Tiga TSK Jual Beli Amunisi di Mimika Terancam Hukuman Mati

oleh -323 Dilihat
Tiga TSK jual beli amunisi di Mimika saat diserahkan ke Kejari Mimika/ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Kasat Reskrim Polres Mimika Iptu Sugarda Aditya didampingi personelnya serta personel Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz menyerahkan berkas tiga tersangka kasus jual beli senjata dan amunisi ke pihak Kejaksaaan Negeri Mimika, Rabu (7/12/2022).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, berkas perkara ketiga tersangka tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21.

“Penyerahan ketiga tersangka tersebut juga disertai barang bukti yang telah diamankan aparat Kepolisian saat para tersangka ditangkap pada bulan September lalu, yakni saat ketiganya diketahui akan melakukan transaksi jual beli senjata serta amunisi di Kabupaten Mimika,” kata Kamal di Jayapura, Rabu (7/12/2022).

Lanjut Kamal, salah satu tersangka berinisial YA (32) diketahui merupakan Ketua KNPB Wilayah Mimika dan berperan sebagai penjual amunisi.

“Sedangkan kedua tersangka lainnya yakni MN (28) dan BK (25) merupakan pembeli amunisi,” terangnya.

Kamal selaku Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz menambahkan, ketiga tersangka tersebut diproses hukum berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / A/ 690/ IX / 2022 / SPKT / Res Mimika / Polda Papua, tanggal 22 September 2022.

Atas perbuatannya, sambung Kamal lagi, mereka disangkakan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 mengenai kepemilikan senjata api secara umum karena dilakukan tanpa hak (tanpa alasan hak yang sah, digolongkan sebagai tindak pidana). Dengan begitu, para tersangka dapat dijatuhkan sanksi pidana berupa hukuman mati, penjara seumur hidup, atau hukuman penjara hingga 20 tahun.

“Pasal tersebut berbunyi, barangsiapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun,” tandasnya. (Redaksi Topik)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.