Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Ketua DPRP, Jhony Banua Rouw / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Publik di Indonesia khususnya di Provinsi Papua dalam sepekan terakhir di ramaikan kasus ujaran rasis oleh Ambroncius Nababan kepada salah satu tokoh Papua, Natalius Pigai.

Menyikapi masalah tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Papua menggelar rapat guna membahas kasus Rasisme tersebut.

Rapat tersebut di gelar selasa, 26 Januari 2021 di gedung DPRP Papua dan di hadiri oleh, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Ketua DPRP Papua Johny Banua Rouw, Sekda Provinsi Papua Doren Wakerkwa, Kajati Papua Nikolaus Kondomo dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Jonathan Kiwasi Wororomi, S.Si., M.Si.

Baca JugaJhon Gobay : Kami Minta 1×24 Jam, Pelaku Rasisme Terhadap Natalius Pigai di Tangkap..!

Usai menggelar rapat, Kepada Pers, Kapolda Papua mengatakan pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut, walaupun kasus ujaran rasisme terhadap Natalius Pigai di ketahui telah di ambil alih oleh Mabes Polri.

“Bareskrim Polri sudah menangani kasus tersebut, maka dari itu kami berharap agar masyarakat tetap tenang, percayakan kepada kami aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini. Kami akan melaporkan perkembangan hasil penyidikan yang dilakukan di Mabes Polri kepada seluruh maryarakat agar diketahui bersama, “Kata Irjen Paulus.

Kapolda juga berharap agar Natalius Pigai sebagai korban rasisme segera membuat laporan secara langsung kepada polisi agar kasus tersebut bisa segera di tindaklanjuti.

“Kami masih memerlukan keterangan dari para pihak, maka dari itu kami meminta saudara Natalius Pigai untuk melaporkan secara langsung sebagai pihak yang menjadi korban ujaran kebencian agar bisa kita proses lebih lanjut, “Jelas Kapolda.

Baca JugaDinilai Rasis, Masyarakat Batak di Papua Siap Polisikan Ambroncius Nababan

Sementara itu, Ketua DPRP Papua, Johny Banua Rouw mengaku Forkompinda Papua telah bersepakat untuk menyelesaikan masalah rasisme ini lewat jalur hukum dan proses hukumnya akan di kawal bersama-sama.

“Kita bersepakat tidak boleh ada rasisme di Indonesia lebih khusus di Papua, di duniapun hal tersebut sangat dilarang. Proses hukum akan kita kawal bersama, “Ujar Jhony.

Dirinya berharap agar masyarakat Papua mempercayakan penyelesaian kasus ini kepada penegak hukum dan Forkompinda Papua siap untuk membantu menyiapkan pengacara handal untuk mendampingi Saudara Natalius Pigai.

“ Kami harap masyarakat Papua tidak melakukan aksi yang bisa merugikan diri sendiri, percayakan pada kami, Forkompinda Papua siap mendukung penuh saudara kita Natalius Pigai, kami akan siapkan pengacara handal untuk mendampingi Beliau, “Ujar Jhony. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here