Tiga Hari 43 Anak di Kota Jayapura Masuk Rumah Sakit Akibat Diare

oleh -1333 Dilihat
Pasien anak penyakit diare yang dirawat di RSUD Abepura/NTP

Jayapura, Topikpapua.com – Kasus diare di kota Jayapura dalam tiga hari terakhir melonjak tajam. Data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura sejak minggu (13/11/2022) hingga hari ini, Rabu (15/11/2022) tercatat sebanyak 41 anak yang dirawat di RSUD Abepura akibat diare.

Menurut Kepala Bidang Medik RSUD Abepura, Vero Pikey pada hari Minggu pihaknya menerima 22 pasien anak dengan keluhan yang sama.

“Awalnya itu hari Minggu kami terima pasien anak sebanyak 16 anak yang berdatangan di waktu yang hampir bersamaan. Keluhan mereka sama, mencret, demam dan muntah,” ungkap dokter Vero, Selasa (15/11/2022).

Lalu di hari Senin (14/11/2022) ada penambahan pasien anak sebanyak 8 orang dan hari ini ada lagi 14 anak yang datang,” jadi dalam tiga hari ini sudah 43 anak yang kami rawat, dua diantaranya sudah pulang, Jadi hingga kini ada 41 anak yang masih dirawat dengan keluhan penyakit diare,” ujarnya.

Dokter Vero menjelaskan sejak kasus ini meningkat, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan kota Jayapura dan Dinkes Provinsi Papua guna mencari penyebab dari melonjaknya kasus diare ini, pasalnya hampir 90 persen pasien yang datang berasal dari daerah yang sama.

“Hari minggu itu kita sudah lapor ke dinkes kota dan Provinsi dan mereka sudah ambil sampel untuk nantinya di teliti, agar jelas apa penyebab dari diare masal ini,” beber Vero.

Dokter Vero berharap agar warga di seputaran daerah Waena, Abepura dan sekitarnya untuk sementata waktu memperhatikan kebersihan lingkungan tempat anak anak beraktifitas, agar lonjakan kasus diare ini tidak terus terjadi.

“Sampai ada hasil riset dari dinkes kota Jayapura, kami harap para orang tua bisa mengawasi anak nya agar tidak jajan sembarangan dan memperhatikan kebersihan makan minum anak dan lingkungan sekitar,” harap dokter Vero.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr Nyoman Antari saat di hubungi mengatakan hingga kini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut,” Lagi dilakukan penyelidikan epidemiologi,” ujar dr Nyoman singkat lewat pesan WhatUp, Rabu (15/11/2022). (Redaksi Topik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.