TNI-Polri Siagakan 5000 Personil Amankan Tembagapura
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 13 Mar 2020
- visibility 1.373
- comment 0 komentar

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengaku untuk mengamankan distrik Tembagapura dari teror KKB Pihalnya di banti TNI telah menyiagakan sedikitnya 5000 personil gabungan.
“ Hingga kini jumlah aparat kami disana ada 2000 – an, itu dari Polri dan kalau di gabung dengan TNI sekitar 3000 – an itu yang ada di tembagapura saat ini. Ada juga bantuan dari pasukan yang bertugas di daerah tetangga seperti intan jaya, lani jaya.., bila di total semua sekitar 5000 – an, “ Ungkap Kapolda kepada Redaksi Topik, Jumat (13/03/20) malam.
Diakui Kapolda bila Mendagri sempat menyarankan untuk penambahan pasukan ke wilayah tembagapura, namun Kapolda mengaku hingga saat ini jumlah personil masih dianggap cukup untuk mengamankan situasi di Tembagapura.
“ Memang ada saran dari Mendagri untuk penambahan pasukan, tapi dengan situasi dan kemampuan aparat kita sekarang saya pikir kami masih bisa mengendalikan situasi, nanti kalau kurang pasti akan kami minta penambahan, “ Kata Kapolda.
Kapolda juga menjelaskan bila hingga saat ini pihaknya telah mengetahui kekuatan KKB yang ada di Tembagapura, termasuk dari kelompok mana saja yang saat ini sudah berada di sekitar gunung botak.
“ Mereka disana sebenarnya tidak banyak ya…, hanya ada sekitar 5 sampai 6 kelompok saja.., ya mereka itu berasal dari puncak Illaga, Intan Jaya dan yang dari Nduga, termasuk 2 atau 3 kelompok yang ada di Timika, namun saya selalu kategorikan mereka itu Free Man ya.., hidupnya hanya melakukan kekerasan, menakutkan semua orang, mengancam semua orang dengan senjata, “ Jelas Kapolda.
Dijelaskan Kapolda bila selama ini KKB selalu melakukan tindakan kejahatan terhadap warga sipil, baik itu pendatang maupun warga pribumi.
“ Apa yang mereka inginkan selalu mereka minta secara paksa, misalkan mereka perlu makan enak, mereka perlu perempuan, mereka perlu dana, dan yang lainnya.., yaitu mereka paksa warga kampung harus penuhi, “ Beber Irjen Paulus.
Lanjutnya, Itulah sebabnya warga pengungsi di dominasi oleh kaum perempuan dan remaja putri, “ Ternyata mereka takut dan trauma pada kekejaman kelompok itu pada tahun 2018 silam, Saya mau katakan bahwa.., kehadiran kelompok bersenjata disana sangat menakutkan warga masyarakat nya sendiri, dan ini adalah tugas kami untuk mengambil langkah tegas terhadap kelompok itu, “ Pungkas Irjen Paulus. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




