Tragedi TNI Vs Polri di Papua, Pangdam Minta Maaf Kepada Kapolri

0
Salah satu Peti jenasah polisi korban tembak anggota TNI di kasonaweja saat di naikkan keatas pesawat herkules / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab menyampaikan permintamaafan nya kepada Seluruh Jajaran Polri baik dari tingkat pusat sampai daerah.

Hal tersebut disampaikan Pangdam saat mendampingi Kapolda Papua mengantarkan 3 jenasah polisi korban tembak anggota TNI di kasonaweja, di pangkalan Lanud Silas Papare menuju Kabupaten Mappi dan Merauke.

“Saya mewakili Bapak Panglima TNI, kepala staf angkatan darat, beserta seluruh jajaran TNI yang berada di Papua ini  saya menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Kapolri, Bapak kapolda dan seluruh jajaran kepolisian di Indonesia dan di Polda Papua, “Kata Mayjen Asaribab kepada Pers usai mengantar 3 jenasah polisi korban tembak di Kasonaweja, Senin (13/04/20).

Pangdam juga memyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas gugurnya tiga anggota polri, “Tiga anggota polri yang gugur adalah prajurit terbaik, mereka gugur sebagai satria kusuma bangsa, dan kami seluruh Jajaran TNI turut berduka cita dan belasungkawa atas kejadian ini, “ Beber Herman.

Pangdam Cenderawasih juga mengaku akan terus memantau proses penyidikan kasus yang melibatkan anggotanya dengan angota polri di kabupaten Membramo raya, yang menyebabkan tiga anggota Polri tewas dan dua lainnya terluka.

“Kami dari unsur TNI tidak terlepas dari situasi yang terjadi dan kami pastikan proses akan tetap berjalan, bahwa apa yang sudah di lakukan, kami dengan bapak kapolda telah mengirimkan tim investigasi gabungan yang saat ini sudah mulai bekerja di kasonaweja, “Jelasnya.

Lanjutnya, dari hasil dari investigasi itu kami dari masing-masing institusi akan menegakkan hukum berdasarkan apa yang di buat oleh pelaku di lapangan.

Sementara itu terkait proses pemulangan 3 jenasah anggota Polri, Pangdam mengatakan bila pihaknya akan menanggung semua biaya, mulai dari proses evakuasi hinga pemakaman.

“Saya bersama Pak Kapolda dan seluruh jajaran juga akan mendukung seluruh proses perjalanan korban ini sampai di rumah duka dan pemakaman, kami dari TNI akan membantu sepenuhnya, “Kata Herman.

Mayjen Herman berharap dengan kejadian ini tidak mengganggu sinergitas antara TNI-Polri di Papua, “Kami mengharapkan dukungan dari semua pihak agar tetap tenang dan terus menjaga sinergitas yang sudah selama ini kita jaga bersama untuk kedamaian di Tanah Papua, “Pungkan Mayjen Herman Asaribab.

Sebelumnya di beritakan bila terjadi bentrok antara anggota Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya di Jalan Pemda I Kampung Kasonaweja Distrik Mamberamo Tengah, Kabupaten Mamberamo Raya.

“Telah terjadi kesalahpahaman antara oknum anggota Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya. Akibat kesalahpahaman tersebut 3 orang anggota Polri meninggal dunia, Yaitu  Briptu Marcelino Rumaikewi, Briptu Alexander Ndun dan Bripda Yosias, “Jelas Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Achmad Mustofa Kamal Minggu (12/04/20) siang.  

Hinga kini tim Investigasi gabungan TNI-Polri masih terus mengumpulkan bukti terkait penyebab pasti terjadinya bentrok antar dua lembaga hukum di Indonesia tersebut. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here