Musnakan BB Tindak Kejahatan, Kajari : Kasus Narkotika Masih yang Terbanyak
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 19 Jun 2023
- visibility 81
- comment 0 komentar

Pemusnahan barang bukti di Kejari Jayapura/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Kejaksaan Jayapura bersama Polresta Kota Jayapura, Polres Keerom, Polres Jayapura, Pengadilan Negeri Jayapura, BNN Papua serta Pemkot Jayapura melaksanakan pemusnahan barang bukti tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum yetap (Inkracht) di halaman jantor Kejari Jayapura, Senin (19/6/2023) pagi.
Kajari Jayapura Alaxander Sinuraya mengatakan dari 82 kasus terdapat 48 perkara narkotika dengan barang bukti seperti ganja , dan 44 perkara sabu.
“Sedangkan 34 perkara lainnya dengan barang bukti pakaian, alat tajam, batu, kaca, kayu, besi, jerigen, amunisi, senjata dan lain-lain,” kata Alexander.
Alexander menjelaslan, untuk senjata api didapatkan dari terpidana Dinggen Tabuni yang melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 lo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP yaitu memasukkan ke Indonesia, menerima, mencoba sesuatu bahan peledak.
“Perkaranya dihentikan penuntutannya untuk kepentingan umum/untuk pelaksanaan putusan Nomor 583/Pid Sus/2021/PN Jap tanggal 28 April 2022 telah mengembalikan barang bukti menyerahkan, menguasai, membawa menyimpan, atau menyembunyikan senjata api, munisi atau bahwa, barang bukti tersebut tidak diperlukan lagi untuk kepentingan penuntutan karena berupa 1 (satu) buah senjata api laras panjang jenis M165. Lalu dikembalikan juga ke Kepolisian 3 buah magasen M16 warna hitam,” jelasnya.
Alexander juga menyoroti tingginya angka perkara narkotika yang sangat tinggi diwilayah hukumnya. Dimana pada tahun 2022 terdapat lebih dari 300 kasus narkotika sehingga bila dirata-ratakan ada satu perkara kasus narkotika perharinya.
“Angka kriminalitas dari narkotika sangat tinggi di Jayapura dimana jika di rata-ratakan maka setiap harinya terdapat satu berkas perkara narkotika, ini menjadi perhatian kita bersama,”ucapnya.
Tingginya masus narkotika dan pengungkapannya menurut Alex bukanlah keberhasilan melainkan ini adalah menjadi pekerjaan bersama bagaimana kita bisa membetantas atau minimal menurunkan angka kasus Narkotika tersebut,”tandasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




