Up date Covid-19 Papua : PDP Menjadi 9 Orang, ODP Menjadi 472

0
Juru bicara Satgas Penangulangan Covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule / Nug

Jayapura, Topikpapua.com, – Juru bicara Satgas Penangulangan covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule mengatakan Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Provinsi Papua terus bertambah.

Hingga Sabtu (21/03/20) pukul 18.00 WIT, jumlah PDP bertambah 2 orang sehingga kini total ada 9 PDP, sementara untuk ODP bertambah menjadi 472 orang.

“Satu PDP baru ada di Biak, dia sakit sedang, dengan PDP baru tersebut, total di Biak ada 2 orang  dan yang satu lagi di Jayapura, Jadi total nya di Jayapura sekarang ada 5 orang., “ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Silwanus Sumule, saat di hubungi Redaksi Topik, Sabtu malam.

Sementara dua PDP lainnya ada di Merauke. Hingga kini, dari 9 PDP baru 4 pasien yang sampel swabnya sudah dikirim ke Jakarta namun sampai saat ini hasilnya belum diketahui.

Sumule juga mengatakan bila jumlah ODP  dalam satu hari meningkat cukup tinggi, dimana data per Jumat, 20 Maret pukul 18.00 WIT tercatat sebanyak 333 orang, Sabtu siang pukul 12.00 WIT jumlahnya meningkat menjadi 461 dan Sabtu petang pukul 18.00 WIT jumlahnya sudah mencapai 472.

“ Itu sebenarnya data-data dari dua tiga hari lalu, namun karena urusan administrasi pelaporan sehingga baru terkumpul hari ini sehingga kelihatan  jumlahnya meningkat, “ Jelas Sumule.

Disinggung soal lambatnya pelaporan yang masuk terkait jumlah ODP dari daerah, Sumule mengaku bila data yang harus di kumpulkan tidak sedikit, sehingga membutuhkan proses yang cukup panjang untuk mengumpulkan data tersebut.

“Karena kami meminta kepada teman-teman di daerah agar memberikan data secara lengkap, alamatnya, datang naik pesawat apa, asal daerah penerbangan dari mana dan data lainnya, karena teman-teman nantinya akan track mereka, temukan dan kalau ada keluhan sakit kita segera obati, “ Jelas dokter Sumule.

Sebelumnya saat di wawancarai sejumlah awak media, Dokter Sumule menjelaskan bila PDP dan ODP ini akan terus bertambah jumlahnya bila anjuran dari pemerintah tidak di laksanakan oleh warga di Papua.

“ Yang penting itu sebenarnya pembatasan sosial, perbanyak aktifitas di rumah, karena percuma juga pemerintah meliburkan semuanya tapi warga tetap beraktifiras di luar, kan sama saja, “ Jelas Sumule, Jumat (20/03/20).

Dirinya pun berharap ada kesadaran dari warga di Papua untuk sementara jangan dulu beraktifitas di luar rumah, “Kita tiap hari sudah teriak-teriak dengan mobil di jalan-jalan agar warga kurangi aktifitas di luar rumah, tapi kita lihat sendiri sampai sore ini warga masih ramai di luar rumah, “ bebernya.

Sumule juga meminta bila ada warga dari Papua yang sempat keluar ke daerah-daerah yang sudah terinfeksi agar dengan kesadaran datang untuk memeriksakan diri, atau ketika tiba di Papua dengan kesadaran bisa mengisolasikan diri di rumah dulu selama 14 hari.

“ Sampai hari ini memang kita belum ada pembatasan di pintu masuk baik di bandara maupun di pelabuhan, yang di lakukan adalah pemantauan terhadap mereka yang masuk ke papua, khususnya mereka yang asalnya dari daerah yang sudah terinfeksi, “ Tukasnya. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here