Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Anggota DPR RI Asal Papua Kutuk Keras Aksi Penembakan Warga Sipil di Tolikara

Anggota DPR RI Asal Papua Kutuk Keras Aksi Penembakan Warga Sipil di Tolikara

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sel, 12 Nov 2019
  • visibility 1.631
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, –  Anggota DPR RI asal Papua, Willem Wandik, S.Sos mengutuk keras aksi penembakan yang menewaskan seorang warga sipil atas nama Lemitur Wandik (27) yang di lakukan oleh aparat keamanan di Kabupaten Tolikara pada hari sabtu, 09 November 2019.

Menurut Politikus Partai Demokrat tersebut, Aparat keamanan harusnya melindungi rakyat dan bukan melakukan penembakan terhadap warga, apalagi warga sipil.

” Sebagai anggota parlemen RI, Saya mengutuk keras setiap perbuatan oknum aparat yang mengakibatkan tewasnya warga sipil di Tanah Papua, termasuk tewasnya Lemitur Wandik, ” Tegas Willem lewat rilis yang di terima Redaksi Topik, Selasa (12/11/19).

Willem menilai apa yang di lakukan oleh aparat keamanan terhadap Lemitur dan teman-temannya sudah berlebihan, apalagi di ketahui korban Lemitur adalah seorang Mahasiswa.

” Bagaimana mungkin, seorang Lemitur Wandik yang hanya seorang mahasiswa dapat mengancam nyawa aparat militer, sehingga harus di tembak, “Kata Willem.

Atas peristiwa ini Willem meminta kepada pimpinan TNI – Polri di tanah Papua untuk segera mengoreksi SOP di lapangan dan menindak tegas anggota yang menembak Lemitur hingga tewas.

” Penembakan oleh aparat keamanan sudah menjadi perilaku yang terus berulang di Tanah Papua, dan peristiwa ini tidak pernah dikoreksi oleh Perwira Militer. Entah dengan tujuan apa, para Jenderal justru membiarkan warga sipil tewas dalam masalah yang sepele, ” Beber Willem.

Lanjutnya, Ini secara jelas merupakan kejahatan kemanusiaan, dan ini harus segera di hentikan.

” Bagi orang diluar Tanah Papua, masalah ini tidak begitu mereka pahami, bahwa perilaku oknum aparat keamanan di Papua selalu menciptakan korban pada satu pihak saja yaitu warga sipil. Ketika terjadi kerusuhan sosial sebagai aksi balas dendam warga, baru kemudian media ramai – ramai memberitakan, bahwa OAP berbuat keributan dan kerusakan.., Padahal sumber masalahnya adalah sikap arogansi Aparat yang tidak mampu mengendalikan diri untuk menangani masalah sosial di Tanah Papua, dan selalu berujung dengan penembakan yang mengakibatkan tewasnya warga sipil yang tidak bersalah, ” Jelas Willem.

Willem berharap Seluruh aparat keamanan yang bertugas di Tanah Papua harus belajar dari pengalaman masa lalu, dimana setiap persoalan penembakan warga sipil khususnya OAP akan berdampak pada stabilitas keamanan nasional di Tanah Papua, dan semakin mencoreng citra negara di Tanah Papua dan didunia internasional.

” Secara reguler kami selalu mengingatkan aparat Militer dalam berbagai kesempatan di forum – forum resmi DPR RI, bahwa menghargai satu nyawa di Tanah Papua sama pentingnya dengan mempertahankan eksistensi negara di Tanah Papua.., Maka dari itu, setiap nyawa yang melayang sia – sia karena ulah oknum aparat, dan sikap defensif lembaga Militer yang terus melindungi oknum aparat yang mengakibatkan tewasnya warga sipil OAP, akan semakin menyuburkan perilaku, sikap dan keyakinan generasi muda di Tanah Papua untuk melawan negara, ” Beber Willem.

