Ricuh Wamena, Kapolda Papua Minta Maaf dan Siap Evaluasi Kinerja Polri Dilapangan
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 28 Feb 2023
- visibility 186
- comment 0 komentar

Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri saat memberikan keterangan pers di Wamena, Senin (27/2/2023) / Mtp
Wamena, Topikpapua.com – Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri meminta maaf kepada masyarakat di Distrik Wamena, khususnya keluarga warga sipil yang menjadi korban pada aksi kericuhan di Kelurahan Sinakma pada Kamis 23 Februari lalu.
“Selaku Kapolda Papua dan juga anak Asli Papua, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat di Wamena, khususnya keluarga korban, Saya berharap kejadian ini yang terakhir dan tak boleh lagi terulang di Wamena,” ungkap Irjen Fakhiri di Wamena, Senin (27/2/2023).
Kapolda juga menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan investigasi terkait kasus kericuhan tersebut, mulai dari awal kejadian hingga pecahnya kericuhan yang memyebabkan 12 warga sipil meninggal dunia.
“Saya sudah perintahkan untuk mengumpulkan semua barang bukti, baik secara fisik, keterangan saksi maupun rekaman vidio amatir yang ada. Kita juga sudah periksa 16 anggota kita dan 13 orang yang diduga sebagai provokator dan pelaku pembakaran. Tentunya semua proses itu akan menjadi bahan tim kita untuk memgambil kesimpulan,” jelas Kapolda.
Kapolda juga mengaku akan mengevaluasi kinerja personil Polri di lapangan saat kericuhan terjadi,” Tentunya akan kita evaluasi sehingga kedepan tidak boleh ada lagi kejadian yang sama, baik di Wamena maupun di Tanah Papua secara umum,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan terjadi kericuhan di Kelurahan Sinakma, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada hari Kamis 23 Februari 2023.
Kericuhan tersebut dipicu adanya isu penculikan anak. Warga yang termakan isu mencoba menghakimi dua orang yang diguga pelaku penculikan, saat polisi datang di TKP dan mengajak massa menyelesaikan masalah tersebut di Polres Jayawijaya, massa menolak dan mulai menyerang polisi.
Akibat aksi ricuh tersebut dilaporkan 12 warga sipil meninggal dunia dan 23 orang terluka. Sementata 18 personil TNI-Polri juga dilaporkan terluka. Selain korban jiwa dan luka, sebanyak 15 bangunan rumah dan kios warga juga ikut terbakar. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




