Video Viral Oknum TNI di Jayapura yang Mengaku Membunuh OAP Dipastikan Hoaks

oleh
Serda JYK saat membuat laporan polisi terkait pengeroyokan dan pencemaran nama baik/foto ist

Jayapura, Topikpapua.com, –Video viral di media sosial yang mempertontonkan seorang  oknum TNI berinisial Serda JYK yang mengaku anggota Yonif 756/WMS dan membunuh orang asli Papua (OAP) dipastikan sebagai berita hoax. Kini, Serda JYK sudah diamankan dan diperiksa.

Kepala Seksi Intelijen (KasiIntel) Korem 172/PWY, Letkol Kav Kristiyanto mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan dan melakukan upaya proses hukum terkait beredarnya video viral JYK di media sosial.

“Jadi, kami telah melaporkan kepada pihak kepolisian terkait OTK yang menyebarkan video hoaks tersebut termasuk atas aksi kekerasan yang dilakukan oleh OTK kepada JYK bersama dengan kedua orang tuanya,” ujar Kristiyanto, Minggu (20/2/2022).

Ia menjelaskan, pernyataan dari oknum TNI yang diviralkan tersebut, tidaklah benar atau hoaks. JYK sendiri diketahui merupakan anggota TNI aktif di Kodim 1712/Sarmi yang sebelumnya berdinas di Yonif 756/WMS dan saat ini melakukan izin berobat di Jayapura.

“Jadi (JYK) ini sedang izin berobat karena kedua kaki yang bersangkutan dalam keadaan sakit,” terang Kristiyanto.

Mengutip keterangan Serda JYK, lanjut Kristiyanto, JYK menjelaskan bahwa kejadian itu berawal saat pihaknya bersama keluarga dengan menggunakan mobil hampir bersenggolan dengan pengendara sepeda motor yang dikendarai warga.

Kemudian terjadi keributan yang menimbulkan kesalapahaman saat JYK menodongkan senjata kepada kedua pengendara tersebut.

“Setelah kejadian tersebut JYK bersama kedua orang tuanya memasuki toko dan berbelanja. Setelah keluar dari toko tiba-tiba masyarakat sudah banyak dan melakukan tindak kekerasan kepada JYK dan kedua orang tuanya.
Warga lantas meminta JYK meminta maaf dan merekam dengan handphone. JYK dalam pemeriksaan membantah berbicara soal orang asli Papua,” tegas Kristiyanto.

JYK pun mengatakan bahwa pihaknya tidak mungkin mengatakan hal tersebut, sebab ia merupakan personel TNI yang juga merupakan OAP yang memegang teguh disiplin keprajuritan dalam bertugas.

” Jadi sekali lagi kejadian ini dilaporkan ke Polres Jayapura dengan laporan polisi Nomor: LP / 123 / II / 2022/ Papua / Res Jayapura terkait tindak pidana pengeroyokan dan akan dibuat laporan pencemaran nama baik dan penyebaran berita hoaks,” tandas Kristiyanto. (Redaksi Topik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.