Tim Persipura/foto ist

Jayapura, Topikpapua.com, – BRI Liga I Indonesia musim 2021/22 menyisihkan delapan pertandingan. Empat tim teratas yakni Arema FC, Bali United, Persib Bandung dan Bhyangkara FC saling bersikutan untuk finis di urutan pertama dan berhak mengangkat trofi.

Hingga pekan ke-27 Arema FC masih memimpin dengan 55 poin diikuti Bali United di peringkat kedua dengan selisih satu poin. Sementara Persib Bandung dan Bhyangkara FC yang berada di peringkat tiga dan empat sama-sama mengoleksi 53 poin. Persaingan di papan atas klasemen diprediksi bakal berjalan seru hingga laga terakhir nanti.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Persaingan sebagai juara liga di musim ini tidak menyertakan nama Persipura Jayapura. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu masih bekutat di zona degradasi, Posisi yang tak layak bagi tim yang menjuarai kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesi lebih banyak dari tim manapun di Indonesia.

Persipura menjadi tim tersukses di Indonesia dengan empat kali keluar sebagai juara liga pada 2005, 2008/2009, 2010/2011 dan 2013. Catatan itu belum termasuk ketika mereka menjuarai Indonesia Soccer Championship (ISC) A, kejuaraan pengganti kompetisi resmi pada 2016.

Pada liga I musim ini, tim kebanggaan masyarakat Papua itu harus bekerja keras untuk keluar dari zona degradasi. Saat ini Persipura masih ada diposisi 16 klasmen dengan 22 poin dari 25 laga yang sudah dilakoni dan berjarak empat angka dari Barito yang mengoleksi 26 poin dari 27 pertandingan di peringkat 15.

Agar bisa lolos dari jurang degradasi tim yang di arsiteki oleh Alfredo Vera ini harus menyapu bersih semua laga tersisa dengan kemenangan dan tidak mendapat sanksi dari Komdis PSSI akibat batal bertanding dengan Madura United pekan lalu.

Sudah menjadi rahasia umum, jika Persipura kini terancam kena sanksi pengurangan 9 poin hingga denda Rp.1 miliar setelah menolak bertanding melawan Madura United pada Senin (21/2/2022) pada laga tunda pekan ke-22.

Sanksi itu tercantum pada pasal 58 Kode Disiplin PSSI yang mengatur tentang “tim yang tidak hadir di tempat pertandingan dan menolak untuk bertanding.”

Apabila pertandingan tidak dapat dilaksanakan karena tim yang bersangkutan tidak hadir di tempat pertandingan meskipun sudah dijadwalkan dan diberitahukan sebelumnya secara patut tanpa alasan yang sah, dianggap menolak untuk bertanding dan tim atau klub yang bertanggung jawab dikenakan sanksi dinyatakan kalah 0-3 dengan pengurangan poin (forfeit) dan denda sekurang-kurangnya sebesar Rp150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah),” bunyi ayat 1 pada pasal 58.

“Dalam hal pelanggaran dilakukan oleh klub partisipan Liga 1 atau Liga 2, maka klub bersangkutan dikenakan sanksi dinyatakan kalah (forfeit) dengan pengurangan 9 (sembilan) poin dan denda sekurang-kurangnya sebesar Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).” tegas ayat 2 pada pasal 58.

Jangan Buat Rekayasa

Melihat kondisi tim saat ini, masyarakat Papuat tak terkecuali Ketua Umum (Ketum) Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano tidak tinggal diam untuk melakukan pembelaan terhadap kemungkinan sanksi dari PSSI kepada Mutiara Hitam.

Menurut BTM, Persipura adalah harkat dan martabat Orang Asli Papua (OAP), Sehingga Benhur meminta PSSI dapat mencermati permasalahan ini dengan baik jang seolah-olah “direkayasa” agar Persipura turun ke kasta kedua.

“Saya harapkan PSSI harus mencermati hal ini dengan baik terutama kepada perangkat pertandingan juga pelaksanaan liga (PT LIB),” kata BTM kepada Redaksi Topik, Kamis (23/2).

Benhur menilai, ada beberapa pertandingan yang dijalani Persipura terasa janggal baginya. Ditambah lagi dengan PT LIB yang sebelumnya menunda pertandingan karena pemain Madura United positif Covid 19.

“Ya sering kami “dirugikan” dalam pertandingan dan kemarin Madura United banyak pemain yang positif kami tidak melayani mereka (bermain) kenapa Persipura yang pemainnya banyak positif covid dipaksaka untuk bermain ini ada apa dengan PSSI ? ,” tegas BTM.

Lanjut BTM, Pihaknya telah menyurati PSSI Terkait alasan Persipura tak bisa bertanding melawan Madura.

“Kami menyurati untuk menunda pertandingan tapi tidak digubris oleh PSSI sehingga saya telah mebuat surat resmi kepada ketum PSSI bahkan kontak langsung dan ketum membalas akan dibahas nanti di komisi disiplin. Kami berharap ada respon yang baik,” kata BTM lagi.

Wajib Menang di Laga Sisa

Kini Persipura masih menyisakan delapan pertandingan mau tidak mau semua laga sisa harus dilakoni dengan baik agar dapat keluar dari zona merah. Kerena itu, Benhur menegaskan agar manajemen dan pelatih harus bekerja keras di setiap laga memberikan hasil terbaik.

“Persipura tidak boleh terdegradasi untuk itu saya tekan manager dan pelatih harus sungguh-sungguh kita harus menang tidak boleh Persipura terdegradasi. Karena ini harkat dan martabat orang Papua,” Tukas BTM.

Ia pun meminta, pelatih menyiapkan kerangka tim yang utuh sembari berharap di delapan laga tersisa jangan sampai kehilangan poin.

“Kita harus sapu bersih dengan kemenangan tidak boleh kalah. Karena sekarang semua orang Papua sedih melihat jenderal lapangan dengan empat bintang ada di situasi seperti ini, mereka semua berdoa untuk Persipura tidak boleh terdegradasi,” pungkas BTM (Artha/RT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here