu berjalan sebagaimana ketentutan UU Otsus, sehingga jika ada RDP dari DPRP maka fraksi bangun Papua tegaskan kami tidak ingin terlibat,” kata Nason Uti.

Nason Uti bahkan membeberkan kehadiran Pansus Otsus Papua yang dibentuk sejak awal 2020, oleh Fraksi Bangun Papua telah menarik keanggotaan.  Ia menyatakan, amanat Otsus tidak ada Pansus melainkan lembaga MRP dan DPRP bersama pemerintah daerah.

“Jadi kalau ada yang bentuk pansus, itu artinya ada yang menyederhakan masalah, sehingga kami tolak itu. Kami juga sudah minta agar pansus itu di bubarkan,” jelas menyingung soal Tatip DPR Papua yang tidak lagi mengenal istilah Pansus melainkan hanya Pokja dan Panja.
Sekertaris Fraksi Bangun Papua, Alfred Anouw menambahkan langkah RDP yang dilakukan Pansus Otsus DPR Papua perlu di pertanyakan, lantaran sebelumnya telah ada penyerahan draf Otsus oleh Pansus DPRP Ini kepada Pemerintah Pusat
“Kalau sudah ada penyerahan draf , lantas RDP itu untuk apa? Ini juga menjadi pernyataan kami dan salah satu dasar kami menolak RDP yang mereka gelar saat ini,”kata Alfred.
Selain itu, lanjut Alfred, bahwasanya kinerja Pansus tidak pernah ada pertanggung jawabannya. Ia menilai ada kepentingan terselubung yang dilakukan dengan membungkus nama Pansus Otsus Papua.
“Saya pernah sampaikan dan mengusulkan agar Pansus pertanggung jawabankan hasil kerjanya saat rapat Bamus, Tapi Pimpinan dan pak ketua tidak mau, jadi kami menilai ada kepentingan tertentu. Ini pansus dibentuk atas nama lembaga, tapi terkesan ada hal yang di tutup-tutupi,” jelasnya.
Amos Edoway menambahkan segala kinerja yang dilakukan Pansus Otsus Papua, tidak sesuai amanat UU Otsus dan terkesan menghabiskan dana rakyat.
“Ini pansus kerja hambur-hambur uang saja, pindah hotel sana-sini, setiap kegiatan yang dilibatkan bukn OAP, ini bahaya sekali dan semakin kacau,” katanya Anggota Fraksi Bangun Papua ini berharap adanya keterbukaan.  (Redaksi Topik)
  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Ferry Ifere di Abepura Terang dengan Sambungan Listrik Gratis Donasi Pegawai PLN

    Rumah Ferry Ifere di Abepura Terang dengan Sambungan Listrik Gratis Donasi Pegawai PLN

    • calendar_month Jum, 13 Jan 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Jayapura,  Topikpapua.com, – PT PLN (Persero) melalui program _Light Up The Dream_ memberikan sambung baru dan pemasangan instalasi listrik secara gratis untuk warga kurang mampu di Abepura, Jayapura. Bantuan program tersebut berasal dari donasi pegawai PLN yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dalam mendapatkan listrik. Salah satu penerima bantuan, Ferry Ifere yang […]

  • Peringati Maulid Nabi, Pasangan MARI-YO : Tetap Jaga Toleransi Beragama

    Peringati Maulid Nabi, Pasangan MARI-YO : Tetap Jaga Toleransi Beragama

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 590
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang ke 1446 Hijriah/tahun 2024 yang jatuh pada 16 September 2024, pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri – Aryoko Rumaropen merayakannya bersama umat muslim di sejumlah masjid yang berada di wilayah Kota Jayapura. Sejak Minggu (15/09/2024) kemarin, pasangan yang akrab disapa Mari-Yo […]

  • DOB : Ditolak Papua Induk, Bupati Pegubin Ancam Bergabung dengan PNG

    DOB : Ditolak Papua Induk, Bupati Pegubin Ancam Bergabung dengan PNG

    • calendar_month Ming, 26 Jun 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,- Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Spei Yan Bidana, memberikan dua opsi kepada Pemerintah Pusat jika daerah yang dipimpinnya inu tidak diijinkan masuk ke dalam Provinsi Papua sebagai provinsi induk. Adapun dua opsi yang diberikan Bupati Pegubin, yakni membiarkan Kabupaten Pegubin menjadi provinsi sendiri, atau melepaskan daerah itu untuk bergabung dengan negara tetangga, Papua Nugini. […]

  • Pelaku Penganiayaan Anak 14 Tahun yang Viral di Facebook Diamankan Polisi

    Pelaku Penganiayaan Anak 14 Tahun yang Viral di Facebook Diamankan Polisi

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 4.969
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,  – Personil gabungan Direktorat Reskrimum Polda Papua bersama Tim Charli dan Tim Delta Polresta Jayapura Kota berhasil mengamankan 10 remaja pelaku penganiayaan anak usia 14 Tahun yang sempat Viral di Media Sosial. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Achmad Mustofa Kamal mengatakan penangkapan terhadap 10 Remaja tersebut di laksanakan pada Rabu, 1 April […]

  • FGD Kadin Papua, 4 Pembicara Bakal Bahas Dampak Ekonomi di Tiga Provinsi Baru 

    FGD Kadin Papua, 4 Pembicara Bakal Bahas Dampak Ekonomi di Tiga Provinsi Baru 

    • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi bersama di Jayapura pada Jumat (14/10/2022). Ketua Kadin Papua Ronald Antonio mengatakan, FGD yang digagas Kadin Papua ini akan membahas secara detil bagaimana dampak ekonomi dari kehadiran tiga daerah otonomi baru (DOB) di Papua, yaitu Provinsi Papua […]

  • Tukang Kayu Dibantai KKB di SMP YPK Yakpesmi Dekai Yahukimo

    Tukang Kayu Dibantai KKB di SMP YPK Yakpesmi Dekai Yahukimo

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle topik papua
    • visibility 1.384
    • 0Komentar

    Yahukimo, Topikpapua.com, – Seorang Warga Sipil yang berprofesi sebagai tukang kayu tewas di bantai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat sedang bekerja membuat meja dan kursi belajar di SMP YPK Yakpesmi Dekai, Kabupaten Yahukimo, Senin (2/2/2016). Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani mengatakan, Korban diketahui bernama Daniel Datti, SE (41) dan berdasarkan hasil pemeriksaan […]

expand_less