Aparat kepolisian saat melakukan negoisasi kepada massa yang ricuh di KPU Manokwari / RI

Manokwari, Topikpapua.com,  – Karincuhan terjadi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manokwari pada saat rapat pleno rekapitulasi suara tingkat provinsi di gelar, Kamis (09/05/19) malam.

Kericuhan dipicu permintaan saksi dari beberapa Partai politik kepada pihak penyelenggara agar logistik kotak suara di PPD Manokwari Barat harus dibuka dan dihitung ulang. Permintaan itu disampaikan karena banyak suara hasil perhitungan di tingkat TPS yang berbeda dengan hasil rekapitulasi tingkat PPD.

Namun ada Parpol lainnya yang meminta proses perhitungan di lanjutkan, akhirnya adu mulut berujung pada saling melempari serta saling kejar- kejaran antar dua kubu masa tersebut.

Aksi saling kejar tak berlangsung lama setelah Aparat kepolisian dari Brimob Polda Papua Barat dan Polres Manokwari bersenjata lengkap melerai dan mendiamkan aksi massa.

Salah satu saksi dari Partai Demokrat, Imanuel Yenu mengatakan, pihaknya merasa dirugikan serta kecewa karena pleno tingkat distrik molor dari waktu yang telah di sepakati, ” kenapa pleno terlambat, kenapa waktunya di mundurkan..? sebenarnya ada apa di KPU..? ” kata Imanuel kepada Redaksi Topik, Kamis (09/05/19).

Dijelaskan Yenu bila KPU beralasan memundurkan waktu pleno karena PPD kelelahan, “ itu bukan urusan mau terlambat atau tidak tetap pleno di selenggarakan sesuai dengan waktu  ditetapkan, kalau terlambat tanggung  karena mereka itu di gaji, “ Tegas Yenu.

Yenu juga menduga terjadi kecurangan yang di lakukan oleh oknum- oknum PPD , “ Ini menjadi perhatian dari pihak penyelenggara dari KPU Kabupaten Manokwari kedepanya agar tidak terjadi kericuhan seperti ini, “ beber Yenu.

Yenu juga meminta pihak KPU membuka kembali kotak suara dan menghitung ulang surat suara, “Bukan nya kami tidak percaya, tapi memang ada kejanggalan yang kami temukan saat proses Pleno di PPD Manokwari Barat”  Pungkas Imanuel Yenu.

Hal senada juga di sampaikan oleh Saksi Partai PKPI Manokwari, Trisep Kambuaya. “Kita minta supaya korak suara ini dibuka, diduga terjadi kecurangan, atau perubahan suara dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab  “Katanya.

Aparat Gabungan Kawal Ketat Pelaksanaan Pleno

Sementara itu untuk mengamankan pelaksanaan Pleno tingkat Kabupaten dan Provinsi, Kapolres Manokwari, AKPB Adam Erwindi mengatakan, pihaknya siap menerjunkan anggotanya baik Brimob Polda Papua Barat, Polres Manokwari, untuk mengamankan pleno rekapitulasi diselenggarakan oleh KPU Papua Barat dan KPU Manokwari.

“Kita kawal, kotak surat suara mulai dari tingkat distrik hingga tingkat KPU, kita kawal sampai tuntas, sehingga tidak terjadi hal – hal tidak diinginkan dilakukan oleh oknum- oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Akbp Adam.

Kapolres juga mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan 30 personel baik Brimob maupun Polres Manokwari, untuk menambah kekuatan pasca inseden kericuhan yang terjadi kamis malam.

“Kita  tunggu, hingga pleno rekapitulasi sampai selesai, namun saat situasi masih tetap aman dan kondusif, saya minta seluruh personelnya  agar jaga pleno sampai tuntas,” Pungkas Kapolres. (RI/RT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here