Anggota DPR RI Asal Tolikara itu juga menjelaskan bila penyelesaian konflik di Tanah Papua bukan hanya dengan pembangunan semata, namun lebih kepada bagaimana pemerintah Pusat menyembuhkan luka masa lalu yang dialami oleh orang Papua.

” Tanah Papua tidak membutuhkan janji –  janji pembangunan, yang hanya akan merubah hutan – hutan, gunung – gunung dan lembah – lembah menjadi kawat kawat besi, gedung gedung pencakar langit, beton dan aspal, melainkan Orang Papua hanya membutuhkan Perlindungan Hak Asasi Untuk Hidup, dan tidak dibunuh dengan alasan apapun, Orang Papua membutuhkan Lembaga Peradilan dan Hukum yang bersifat adil bagi semua warga negara, ” Jelas nya.

Willem Wandik juga menyayangkan adanya pemberitaan dari beberapa media yang dinilai tidak seimbang dalam menyampaikan fakta, menurutnya Lemitur Wandik hanyalah korban dari amarah aparat yang tidak menemukan pelaku pemukulan terhadap anggota TNI saat kejadian terjadi.

” Saya mendapat laporan dari lapangan bila Lemitur di tembak sejumlah oknum aparat keamanan saat mengejar seorang pemuda yang terlibat keributan dengan seorang oknum TNI, Sesunguhnya pada saat itu Lemetur sudah lari karena ketakutan dikejar TNI dan berada di tempat yang sangat jauh dari tempat kejadian keributan, Selain Lemetur ada juga beberapa warga yang terluka akibat peristiwa tersebut, ” Pungkas Willem.

Sebelumnya pihak Kodam XVII/Cenderawasih lewat Kapendam, Kolonel Cpl Eko Daryanto  menjelaskan bila kericuhan berawal saat beberapa anggota TNI berusaha mengamankan sekelompok pemuda yang mabuk dan sedang merusak sebuah kios di jalan Giling Baru, Karubaga, Sabtu (09/11/19) siang.

” Saat sedang patroli anggota kami melihat adanya aksi pengerusakan yang di lakukan oleh sekelompok pemuda terhadap sebuah kios, saat itu anggota kami ingin mengamankan aksi tersebut, namun malah di serang akibatnya salah satu anggota kami mengalami luka di pelipis sebelah kanan, ” Ungkap Kolonel Eko.

Lanjut Kolonel Eko, Karena terjadi penyerangan terhadap anggota, maka anggota mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan warga yang mabuk, ” korban dan 2 orang temannya melarikan diri turun ke jurang dan arah sungai di Jln Giling Batu kemudian di kejar oleh aparat sambil diberikan tembakan peringatan, ” Lanjut Eko.

Kolonel Eko mengaku, walau telah di berikan tembakan peringatan namun para pelaku pelaku tidak mengindahkan tembakan peringatan dengan terus mengancam dan menyerang aparat dengan menggunakan parang dan batu.

” Karena terancam aparat kembali melepaskan tembakan peringatan agar tidak melarikan diri, namun para pelaku malah menyerang aparat yang akhirnya mengakibatkan korban Yalimen/Lemitur Wandik terkena tembakan, ” Jelas Kolonel Eko.

Korban Yalimen/Lemitur Wandik sempat di larikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Sementara salah satu rekan pelaku atas nama Yakoka Wandik berhasil diamankan di Polres guna diambil keterangan dan pengusutan lebih lanjut.

Pasca tewasnya Yalimen/Lemitur Wandik, situasi di distrik Karubaga mencekam. berdasarkan informasi yang di terima Redaksi Topik dari warga di Karubaga, massa sempat membakar sebuah rumah yang di duga kuat merupakan pabrik pembuat minuman keras lokal (MILO).

