Paska Ricuh di Yalimo, Ratusan Warga Mengungsi
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 17 Sep 2025
- visibility 511
- comment 0 komentar

Yalimo, Topikpapua.com, – Paska kericuhan di Distrik Elelim, Ibu kota Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan pada Selasa 16 September 2025 Ratusan warga non Papua memilih mengungsi di beberapa titik, bahkan tak sedikit yang memilih keluar dari Yalimo untuk sementara waktu.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito mengatakan akibat kericuhan ini ratusan warga non Papua yang tinggal di Distrik Elelim dan sekitarnya memilih untuk mengungsi ke sejumlah pos keamanan. Pengungsi bahkan menyebar hingga ke Polres Jayawijaya di Kabupaten Jayawijaya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Yalimo.
“Data yang kami peroleh hingga kini terdapat 350 orang masih bertahan di Polres Yalimo, lalu sebanyak 35 kepala keluarga (KK) di Polres Jayawijaya dan puluhan warga menyebar di pos keamanan setempat,” ungkap Kombes Cahyo, Rabu (17/9/2025).

Kombes Cahyo juga membeberkan Kerugian Material yang di sebabkan oleh aksi massa. Berdasarkan data dari Polda Papua, Akibat kericuhan tersebut dilaporkan sebanyak 30 bangunan yang terdiri dari rumah, kios warga dan mess perwira Polres Yalimo dibakar massa, Selain itu puluhan kendaraan motor dan mobil, termasuk truk logistik hangus terbakar.
“Ada indikasi akses jembatan penghubung di jalan Trans Papua terancam diputus akibat potensi gangguan dari kelompok tertentu yang tak menginginkan adanya pendistribusian logistik bama dan juga pergeseran pasukan,” kata Cahyo.

Sementera untuk korban luka pasca kerusuhan Elelim terdata 5 aparat keamanan TNI Polri mengalami luka-luka, 18 orang warga sipil dirawat di RSUD Yalimo, RSUD Wamena, dan RS Bhayangkara Jayapura.
” Yang di RS Bhayangkara terdapat 7 korban kerusuhan, salah satunya adalah seorang bayi berusia 3 bulan yang mengalami hipotermia dan dehidrasi setelah diselamatkan dari sungai. Saat kejadian, bayi ini digendong oleh ibunya melintasi sungai untuk menyelamatkan diri dari kerusuhan. Lalu sang ibu sempat tercebur ke sungai dan diselamatkan warga. Karena seluruh badan ibu dan si bayi basah, maka ade bayi mengalami hipotermia dan dihidrasi,” beber Kombes Cahyo.
Ditambahkan Cahyo, Guna menjaga keamanan di Elelim, Polda Papua telah menggeser 4 satuan setingkat pleton (SST) yakni 2 SST dari Brimob Jayawijaya dan 2 SST dari Brimob Polda Papua.
“Aparat keamanan bersama pemerintah terus berkolaborasi dengan tokoh adat, agama, perempuan dan pemuda mencegah agar potensi konflik di Yalimo tak meluas. Sampai saat ini, situasi di Yalimo mulai pulih,” tutup Kombes Cahyo.

Sebelumnya diberitakan terjadi aksi pembakaran oleh sekelompok massa di Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo. Aksi pembakaran diduga akibat adanya ucapan rasis oleh salah seorang murid kepada teman sekolahnya.
“Ucapan ini memicu reaksi negatif dari beberapa siswa yang kemudian melakukan pemukulan terhadap AB,” ujar Kombes Cahyo, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, atas peristiwa tersebut pihak sekolah telah memanggil kedua siswa yang berseteru dan berusaha menyelesaikan kasus tersebut di ruang guru, namun ketegangan tidak mereda.
” Bukannya mereda malahan sejumlah siswa dan masyarakat setempat yang merasa terpancing oleh ucapan tersebut turut serta dalam aksi penganiayaan terhadap murid AB, bahkan menyerang guru yang berusaha melerai,” beber Kombes Cahyo.
Dijelaskan Kombes Cahyo, Ketika petugas kepolisian tiba di lokasi untuk mengamankan situasi, mereka menghadapi serangan dari massa yang terus bertambah,” Massa kemudian melakukan pembakaran terhadap kios yang diduga milik orang tua siswa AB, api nya merembet ke Mess Perwira dan asrama Polres Yalimo,” jelasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