Massa juga nampak berkumpul di beberapa titik di dalam kota Karubaga. Aparat Kepolisian dan TNI hingga saat ini nampak masih bersiaga di beberapa titik di kota Karubaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabub Sarmi di Tangkap Tim AMC Kejagung RI di Jakarta

    Wabub Sarmi di Tangkap Tim AMC Kejagung RI di Jakarta

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 4.389
    • 0Komentar

    Jakarta, topikpapua.com, –  Wakil Bupati Kabupaten Sarmi (YTI) ditangkap tim gabungan Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI dan Kejari Papua, YTI ditangkap di L’avenue Apartment and Residence Jalan Raya Pasar Minggu Nomor S801 Kav. 16 RT.7 RW. 9 Pancoran Jakarta Selatan, Selasa (18/02/20) sekitar pukul 01.30 WIB. Sebelumnya YTI telah di tetapkan sebagai terpidana […]

  • Olah TKP Penembakan Dandim Yahukimo, Polisi Temukan Sajam dan Panah

    Olah TKP Penembakan Dandim Yahukimo, Polisi Temukan Sajam dan Panah

    • calendar_month Kam, 2 Mar 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Polres Yahukimo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap anggota TNI Kodim 1715/Yahukimo, pada Kamis (2/3/2023). Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan salah satu tujuan olah TKP yaitu untuk mengungkap pelaku dan mencari barang bukti. “Olah […]

  • Pangdam Cenderawasih : Egianus Pintarlah Membaca Tanda dari Tuhan

    Pangdam Cenderawasih : Egianus Pintarlah Membaca Tanda dari Tuhan

    • calendar_month Kam, 20 Jul 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan mengimbau Egianus Kogoya agar pintar membaca tanda-tanda yang diberikan Tuhan. “Apa yang dilakukan itu kan sudah tertulis di kitab suci. Semua yang dirancang manusia ini sia-sia tetapi rancangan Tuhan lah yang terjadi. Nah pintarlah membaca tanda-tanda yang diberikan Tuhan,” kata Pangdam, Kamis (20/7/2023). Pangdam mengatakan, sudah […]

  • Tokoh Pemuda Papua Saireri Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Aksi Demo Pepera

    Tokoh Pemuda Papua Saireri Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Aksi Demo Pepera

    • calendar_month Kam, 15 Jun 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Jayapura, – Tokoh Pemuda Papua wilayah Saireri, Amos Wanggai mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua khususnya yang berada di provinsi induk yaitu wilayah adat Tabi-Saireri, agar tidak terprovokasi dengan aksi-aksi yang dapat merugikan diri sendiri dan khalayak ramai. Imbauan ini disampaikan Amos menyusul kabar soal demo yang rencananya bakal digelar oleh kelompok tertentu terkait pelurusan sejarah […]

  • 6 Prajurit TNI Gugur di Paro, Kapolda Papua : Kita Jangan Terpancing

    6 Prajurit TNI Gugur di Paro, Kapolda Papua : Kita Jangan Terpancing

    • calendar_month Jum, 1 Des 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri menegaskan bila pihaknya siap dan akan menangkap para pelaku penembakan yang menyebabkan 6 Prajurit dari satuan Yonif Rider 411/ Pandawa gugur dalam aksi baku tembak dengan pihak KKB di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Menurut Kapolda, terkait peristiwa tersebut pihaknya telah berkomunikasi […]

  • Tabrak Lari di Jembatan Youtefa, Seorang Pelajar Tewas

    Tabrak Lari di Jembatan Youtefa, Seorang Pelajar Tewas

    • calendar_month Ming, 19 Jan 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 2.972
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Yoseph Yemel, pelajar berusia 19 tahun, warga Jalan Poros Asri II Kabupaten Keerom, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan di Jalan Raya Holtekamp – Jembatan Yotefa, Minggu (19/01) pagi. Dari hasil olah tempat kejadian perkara serta keterangan saksi yang di dapat pihak kepolisian, menyebutkan Yoseph diduga kuat merupakan korban tabrak lari. ” […]

expand_less